
Tak semua pertemuan berakhir dengan kebahagian. Dan tak semua perpisahan berakhir dengan kesedihan, Mungkin itulah kata yang pantas dan tepat. Untuk pertemuan Alex dan juga Monica dulu sampai sekarang. Rasa yang indah di awal kadang hanya membawa luka untuk di jalani. Namun, Tak ada yang bisa menentang takdir dan ketentuan Tuhan.
Malam harinya di kediaman Alex dan Monica. Bumil itu nampak begitu bingung mengapresiasikan dirinya. Entah harus dimulai dari mana ia menunjukkan sikapnya saat ini. Kebenaran tentang apa yang membuat keduanya selalu terkait sejak kecil, Serta harus menerima perjodohan yang awalnya tak diinginkan satu sama lainnya. Akan tetapi, Siapa sangka jika semua itu bermula sejak Alex menginginkan nya saat usianya masih sangat kecil dulu.
Monica duduk sembari bersandar pada kepala ranjang. Sambil menatap wajah tampan Alex, Yang saat ini masih fokus dengan layar laptopnya. Pria itu semakin hari memang semakin sweet saja. Perubahan sikapnya sejak hari pertama. Memang sudah membuat Monica curiga. Namun, Sebagai seorang istri mendapatkan perlakuan seperti itu. Dari suaminya sendiri tentunya akan sangat bahagia serta senang sekali. Terlebih lagi, Kini Monica mulai menyadari perasaannya sendiri pada Alex. Hatinya sering kali tercubit dan merasa cemburu, Setiap kali suaminya dekat dengan wanita lain selain dirinya. Tapi, Berat sekali rasanya untuk mengutarakan nya lebih dulu.
Tapi pertemuan nya dengan Mommy mertuanya tadi siang. Dan juga banyak mengobrol tentang masa kecilnya dulu. Bahkan, Mommy Jeny juga telah menceritakan semuanya pada Monica. Tentang siapa sebenarnya Pak Husein serta Ibu Ratna. Walaupun, Jeny tahu jika Monica telah mendengarkan nya sendiri. Saat dimana hari ia ingin kabur dari Apartemen Alex. Dan berniat untuk kembali kerumah itu. Tetapi, Ia malah sudah lebih dulu mendengar obrolan Ibu Ratna dan juga Mirna.
"Mas, "
__ADS_1
"Iya, Sayang" Alex menyahut walau pun matanya masih fokus pada layar laptopnya itu.
"Apa pekerjaan mas, Masih banyak?, " Monica bertanya dengan suara pelan nya. Dan tidak memutus pandangan nya kearah suaminya itu.
Alex pun kini langsung menoleh. Dan tersenyum pada istrinya. Dimana, Monica juga ikut tersenyum padanya. Senyum terbaik yang ia berikan pada suaminya saat ini. Pria itu mulai menutup laptopnya, Dan bergegas menghampiri istrinya yang sejak tadi terus memperhatikan nya.
Alex duduk di bibir ranjang nya, Tepat di samping istrinya. Lalu meraih tangan Monica. Mencium punggung tangan halus itu dengan sangat lembut.
"Bolehkah aku yang tentukan tempat nya?" Monica malah menjawab dan mengajukan penawarannya juga.
__ADS_1
Alex pun langsung terkekeh pelan. Dan mendekat kan wajahnya, Tepat di depan wajah istrinya. Tangan nya mulai terulur untuk menyentuh bibir ranum Monica. Dan membelainya lembut dengan tatapan nakalnya. Monica yang paham langsung menarik sudut bibir nya, Dengan memberikan tatapan menggodanya.
"Ck,,, Kau sepertinya sudah nampak ahli saja setiap harinya. " Ucap Alex dengan tatapan yang mulai terlihat penuh gairahnya.
Monica masih saja terlihat santai. Dan tersenyum seolah ia sudah siap menerima serangan dari suaminya yang sangat mesum itu.
"Jawabannya, Ada pada keahlian mu malam ini!. Sayang! " Bisik Alex dengan nada bicara yang mulai berat.
"Kalau begitu, " Monica mulai menarik tangan suaminya. Dan menaruhnya pada area sensitif nya di pangkal paha nya.
__ADS_1
"Lakukan saja apa yang ingin mas lakukan!. Aku akan memperlihatkan betapa istrimu ini, Bisa sangat di andalkan. " Bisik Monica dengan suara yang khas.