Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Tak di Undang


__ADS_3

Sesuai dengan obrolan yang dibicarakan oleh Monica dan Mommy Jeny 2 hari yang lalu. Sore ini mension mewah milik Alex dan Monica nampak begitu sedikit ramai. Karena mereka baru saja kedatangan kedua orang tua Alex. Bahkan, Monica juga sejak tadi tidak pernah di suruh jauh dari Mommy mertuanya itu. Yang malah membuat Alex sendiri tak bisa dekat dengan istrinya sendiri.


"Daddy dan Mommy pasti masih lelah. Lebih baik Daddy ajak Mommy istirahat saja!. Nanti kita bisa lanjut kan lagi mengobrol nya!. "


Rupanya pria itu berusaha membujuk orang tuanya, Untuk segera pergi dari hadapan nya. Supaya ia juga bisa bermesraan dengan bumil tersebut. Alex merasa kurang belaian, Sejak tahu istrinya hamil dan mengandung darah dagingnya sendiri. Jalu nya sudah mulai haus sentuhan Monica. Yang mana sudah beberapa hari ini ia sama sekali belum masuk kedalam sarangnya.


Pria itu berusaha menahan dirinya, Agar ia tidak memaksa istrinya untuk melayani kegilaan otak mesum nya itu. Karena ia juga tidak ingin calon anaknya ikut terancam karena hasratnya yang liar itu. Meskipun, Ia akui jika Monica saat di ranjang lebih liar darinya. Dan itu pun Alex akui, Jika istrinya sudah menerima sentuhan nakal darinya.


"Mommy baik-baik saja. Dan kamu lupa kalau Mommy dan Daddy ini punya stamina yang ekstra?. hem?. " Jawab wanita paruh baya yang tak terlihat tua sama sekali itu. Wajahnya masih tetap cantik dan anggun. Bahkan, Tatapan nya selalu teduh dan tentunya selalu membuat suaminya terpesona.

__ADS_1


"Jadi, Jangan khawatir kan Mommy dan Daddy!. " Sambung suaminya. Yang sejak tadi hanya diam saja, Dan tak melakukan apapun. Sambil memperhatikan gerak gerik putranya yang memang selalu membuat orang tua nya pening akan sikap dan kelakuan nya selama ini. Tapi, Begitu ia menyetujui untuk menikahi gadis pilihan orang tuanya. Terlepas dari apapun niat awal Alex. Yang jelas dia sekarang jauh lebih baik.


Tak perduli dengan apapun sikapnya di awal pernikahan. Sekarang, Alex menjadi pria yang bertanggungjawab. Bahkan, Kedua orang tuanya pun tak pernah menduganya sama sekali. Jika Alex akan bisa berubah secepat ini. Monica memang membawa pengaruh baik untuk putranya. Oleh, sebab itulah Satria dan juga Jeny sangat percaya pada menantunya itu.


"Tapi, Dad ini bukan... "


"Permisi tuan, Nyonya...! Di luar ada tamu katanya keluarga dari Nyonya Monica. " Ucapan Alex terpotong saat tiba-tiba maid datang menghampiri mereka.


Jeny dan Satria juga nampak saling tatap. Seolah mereka sudah bisa menebaknya, Siapa yang datang bertamu sore ini. Tanpa ada yang mengundang nya sama sekali.

__ADS_1


"Siapa bik?. " Tanya Monica yang berniat akan beranjak dari sofanya.


"Selamat sore semuanya. " Sapa seorang wanita dengan pakaian yang sedikit seksi. Membuat Satria sangat jijik melihatnya.


Monica langsung membulat kan matanya. Saat ia melihat wajah kakaknya, Tiba-tiba saja datang ke mension tempat tinggalnya. Dengan membawa paper bag yang bisa Monica tebak. Itu adalah masakan ibunya, Untuk menunjukkan sikap kekeluargaan yang sudah lama telah rusak. Bahkan, Monica saja sampai tidak sudi lagi. Untuk berhubungan dengan mereka.


"Kak Mirna. " Lirih Monica dengan wajah terkejut nya.


Alex langsung beranjak dari tempat duduk nya. Dan pindah di sisi istrinya. Seolah ia tahu, Jika wanita yang telah menjadi sekretaris nya itu. Bukanlah wanita baik-baik. Dan ia akan menggunakan cara licik, Hanya untuk mewujudkan ambisi nya.

__ADS_1


"Ada urusan apa datang kemari?. Nona Mirna?. "


Deg!


__ADS_2