Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Waktu masih menunjukkan pukul setengah 12 siang. Monica yang baru saja selesai mengemas bekal makan siang untuk Alex. Dan akan menyuruh sopir untuk mengantarkan nya ke perusahaan. Namun, Baru saja ia beranjak dari dapur. Berniat menemui sopir nya di halaman depan. Tetapi, Bumil itu malah mengurung kan niatnya untuk beranjak pergi. Karena, Ia malah melihat Alex yang saat ini tengah berdiri di depan pintu dapur sana.


"Loh, Kok udah pulang mas?. Bukannya tadi katanya bakalan ada meeting sampe sore?. " Cecar Monica yang terkejut karena suaminya malah sudah pulang.


"Meeting nya aku tunda. " Jawabnya singkat. Lalu melirik paper bag yang ada di tangan istrinya.


Monica yang sadar akan tatapan suaminya. Kini langsung tersenyum, "Padahal aku baru aja mau nitip ini ke sopir. Buat makan siang mas. " Ucap Monica jujur.


Alex tak menjawab. Ia hanya menatap dalam wajah istrinya. Yang hari ini malah nampak begitu ceria sekali. Tidak seperti biasanya yang selalu saja ketus padanya. Bahkan, Tak pernah mau menurut dengannya juga.


Namun, Alex malah ikut menghampiri istrinya. Dan meraih paper bag itu dari tangan istrinya. "Kita makan bersama saja!. " ujarnya lembut. Nada suara yang jauh lebih terdengar pelan dari biasanya juga.

__ADS_1


Entah kenapa, Sejak tahu Monica hamil. Alex merasa ia tidak tegaan dan juga hatinya selalu berkata. Untuk selalu melindungi istri nya itu. Walaupun, Alex sendiri belum begitu sadar akan perasaan saat ini. Namun, Yang jelas setiap kali melihat wajah Monica. Hatinya selalu saja sejuk dan damai.


Monica pun menganggukkan kepalanya. Lalu ikut melangkah pergi dari dapur sana. Mengekor di belakang suaminya menuju meja makan.


"Bibi, Tolong bantu ambilkan piring dong!. " Seru Monica dengan senyum merekahnya.


Meskipun selama ini, Alex selalu bersikap cuek dan juga ketus padanya. Kadang juga membuatnya kesal. Namun, Selama menikah juga. Alex tak pernah tidak makan masakan Monica. Ia selalu saja menikmati setiap makanan yang dibuat istrinya. Walaupun entah itu sadar atau tidaknya. Yang jelas Alex masih bisa menghargai jerih payahnya. Untuk menyiapkan makanan sebagai tanda kewajiban nya sebagai seorang istri.


Alex membantu menggeser kursi untuk tempat duduk istrinya. "Terimakasih! " Ucap Monica begitu tulusnya. Meskipun, Hanya sebuah perlakuan kecil saja. Namun sudah mampu membuat Monica senang.


"Mommy dan Daddy akan datang kesini. " Alex mulai membuka obrolan nya. Saat Monica sedang mengambilkan ia makan siangnya.

__ADS_1


"Aku tahu, Mommy udah nelpon juga. " Jawab Monica sambil masih melempar senyum manisnya.


Alex diam, Namun juga sambil menerima sepiring nasi dari tangan istrinya. "Hari ini jadwal periksa kandungan kamu, Bukan?. " Tanya Alex tiba-tiba.


Monica langsung mendongak dan menatap suaminya. Merasa sedikit tak percaya, Jika Alex malah lebih mengingat nya. Daripada dirinya sendiri yang sedang hamil.


"Kamu pasti lupa. " Sambung Alex lagi. Yang sudah menebaknya dari tatapan Monica saat ini.


Monica pun langsung menyengir kuda. sambil menggaruk tekuk nya yang tidak gatal itu. "Maaf!. Aku pikir minggu depan. " Sahutnya sambil terkekeh pelan.


Alex pun hanya menghela nafasnya saja. Lalu mulai menikmati makan siangnya. Sedangkan, Monica malah lebih fokus pada wajah suaminya. Daripada makanan nya sendiri. Sehingga ia terus tersenyum bahagia. Kala Alex lambat laun mulai bersikap hangat padanya. Kehadiran Baby di dalam kandungan nya. Mampu meluluhkan hati Alex. Padahal tahu sendiri, Jika selama ini. Alex sangat anti dengan hubungan keterikatan. Apalagi, Kalau sampai memiliki anak dari wanita. Yang baginya, Hanya akan membuat dirinya ribet saja. Namun, Hal itu langsung berubah. Ketika ia tahu Monica hamil anaknya. Darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


"Habiskan makanan mu itu dulu!. Setelah itu kita langsung kerumah sakit!. " Seru Alex tanpa menatap istrinya.


"Ah, Iya... " Jawab Monica langsung gugup. Karena sadar, Sejak tadi ia hanya fokus akan ketampanan suaminya tersebut saja.


__ADS_2