
Waktu menunjukkan pukul lima sore. Alex pun baru saja tiba di Apartemen nya. Dimana Monica saat ini sedang sibuk berkutat di dapur. Seperti biasa, Wanita itu tetap masak dan selalu menyiapkan kebutuhan suaminya. Meskipun, Mereka berdua jarang sekali mengobrol. Dan nyaris tak pernah. Kalau Alex tidak sedang ada maunya.
Alex, Menatap punggung Monica dari arah belakang. Pria itu berdiri tepat di depan pintu dapurnya. Sementara, Monica belum juga sadar. Jika saat ini, Ia sedang di perhatikan dengan sangat intens oleh Alex. Namun, Nampaknya ada yang sedikit berbeda. Dari cara Alex saat ini. Ketika ia melihat Monica. Dan entah lah, Apa yang sebenarnya Alex pikir kan saat ini. Yang jelas, Pria itu sedang menyembunyikan sesuatu.
”Mas, Udah pulang?. " Tiba-tiba Monica menoleh. Dan menyematkan kalimat Mas. Dalam panggilan nya barusan pada Alex. Hingga, Pria itu menakutkan kedua alisnya bingung.
Monica mematikan kompornya, Dan malah langsung menghampiri Alex. Menatap nya dengan tatapan yang tak biasa. Alex, Pun dibuat bertanya-tanya. akan sikap Monica saat ini padanya.
”Ada yang ingin, Aku bicarakan dengan mu. Mas. ” Ujar Monica dengan senyum di bibir nya.
Ya, Wanita itu telah membuat keputusan. Setelah ia berpikir ulang. Dengan apa yang akan ia putuskan saat ini. Baginya, Ia tak akan bisa terus menerus hidup dalam bayangan.
”Ingin bicara, Apa?. " Tanya Alex sedikit was-was. Karena, Dari sikap Monica saat ini. Alex merasa ada yang tak beres.
Monica menggiring Alex, Untuk menuju ruangan tamu sana. Ia belum mengatakan hal apapun pada pria itu. Dengan segala pertimbangan nya. Monica, Akan berusaha untuk memulai hidupnya. Memantapkan hatinya, Agar ia juga bisa hidup dengan tenang dan nyaman nantinya. Meskipun, Apa yang ia putus kan saat ini. Sebenarnya sangatlah berat baginya.
__ADS_1
Alex pun hanya menurut. Saat ia digiring oleh Monica. Menuju arah sofa, Yang ada di ruangan tamu sana. Setelah keduanya duduk dengan nyaman. Barulah, Monica memulai membuka suara.
Wanita itu mengeluarkan sebuah map dari bawah meja sana. Dan memberikannya pada Alex. Dahi, Alex mengernyit. Dengan tatapan penuh selidiknya.
”Apa ini?. " Tanyanya sedikit ragu.
Monica malah tersenyum. Dan menarik tangan Alex. Untuk segera menerima map tersebut. ”Buka saja, dulu!. Mungkin setelah membacanya, Mas akan suka. " Ucap Monica dengan senyum dibibirnya.
Dengan sedikit ragu, Alex pun menurut. Pria itu mulai membuka map tersebut. Dan ikut mulai membacanya. Alex langsung melempar kembali map tersebut. Keatas meja sana, Dengan sedikit kasar. Lalu, Pria itu menatap Monica dengan tatapan tajam nya.
Tetapi, Monica masih dengan gaya santainya. Seolah ia memang sudah siap dengan kemungkinan yang ada. Karena, Inilah keputusan nya. Wanita itu telah mengambil langka yang benar menurutnya. Bahkan, Ia tidak menyangka sama sekali. Jika Alex malah berekspresi seperti ini.
”Bukannya ini adalah yang mas inginkan?. " Tanya balik Monica. Bahkan, Ia masih bisa tersenyum dengan tenang.
”Dari awal hubungan ini, Memang sudah tidak benar. Bahkan, Mas juga tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi. ” Ujar Monica dengan tak kalah tegasnya.
__ADS_1
Deg...!
Alex terkejut mendengar ucapan istrinya. Walaupun itu semua memang benar adanya. Ia sendiri sampai saat ini, Belum bisa menerima kenyataan. Jika dirinya sendiri memang telah menikah. Dengan seorang wanita yang tak pernah ia cintai. Namun, Di lain sisi ia juga merasakan hal aneh. Saat ia menatap Monica.
Alex bangkit dari tempat duduknya. Dan berniat untuk meninggalkan Monica. Namun, Langkah nya terhenti akan ucapan Monica.
”Aku hanya ingin, Kita bisa bahagia dengan jalan kita masing-masing!. " Ucap Monica dengan lirih.
"Beri aku waktu, Untuk berpikir!. " Jawab Alex yang akan melangkah pergi. Dari hadapan Monica.
"Jadi, Mau sampai kapan?. " Tanya Monica dengan lantangnya. "Aku lelah, Mas. " Lirihnya pelan dengan mata yang berkaca-kaca.
Alex tak pernah menduga sebelum nya. Jika, Monica berani meminta cerai darinya. Sementara, Usia pernikahannya saja baru seumur jagung. Bahkan, Tadi Alex merasa bagaikan benar merasa berbeda dengan Monica. Saat wanita itu melontarkan panggilan Mas padanya. Tapi, Semua itu malah hanya pemanis saja. Untuk meminta nya menandatangani surat perceraian.
Alex pun kembali duduk. Dan meraih map, Yang tadi sempat di sodorkan oleh Monica padanya. Lalu, Tanpa banyak bicara lagi. Alex malah merobek isi surat tersebut. Dengan menatap kesal kearah istrinya.
__ADS_1
”Aku tidak akan pernah mau, Untuk menandatangani nya. Puas?. Kamu?. " Ujarnya yang langsung pergi dari hadapan istrinya.