
"Sayang, Kalian sudah datang?. " Jeny menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan senyum yang merekah.
Wanita paruh baya yang sama sekali tak menua itu, Selalu saja bersikap ramah dan ceria. Dengan semua orang, bahkan tak pernah pandang bulu. Mau dia dari kalangan kebawah ataupun kalangan atas. Jeny tak pernah membeda-bedakan derajat seseorang.
Monica tersenyum sambil terus di gandeng suaminya. Karena Alex sejak tadi tak pernah mau melepaskan tangan istrinya. Seolah ia sedang bersikap sangat posesif pada istrinya. Dan tindakan Alex saat ini, Bisa di lihat oleh kedua orang tuanya. Dimana, Pasangan paruh baya itu mengulum senyumnya saja. Sambil menggeleng pelan. Akan sikap posesif Alex pada menantunya.
"Pelan-pelan, Sayang! " Ujar Alex tanpa rasa canggung sedikitpun. Memanggil istrinya dengan panggilan sayang.
"Aku bisa jalan sendiri, Mas. " Bisik Monica yang merasa susah bergerak. Ketika suaminya malah semakin lengket dengannya.
Perutnya yang mulai buncit. Dan berat badannya yang mulai naik. Membuat Monica kadang mulai merasa lelah. Namun, Jika soal urusan ranjang Monica malah tak akan menolaknya. Seakan ada dorongan dari tubuhnya sendiri. Untuk menginginkan hal itu. Apalagi, Ketika mengingat betapa nikmatnya sentuhan suaminya itu. Sehingga wajar saja jika banyak wanita di luar sana. Yang begitu menggilai sentuhan Alex.
__ADS_1
"Alex... Istri mu akan aman disini. Jadi, Jangan terlalu khawatir begitu!, " Ucap Jeny dengan sedikit ledekan nya pada putranya tersebut.
"Apa kau tidak akan ke perusahaan, Lex,? " Sambung Satria bertanya dengan sedikit memberikan sindiran nya juga.
Sontak membuat Alex terkejut. Dan mulai sadar jika ia memang ada meeting pagi ini bersama klien nya. Melihat tingkah putranya saat ini, Satria pun sudah bisa menebaknya. Jika Alex pasti telah lupa akan urusan pekerjaan nya hari ini.
Jeny dan Monica ikut menatap kearah Alex. Dimana Monica hanya diam, Sementara Mommy nya langsung menggeleng kan kepala nya saja. Putranya yang terkenal dengan julukan sang cassanova sejati, Saat ini malah nampak seperti orang yang sedang di mabuk cinta. Sehingga lupa dengan pekerjaannya sendiri.
Monica hanya menganggukkan kepala nya saja. Karena ia juga tahu, Jika Alex akan ada meeting pagi ini. Hanya saja ia sejak tadi terlalu bingung akan sikap Alex padanya. Bahkan, Saat sebelum beranjak pergi. Alex langsung mengecup kening Monica.
"Hati-hati, Mas,! " Monica meraih tangan suaminya. Dan mencium punggung tangan Alex begitu takzim. Seperti biasanya sebelum suaminya berangkat bekerja. Meskipun, Selama ini hubungan mereka tak seharmonis sekarang ini.
__ADS_1
Namun, Monica tak pernah bersikap di luar batas. Dan ia juga masih terus melakukan kewajiban sebagai seorang istri pada umumnya.
Alex tersenyum dengan sangat merekah. Sehingga kedua orang tuanya. Hanya memilih diam sambil mengulum senyumnya saja.
"Aku akan segera kembali, Sayang. Jadi, jangan pergi ke mana-mana sebelum aku menjemputmu nanti!, " Serunya lagi sambil terus tersenyum.
"Begini nih, Kalau udah jatuh cinta. " Sindir Jeny dengan lantangnya.
Alex langsung mengatup rapat mulutnya. Dan meraih punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Sebelum ia benar-benar beranjak pergi dari mansion orang tuanya itu. Sedangkan, Monica hanya mengulum senyumnya saja, Akan sikap suaminya yang malah terlihat aneh baginya.
Bagaimana tidak?. Seorang pria seperti Alex berubah drastis hanya dengan waktu yang sangat singkat. Apalagi untuk perihal jatuh cinta. Dan ucapan Mommy mertuanya itu, Seolah hanya sebuah argumen biasa saja baginya. Walaupun sebenarnya, Sikap Alex memang sudah terarah kesana.
__ADS_1