Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Pov Lidya Paramita


__ADS_3

Pov Lidya Paramita


Namaku Lidya Paramita, saat ini umurku sudah dua puluh lima tahun, aku menikah saat umurku dua puluh dua  tahun. Aku menikah saat aku baru saja lulus kuliah S1. Aku menikah dengan laki-laki yang bernama Daswan. Dia merupakan pacarku sejak kelas 1 SMA. Kami pacaran selama tujuh tahun hingga akhirnya kami sepakat untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.


Aku sangat mencintainya, karena dia laki laki sederhana. Walaupun dia bukan orang kaya, tapi dia mempunyai sifat yang baik dan romantis.


Saat aku SMA, banyak yang bertanya. Kenapa wanita secantik aku, mau pacaran sama laki laki jelek dan juga miskin? Dan aku hanya menjawab dengan senyuman. Sulit menjelaskan kepada mereka, bahwa cinta itu tidak memandang rupa dan harta. Jika kita merasa nyaman, mengapa kita harus menolak saat ada yang mengatakan "I Love You".


Mungkin banyak yang menertawakan aku dan mengira aku ini bodoh. Aku menolak laki laki yang sangat kaya, tampan, cerdas hanya demi laki laki dengan tampang biasa, miskin dan selalu rangking satu dari belakang. Dan juga terkenal dengan kenakalannya. Tapi dia baik dn romantis, itu menurut penilaianku.


Saat lulus SMA dan aku daftar kuliah bersamaan dengan Daswan. Sebenarnya Daswan, tidak berminat kuliah karena gak ada biaya. Tapi aku terus mendesaknya dan berjanji akan membiayai dia sampai dia lulus. Alhirnya dia pun mengiyakan.

__ADS_1


Aku memang bukan orang kaya, tapi aku juga bukan orang miskin. Aku termasuk cukup orang yang berada. Papaku seorang dosen dan mamaku seorang perawat di sebuah rumah sakit.


Sedangkan untuk membiayai kuliah Daswan, aku terpaksa membongkar hasil tabunganku. Ya aku selalu nabung dengan menyisihkan uang sakuku setiap hari.


Saat SMA, aku di kasih uang saku 50 rb perhari. Dan hanya aku gunakan 10 rb sedangkan yang 40 rb, aku tabung. Aku bukan pelit tapi aku belajar hemat, jadi aku hanya jajan sesekali aja jika aku pengen.


Andai aku gak nabung sejak kelas satu, entah bagaimana aku bisa membiayai pacarku.


Jika kalian mengatakan aku bodoh, aku gak perduli. Yang penting aku bahagia bersama Daswan.


Aku juga yang mengerjakan semua tugas Daswan jika dia males untuk mengerjakan tugasnya mungkin dia lelah bermain bersama teman temannya. Dan aku juga tak keberatan buat membantu dia mengerjakan semua tugas tugasnya.

__ADS_1


Karena aku ingin nantinya aku dan dia lulus bersama.


Hingga tak terasa 4 tahun di kampus sudah berlalu. Aku dan Daswan memutuskan untuk menikah, awalnya papa gak setuju karena ia merasa bahwa Daswan bukan laki laki baik, namun aku terus membujuk papaku dan dengan berat hati, papa akhirnya menyetujuinya.


Pernikahan pun di gelar cukup mewah, karena aku merupakan anak tunggal. Jelas papaku ingin memberikan yang terbaik untuk putri satu satunya.


Setelah lulus kuliah, Mas Daswan menganggur hingga membuat papaku gregetan. Akhirnya papaku lah yang berperan mencarikan pekerjaan untuk suamiku, Daswan.


---


Selamat menikmati ceritaku teman-teman. Semoga kalian terhibur dengan cerita yang aku sajikan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya. Terima Kasih.


__ADS_2