Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Sekarang suamiku kerja di pabrik sebagai Manajer HRD. Yah, sahabat papaku memberikan posisi jabatan yang cukup tinggi. Karena berkat papalah, sahabat papa yang bernama Pak Gunawan itu bisa mendirikan pabrik sampai sebesar ini.


Gajinya pun cukup besar, hanya saja yang di berikan kepadaku hanya setengahnya sedangkan setengahnya lagi, entah ia pakai untuk apa. Namun aku gak protes, karena aku sadar, di sini aku hanya menerima uang tanpa susah payah bekerja keras seperti Mas Daswan.


Selama satu tahun, pernikahan kami baik baik aja. Namun memasuki tahun kedua, Mas Daswan menginginkan seorang anak. Aku pun meminum obat penyubur kandungan yang aku beli di apotik, namun 3 bulan aku mengonsumsinya tapi tidak hasil.


Sehingga aku memutuskan mengajak Mas Daswan, untuk periksa bersama. Setelah melalui berbagai macam tes. 3 Hari kemudian hasilnya keluar. Dan saat itu, aku lah yang mengambil suratnya karena Mas Daswan gak bisa ikut karena ada pekerjaan.


Saat aku membukanya betapa kagetnya aku, ternyata di sini Mas Daswanlah yang bermasalah. Ia terkena Azoospermia. Dimana tidak ada satupun ****** yang di miliki Mas Daswan.


Aku gak mungkin mengatakan yang sejujurnya kepada Mas Daswan. Karena ia pasti sedih dan aku gak mau itu terjadi. Bagaimanapun, itu adalah aib. Jika orang orang tau, mereka pasti akab mencemooh Mas Daswan sebagai laki laki yang mandul.

__ADS_1


Akhirnya aku memilih menyembunyikan hasilnya itu dari Mas Daswan, itu jauh lebih baik. Aku akan jujur, tapi aku akan menunggu di waktu yang sangat tepat.


---


Saat suamiku pulang dan menanyakan masalah hasilnya, aku bilang jika aku dan dia sama sama subur. Untunglah Mas Daswan percaya bahkan ia juga gak meminta hasil lab nya.


Namun saat memasuki tahun ketiga, suamiku dan juga mertuaku mulai berubah. Suamiku kecewa karena aku tak kunjung hamil. Lagian bagaimana mungkin aku bisa hamil, jika suamiku gak punya ****** satu pun.


Aku tak menyalahkan sikap dinginnya karena memang aku yang salah, aku tak jujur padanya. Andai aku jujur, mungkin kejadiannya gak akan seperti ini.


Tapi bagaimana mungkin aku bisa jujur, aku gak bisa membuat dia terluka jika tau kenyataan yang sebenarnya.

__ADS_1


Aku hanya bisa berdoa semoga akan ada keajaiban dimana suamiku bisa sembuh dan aku bisa hamil. Karena sejujurnya aku juga sudah menginginkan seorang anak, aku juga merasa kesepian di rumah saat suami berangkat kerja dan aku hanya sendirian di rumah, gak punya teman dan hanya nonton tivi setelah semua pekerjaan rumah, aku selesaikan.


Semakin hari, aku merasa suamiku semakin berubah. Ia juga sibuk sama Hp nya, entah dia chatan dengan siapa, aku gak tau. Karena aku pun gak pernah di izinkan memegang Hp nya.


Aku kadang mulai lelah dengan hubungan yang tak lagi harmonis, di rumah aku dan suamiku seperti orang asing. Dia selalu mengabaikan aku dan bersikap dingin padaku.


Jangan di tanya bagaimana perasaanku karena sungguh itu adalah hal yang sangat menyakitkan.


\===


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


__ADS_2