Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Kesal


__ADS_3

Karena kesal melihat Lidya dengan laki laki lain, Daswan pun memilih pulang dengan naik ojek. Karena ia gak mungkin jalan kaki karena jarak yang cukup jauh. Sesampai di rumah, Daswan langsung masuk kamar, dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


Desi yang tau putranya sudah pulang, langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Nak, kamu kenapa lesu gitu?" tanya Desi sambil membelai rambut putranya.


"Aku kesel bu," jawab Daswan.


"Kesel kenapa?" tanya Desi lembut.

__ADS_1


"Aku tadi liat Lidya sama laki laki lain bu, aku takut mereka menjalani hubunggan dan menikah. Aku belum siap melepaskan Lidya bu, aku mencintainya dan aku ingin rujuk kembali dengan Lidya," ucap Daswan menitikkan air mata. Yah, ia menangis karena rasa takut kehilangan wanita yang beberapa tahun ini selalu ada untuknya.


"Nak, lebih biak kamu ikhlaskan aja. Ibu juga sebenarnya berat kehilangan Lidya, tapi apalah daya. Dia sudah menjadi mantan kamu, dan dia gak mungkin kembali sama kamu setelah apa yang kamu lakukan padanya. Ibu juga sadar, dan ibu menyesal. Gara gara keeogisan kita, sekarang hidup kita kayak gini, kaki kamu lumpuh ya walaupun hanya sementara. Tapi jujur, ibu takut. Jika kamu terus menganggu Lidya, ibu takut papanya semakin murka sama kamu. Ibu takut, dia akan membuat kamu lebih parah dari yang sebelumnya. Ibu ga mau kehilangan kamu nak, kamu itu putra ibu satu satunya. Ibu gak rela jika kamu kenapa napa karena ulah papanya Lidya. Lebih baik, kamu cari wanita yang lebih baik dari dia, yang lebih cantik, lebih kaya dan lebih segalanya dari dia. Ibu yakin, kamu pasti bisa mendapatkannya. Walaupun wajah kamu pas pasan, tapi kamu lihai dalam gombalin wanita, ibu yakin, banyak wanita yang luluh dengan kata kata manisnya kamu," tutur Desi menasehati putranya ibu.


"Tapi ibu, aku mencintai Lidya, gak mudah menjalin hubungan dengan wanita lain. Apalagi aku sama Lidya itu sudah 10 tahun ibu bersama sejak kelas satu SMA, aku gak rela jika Lidya jatuh ke dalam pelukan orang lain. Aku ingin Lidya menjadi milikku kembali, bu," ungkap Daswan.


"Tapi nak, jika kamu mencintai Lidya, kenapa kamu bisa mencintai Lisa?" tanya Desi.


"Tapi nak, sekarang Lidya dan kedua orang tuanya begitu membenci kamu dan juga ibu. Susah buat kamu untuk bisa kembali dengan Lidya," imbuh Desi.

__ADS_1


"Aku yakin bu, suatu saat Lidya pasti akan kembali sama aku. Aku akan berusaha agar bisa membuat Lidya jatuh cinta kembali sama aku," ujar Daswan.


"Baiklah terserah kamu, tapi ibu harap kamu lebih hati hati lagi. Jangan melakukan apapun yang membuat mereka semakin marah sama kita. Ibu gak mau, jika papanya Lidya melukai kamu lagi,"


"Baik bu, aku janji. Aku gak akan melakukan hal hal seperti dulu lagi,"


"Iya sudah, sekarang kamu mandi, terus makan. Ibu sudah masak buat kamu,"


"Iya bu."

__ADS_1


Setelah itu, Desi pun keluar dari kamar Daswan. Sedangkan Daswan ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera mandi lalu makan. Karena perutnya juga sudah meronta ingin segera di isi.


__ADS_2