Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Nikah Sirri? Cerai?


__ADS_3

Pov Daswan


Setelah mengambil kalung Lidya, aku langsung pergi ke apartemen Lisa. Dan seperti biasa, aku langsung di suguhi pemandangan yang lagi lagi membuat gairahku membara.


Ya, Lisa selalu menyambut kedatangan ku dengan pakaian sexinya.


"Sayang ... apa yang kamu bawa?" tanyanya melihat ku yang menyembunyikan sesuatu.


"Pejamkan mata kamu, maka kamu akan tau apa yang aku bawa," jawabku tersenyum dan ia menuruti ucapanku.


Saat Lisa memejamkan mata, aku memakaikan kalung yang pernah aku belikan khusus untuk Lidya. Namun sekarang aku ambil lagi dan aku berikan untuk Lisa.


"Sayang ... kalungnya bagus banget. Makasih ya," ucap lisa sambil memelukku dan aku pun membalas pelukannya.


"Ayo duduk, aku lelah kalau berdiri terus," ujarku dan dia mengiyakan.

__ADS_1


Aku dan dia duduk di sofa, ia merebahkan kepalanya di pahaku dan aku mengelus rambutnya yang begitu lembut dan harum.


"Sayang ... aku kini sudah hamil. Kamu kapan akan menceraikan istri kamu dan nikahin aku?" tanya Lisa yang membuat aku kaget. Gak menyangka bahwa Lisa akan menanyakan hal seperti itu.


"Sayang ... aku juga sebenarnya ingin sekali menceraikan Lidya. Tapi aku gak bisa?"


"Kenapa gak bisa?" tanyanya dengan wajah cemberutnya yang membuat aku sangat gemas.


"Karena aku bisa bekerja sebagai manajer, itu berkat papanya sayang. Kalau aku menceraikan Lidya. Tidak menuup kemungkinan, papanya akan meminta sahabatnya untuk memecat aku. Kamu mau aku jadi pengangguran?" tanyaku halu, aku bicara selembut mungkin karena aku tak mau di salah faham atau aku takut, jika kata kataku akan menyakiti hati dan perasaannya.


"Baiklah aku mengerti posisi Mas. Tapi bisakah jika mas menikahiki secara diam diam?"


"Iya,"


"Baiklah jika itu mau kamu, besok aku akan mengajukan cuti. Dan setelah itu kita akan keluar kota dan kita menikah sirri di sana. Gimana? kamu mau?"

__ADS_1


"Mau sayang. Mau banget. Makasih ya,"


"Sama sama. Aku gak akan membiarkan kamu sedih. Dan aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan kamu," ucapku sambil mencium keningnya.


\====


Keesokan harinya aku mengambil cuti selama satu bulan, dan aku pergi ke luar kota bersama Lisa. Tentu kepergian ku kali ini, adalah untuk menikah sirri dan liburan. Apalagi yang akan akan aku lakukan, selain menikah dengan wanita yang aku cintai. Aku juga sudah menghubungi ayah dan ibuku dan aku juga sudah memberikan tiket kereta kepada mereka. Karena aku gak bisa menjemput mereka langsung, jadi aku meminta mereka berangkat sendiri dan nanti aku dan kedua orang tuaku akan bertemu di kota yang akan aku tuju. Kota yang akan menjadikan sejarah di mana aku menghalalkan wanita yang aku cintai dan tengah mengandung buah hatiku.


Di sana aku juga mengundang ayah dan ibunya Lisa. Ya aku juga mengundang mereka, karena bagaimanapun mereka adalah kedua orang tua Lisa dan akan menjadi mertuaku. Bagaimanapun aku juga butuh restu dari ayah dan ibunya Lisa agar pernikahanku dan Lisa menjadi berkah.


Untuk acara nikahnya sih, akan di adakan satu Minggu lagi sedangkan yang tiga Minggu untuk liburan bersama kedua orang tuaku dan juga kedua orang tua Lisa. Aku ingin mereka akrab karena bagaimanapun setelah aku dan Lisa menjadi pasangan yang halal, otomatis mereka juga akan menjadi besan.


Mereka juga sudah mengetahui kehamilan Lisa, dan mereka sangat bahagia terutama ayah dan ibuku yang memang sudah kepengen banget gendong cucu. Tak ada yang memarahiku karena aku menghamili Lisa terlebih dahulu, yang ada mreka bahagia karena gak lama lagi cucu pertama mereka akan hadir di dunia ini.


\====

__ADS_1


Saat ini, aku sudah berada di sebuah penginapan yang mana ini akan menjadi tempat tinggal sementara selama aku dan Lisa menghabiskan waktuku di sini.Sedangkan untuk kedua orang tuaku dan kedua orang tua Lisa sudah aku siapkan penginapan yang berada tepat di sebelah kamarku.


Jujur, aku sudah gak sabar menunggu satu MInggu itu tiba, aku sudah gak sabar untuk bisa memiliki Lisa seutuhnya. Istri keduaku yang akan menjadi permata hatiku, menjadi belahan jiwaku.


__ADS_2