Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Pov Lisa (Frustasi)


__ADS_3

POV Lisa


Setelah kepergian kedua orang tuaku, aku langsung menjatuhkan diriku ke lantai. Aku gak menyangka bahwa hidup ku akan sehancur ini. Hanya dalam sekejab, kebahagiaan yang aku rasakan menjadi sebuah tangisan air mata.


Aku begitu bahagia saat aku sudah sah jadi istri dari Daswan Pramuji, namun kebahagiaan itu hanya hitungan detik. Karena selanjutnya, aku malah mendapatkan masalah yang begitu besar dimana semua keburukanku sudah di ketahui oleh kedua orang tuaku bahkan di ketahui publik.


Bakan kini aku menjadi janda, aku hanya berstatus istri hanya dalam hitungan menit. Sekarang, yang ada dalam fikiran ku adalah bagaimana agar kedua orang tuaku mau memaafkan diri ku dan bagaimana nasib aku kedepannya, dan bagaimana anak yang kini ada dalam kandunganku? Akankah Dito mau menikahiku?


Ya tuhan ... aku benar benar frustasi. Langkah apa yang harus aku lakukan sekarang, apalagi kejadian tadi di siarkan secara langsung. Aku bahkan sudah tak punya muka untuk keluar, siapa yang akan membantuku kali ini. Sedangkan kedua orang tuaku sudah kecewa berat, Mas Daswan sudah menceraikan kan aku, keluargaku sudah membenciku setelah apa yang aku lakukan. Dan teman temanku, mereka membenciku bahkan mereka jijik untuk bertemu denganku kembali. Kepada siapa kini aku harus mengeluh dan mengadu?

__ADS_1


Kenapa karma ini datang begitu cepat? Kenapa aku gak di biarkan bahagia terlebih dahulu? Haruskan aku menggugurkan kandunganku? Aku juga tak mungkin merawat anak ini seorang diri, tapi aku juga tak mungkin membunuh darah dagingku sendiri.


Apakah ini adalah karma ku setelah apa yang aku perbuat selama beberapa tahun, apakah karmaku datang secepat ini?


Saat ini, aku juga pasti sudah di pecat, sangat mudah buat orang yang punya kekuasaan untuk memecatku secara tak hormat, terlebih selama ini aku jarang masuk kerja padahal aku masih termasuk karyawan baru. Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku gak mungkin luntang lantung di jalan, terlebih saat ini aku ada di kota orang. Uang yang aku pegang pun mungkin hanya cukup untuk beberapa minggu saja dan aku tak mungkin tinggal di sini karena di sini gak ada satu orang pun yang aku kenal.


Aku harus segera kembali, aku akan mencoba untuk mencari Dito dan berusaha ngomong baik baik dengannya. Aku harap Dito mau bertanggung jawab atas anak yang aku kandung.


Hari ini aku kembali ke apartemenku, namun aku tidak bisa bebas seperti dulu. Karena sepanjang jalan banyak orang yang mencemohku, menghinaku dan mengatakan aku dengan kata kata menyakitkan, murahan, pelacur, gadis gak punya harga diri, malu maluin, pelakor, dan lain sebagainya.

__ADS_1


Dan itu membuat aku muak dan juga stres, hingga akhirnya aku memilih memakai topi, masker dan juga kaca mata hitam dan sedikit merubah penampilankku agar tak ada lagi yang mencemoh diriku lagi.


Aku juga sudah memotong kartuku dan membeli kartu baru dengan memakai nomer cantik agar mudah di ingat. Dan semua sosial mediaku sudah aku non aktivkan agar tak ada lagi yang menyerbu akunku. Aku juga menjual barang barang berhargaku terutama apartemen dan memilih untuk ngontrak di tempat yang agak sepi namun tetap aman karena ada satpam yang berkeliling tiap hari, siang malam.


Barang barang branded juga sudah aku jual seperti tas, sepatu, jam tangan, jaket, kaca mata, baju semuanya aku jual. Aku hanya mempunyai baju yang bagus namun harganya di bawah 500 ribuan.


Paling tidak, saat ini aku cukup punya uang untuk bertahan selama beberapa bulan ke depan, jika aku hemat. Sebenarnya aku ingin sekali, pulang ke rumah kedua orang tuakku, tapi aku yakin mereka pasti akan mengusirku setelah apa yang aku perbuat ke mereka. Terlebih jika sampai ketahuan tetangga, entah apa yang akan terjadi. Pasti aku akan di usir dari sana.


Saat ini, aku hanya bisa diam diri di kamar kontrakanku, untunglah yang punya kontrakan gak sadar, siapa diriku. Mungkin jika pemilik kontrakan tau, pasti dia gak akan menerima ku menyewa kontrakan ini selama satu tahun lamanya.

__ADS_1


Untuk makan, aku memilih untuk beli sayur, daging dan perlengkapan dapur lewat online. Yah, agar bisa hemat, aku harus masak sendiri. Untuglah saat aku kecil hingga aku kelas satu SMA, aku sering bantu ibu memasak jadi sekarang aku bisa masak sendiri tanpa harus beli makanan di luar. Karena kalau beli, maka uang yang seharusnya cukup untuk beberapa hari, hanya cukup untuk sehari doang.


Aku akan menghubungi Dito, dan memberitahu tentang kehamilanku ini. Aku ingin dia bertanggung jawab, besok aku akan ke rumah Dito untuk menemuinya. Aku harap, dia mau bertanggung jawab karena bagaimanapun anak yang aku kandung adalah darah dagingnya.


__ADS_2