Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Racun Sianida


__ADS_3

Menit, Jam, Hari, MInggu pun berlalau. Tak terasa sudah satu bulan sudah Resto Lily di buka. Dan Alhamdulillah banyak banget pelanggannya, tak kalah jauh sama yang satunya. Lidya sangat bersyukur sekali, kini resto nya dua duanya berjalan dengan lancar. Jika gini terus, maka Lidya bisa cepat cepat membuka cabang lagi.


Lidya juga sudah akrab dengan semua pegawainya termasuk Sila, ternyata dia wanita yang sangat ramah dan mudah akrab dengan apapun, selain Sila, Lidya juga akrab dengan Aisyahh, dia wanita yang berhijab cukup panjang. Wanita sholehah yang selalu mengutamakan ibadahnya. Bahkan ia selalu minta izin untuk sholat, saat Adzan mulai terdengar, Lidya pun mengizinkan Aisyah untuk sholat berjamah di masjid yang tak jauh dari restorannya. Bahkan Lidya mendukung apa yang di lakukan oleh Aisyah.


Saat ini Lidya lagi di ruangannya, ia gak terlalu kerja keras karena ada Sila yang membantu dirinya mengurus keuangan. Lidya hanya memantau masalah bahan mentah yang ia pesan langsung dari temannya, dan memastikannya semuanya berjalan dengan lancar.


Hari ini Sila mengajak dirinya untuk santai santai sambil minum juz. Bahkan hari ini, Sila rela turun sendiri ke dapur hanya untuk membuatkan dirinya juz. Padahal Sila jarang ke dapur karena memang bagiannya bukanlah di dapur.


Saat ini, Sila dan Lidya duduk santai, dengan minuman juz yang ada di samping mereka. Namun tiba tiba, mata Lidya menangkap wajah Aisyah yang melambaikan tangan lalu menempelkan telunjuk di bibirnya. Seakan akan Aisyah menyuruh Lidya menghampirinya tanpa membuat Sila curiga. Lidya pun tersenyum sambil sedikit menganggukkan kepala seakan akan ia mengatakan bahwa ia akan kesana.


"Sil, aku ke toilet bentar, mendadak perutku mules banget," ujar Lidya berbohong. Ya untuk pertama kalinya ia berbohong namun firasatnya mengatakan ia harus segera menghampiri Aisyah tanpa harus di ketahui oleh Sila.


"Loh minum dulu juznya, aku sudah capek loh buat khusus untuk Mbak Lidya," ucapnya namun saat Lidya menghadap ke arah Aisyah, Aisyah malah melambaikan tangan lagi seakan mengatakan jangan di minum.


"Kamu liat apa mbak di sana, kayaknya liat ke sana terus?" tanya Sila sambil melihat ke arah di mana Lidya menatapnya. Namun Aisyah pun langsung bersembunyi sehingga Sila tak melihatnya.


"Enggak, aku cuma merasa ingin merenovasi dinding itu, mau aku ubah menjadi seperti sedang bertamasya di kebun. Iya udah, perutku mules banget, aku ke toilet dulu," tanpa menunggu jawaban dari Sila, Lidya pun pergi menjauh dan setelah itu Aisyah pun segera pergi dan menghampiri Lidya.

__ADS_1


"Mbak Lidya, ayo ikut aku, cari tempat aman," ujar Aisyah sambil menarik tangan Lidya ke ruangan Lidya. Ya, hanya ruangan Lidya yang aman, karena gak ada satu orang pun yang bisa memasukinya karena pintu itu hanya bis adi buka jika Lidya menempelkan tanganya di pintu.


Setelah Aisyah dan Lidya masuk ke dalam ruangannya, Aisyah pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan


"Untunglah Mbak Lidya gak minum juz itu," ucap Aisyah bernafas lega.


"Emang ada apa Aisyah?" tanya Lidya, ia memanggil Aisyah karena memang umur Aisyah lebih muda dua tahun darinya.


"Itu ada racunnya. Kalau Mbak Lidya minum, hitungan menit Mbak Lidya bisa meninggal," jawab Aisyash membuat Lidya kaget dan tak percaya.


"Tadi saat Mbak Sila buat juz, aku gak sengaja melihat Mbak Sila mencampurkan bubuk sianida ke minuman Mbak Lidya," balas Aisyah memberitahu.


"Kamu jangan bicara sembarangan Aisyah, gak boleh ngomong seperti ini, apalagi selama ini Sila baik ke kita semua, dia wanita yang sangat ramah," ucap Lidya menasehati Aisyah.


"Enggak mbak, dia bukan wanita baik baik, selama ini dia selalu berusaha mencelakai Mbak Lidya, tapi aku selalu berusaha untuk menggagalkannya tanpa sepengetahuan dia. Tapi hari ini, dia sudah sangat keterlaluan. Dia memberikan bubuk sianida ke minuman Mbak Lidya. Kalau Mbak Lidya gak percaya, Mbak Lidya bisa lihat vidio ini," Aisyah memberikan Hp nya dan memperlihatkan vidionya ke Lidya.


"Haha bentar lagi, kamu akan mati Lidya. Aku pastikan dengan bubuk sianida ini, kamu akan mati hanya hitungan menit, kamu sudah membuat aku malu dengan membeberkan semua kebusukanku di depan kedua orang tuaku dan teman temanku, gara gara kamu juga Mas Daswan menceraikan aku di hari itu juga. Bahkan semua orang membenciku hingga aku harus operasi wajah seperti ini. Aku akan puas setelah memastikan kamu meninggal di depan mataku sendiri hahahaa," Sila alias Lisa tertawa yang menyeramkan. Yah, dia kini ada di dapur yang cukup kedap suara hingga suaranya gak terdengar ke luar. Ia juga membuat juz di saat pelayan yang lain sedang istirahat karna memang waktunya makan dan sholat dhuhur. Aisyah yang memang izin sholat lebih dulu sehingga saat temannya pamit mau sholat, ia sudah selesai sholat. Jadi ia bisa beberes dapur dan melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Namun siapa sangka, ia malah mendapatkan hal yang begitu mengejutkkan.


Lidya bahkan sampai menutup mulut karena tak menyangka bahwa firasatnya benar, bahwa Sila itu adalah Lisa. Lisa ArSila. Yang kini di panggil Sila.


"Mbak, lebih baik Mbak LIdya segera nelfon polisi agar polisi segera menangkap Mbak Sila. Aku takut, dia akan berbuat nekat lebih dari ini. Kita juga sudah punya bukti," ujar Aisyah. Lidya menganggukkan kepala. Ia pun segera menelfon polisi terdekat dan melaporkan Sila.


Tak lama kemudian, beberapa polisi pun datang dan langsung menemui Lidya dan Aisyah. Lidya segera membwa polisi itu ke taman belakang yang memang terhalang CCTV. Polisi langung menangkap Sila atau Lisa tanpa ba bi bu. Polisi satuya mengambil juz yang akan di berikan untuk Lidya namun belum sempat minum. Lidya juga memberikan rekaman itu kepada polisi, karena memang ada 3 polisi yang datang.


"Apa maksud kamu Mbak? Kenapa aku di tangkap?" tanya Sila.


"Jangan pura pura lagi Lisa, aku tau kamu itu Lisa, wanita yang telah merusak rumah tanggaku. Aku tau di minuman itu, kau sudah mencampur sianida. Jangan mengira aku ini bodoh, dan kamu harus mempertanggungjawabkan kesalahan kamu dan merenungi kesalahan kamu di sel tahanan. Karena kamu sudah berkali kali mencoba untu membunuhku dan saat ini, kamu sudah sangat kelewatan," ujar Lidya. Banyak karyawan dan beberapa pelanggan yang melihatnya karena mereka penasaran saat ada polisi yang datang ke resto Lily.


"Hahaha ternyata kau sudah tau ya. Padahal aku belulm berhasil membunuh kamu," sinis Sila / Lisa dengan tatapan amarahnya.


"Ya, kamu gak akan pernah berhasil membunuhku karena ada Allah yang selalu mellindungiku. Pak, silahkan bawa perempuan ini karena saya sudah muak melihatnya, saya nanti juga akan datang ke sana sebagai saksi," perintah Lidya karena ia sudah muak melihat wanita iblis yang selama ini menjelma menjadi wanita yang sangat baik.


Polisi pun segera membawa Lisa, beserta juz dan juga rekamannya. Dan setelah itu, Lidya pun meminta maaf kepada semua yang melihatnya atas kekacauan hari ini. Tak lupa Lidya juga mengucapkan terima kasih kepada Aisyah dan meminta Aissyah menggantikan posisi Lisa karena Lidya percaya, Aisyah adalah wantia yang jujur dan pantas mendapatkan posisi yang cukup tinggi.

__ADS_1


__ADS_2