
Hari ini Lidya berangkat ke resto dengan di antar sopir sekaligus bodyguardnya. Lidya terpaksa duduk di belakang, karena di samping sang sopir, juga ada bodyguardnya. Yah, ia membawa dua bodyguard kemana mana dan itu atas suruhan papanya karena ia gak mau jika Lidya di ganggu lagi oleh mantan suaminya itu.
Sesampai di resto, ia langsung di sambut hangat oleh teman temannya itu. Di sana ada Ibu Tari (Tetangga sebelahnnya yang dulu membantu dirinya saat ada pesanan banyak), ada juga Adi, Ratna, Ayu, Bagas, Bayu, dan juga Citra.
Bagas bagian kasir, Bayu dan Ayu sebagai pelayan, Adi dan Citra yang memasak. Sedangkan Ratna, Ibu Tari, dan Lidya sendiri yang memasak dan menyiapkan cathering khusus yang memesan secara online. Semuanay di kasih tugas masing masing. Lidya juga sudah menaruh lowngan kerja di depan resto, karena ia benar benar membutuhkan karyawan secepat mungkin.
"Hai semua, maaf ya aku telat," ujar Lidya tersenyum, ia dirinya telat 10 menit dan semua karyawan yang sudah ia anggap keluarga sendiri, ada di depan resto, mereka gak bisa masuk karena kunci resto di pegang oleh Lidya sendiri.
"Gak papa kog Li, aku juga baru datang," ucap Bagas santai. Ia memang memanggil nama Lidya, karena memang Lidya yang suruh. Usia Bagas dan Lidya pun juga seumuran.
"Iya udah ayo masuk, sebelum memasak dan menyiapkan semuanya, kita bersih bersih dulu ya, biar bersih dan yang datang pun merasa nyaman," ujar Lidya.
__ADS_1
"Oke, bos," jawab mereka semua serempak. Lidya hanya tersenyum melihat semangat mereka.
Dan setelah resto di buka, mereka pun berpencar dan membersihkan resto sebersih mungkin Setelah selesai, mereka baru langsung fokus sama tugas masing masing. Dan benar saja, tak lama kemudian, mulai ada pelanggan yang datang, sehingga membuat Adi dan Citra langsung bergegas mememasak pesanan mereka. Untunglah semua bahan sudah siap, Lidya memang selalu memesan semua makanan itu secara online kepada temannya yang kebetulan membuka toko yang menjual berbagai macam sembako murah namun berkualitas. Untuk daging dan sayuran, Lidya sudah memesan kepada kakak kelasnya. Dan mereka akan mengirimkan setiap jam 8 malam, agar keesokan harinya bisa langsung di pakai.
\====
Sore hari, ternyata ada beberapa yang melamar kerja, dan Lidya pun dengan sigap langsung memberikan mereka pertanyaan dan juga menguji mereka sedikit. Setelah puas dengan hasilnya, Lidya langsung menyuruh mereka kerja hari ini juga karena memang, sekarang resto yang ia kelola sedang kewalahan. Hanya ada 3 yang Lidya terima, dan mereka itu adalah Dewi, Fitri dan juga Gibran.
Lidya gak menyangka, bahwa ternyata banyak juga yang minat untuk bekerja di restorannya.
Malam hari, sekitar jam 7 malam, Lidya mendengar ada keributan di luar. Ia pun segera melihatnya dan ternyata di sana ada mantan suaminya. Ya, Lidya pasti tau apa tujuannya, yaitu mencoba untuk mendekatinya dan mengajak untuk rujuk. Namun Lidya, bukan lagi orang bodoh. Ia segera menelfon bodyguardnya untuk mengusir Daswan dan jangan sampai membuat keributan di depan resto.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian, ia melihat Daswan sudah gak ada lagi dan suasan kembali aman.
Lidya walaupun dirinya yang mempunya resto, tapi ia juga tak kalah sibuknya dengan pegawai resto. Namun ia gak mengeluh sedikitpun, malah ia bahagia karena semakin ia sibuk, itu artinya usaha yang ia kelola berjalan lancar. Kalau ia gak sibuk, itu artinya resto sepi atau pelanggan berkurang. Jadi semakin Lidya sibuk, membuat semangat Lidya semakin membara. Begitupun dengan semua pegawai, mereka juga semangat karena Lidya akan memberian mereka bonus yang cukup besar jika memenuh target apalagi jika sampai lebih dari target. Lidya akan memberikan mereka bonus dan memberikan mereka hadiah kecil sebagai ucapan terima kasih.
Lidya sangat menghargai jerih payah mereka, karena jika tak ada mereka, gak mungkin Lidya bisa seperti ini. Jadi Lidya berfikir, bahwa resto yang ia dirikan, bisa sukses itu semua berkat semua pegawainya yang sudah memberikan tenanga dan waktunya untuk bisa membantu dirinya mengelola resto. Tanpa mereka, mungkin Lidya akan keteteran sendiri.
Mereka juga bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam di resto dengan menu yang ada di resto. Bahkan merkea juga boleh nambah jika mereka mau, dan itu gratis. Mereka gak perlu bayar. Mereka pun juga tak sungkan sungkan untuk makan banyak dan Lidya hanya tersenyum melihatnya. Lidya gak pernah negor atau apapupn, malah ia menyuruh mereka untuk nambah dan jika ada sisa di malam harinya, Lidya membungkus nasi dan lauk pauknya untuk ia berikan kepada mereka secara cuma cuma untuk di bawa pulang.
\======
Mereka pun juga bersyukur punya bos ramah, baik, gak pelit, dan gak membeda bedakan status mereka. Bahkan mereka seperti keluarga yang sangat akrab. Ibu Tina pun juga bahagia bisa bekerja dengan Lidya, tanpa Lidya, mungkin ia hanya jadi pengangguran dan menjadi ibu rumah tangga biasa yang mengurus anak anaknya. Dengan adanya Lidya, kini ia bisa menghasilkan uang dan bisa membantu suminya mencari uang.
__ADS_1