Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Meninggal


__ADS_3

Pov Lisa


Beberapa hari kemudian, aku hanya terpuruk di kamar dan menangis. Aku bersumpah akan membalas semua rasa sakit hatiku kepada mereka yang sudah membuat hidup aku menderita, terutama Lidya. Yah, dia adalah orang pertama yang akan aku hancurkan hidupnya.


Saat aku lagi meratapi nasibku, tiba tiba aku mendengar kabar bahwa ayahku meninggal. Aku pun langsung segera memesan ojek online dan tak lupa memakai masker, kaca mata dan topi. Aku gak percaya, ayahku akan tiada secepat ini. Padahal baru beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan ayahku, tapi sekarang ayahku sudah meninggalkan aku untuk selama lamanya, bahkan sebelum aku minta maaf.


Sesampai di rumah, di sana sudah ada bendera kuning di samping kanan kiri. Aku langsung membayar uang ojek dan langsung lari ke dalam. Ku lihat semua mata melihar ke arahku dengan tatapan yang begitu menjijikkan tapi aku tak memperdulikannya, karena aku hanya fokus ke ayahku yang kini sudah di mandikan dan kini sedang di kafani. Aku langsung menghamburkan diriku ke pelukan ayah.


Hatiku sakit, hatiku perih ....


Aku jadi keingat masa masa kecilku yang penuh dengan kebahagiaan bersama ayah. Dulu ayah begitu memanjakan aku dan selalu berusaha menuruti keinginanku. Tapi kini, ayah yang aku bangga banggakan sudah gak ada lagi.

__ADS_1


"Ayah ... maafkan aku. Maaf sudah membuat ayah kecewa, maaf sudah membuat ayah sedih dan malu. Maafkan aku ayah, maafkan putrimu ini. Bahkan di akhir hayat ayah, aku belum bisa membahagiakan ayah. Maafkan aku ayah hiks ... hiks ...."


Aku terus memeluknya dan meluapkan apa yang ada di hatiku, aku sangat menyayangi ayah. Dia adalah ayah ku, pahlawan ku dan juga cinta pertamaku.


Ayah, maafkan aku karena aku sudah salah jalan hingga akhirnya nasibku seperti ini. Maafkan aku ayah.


Aku terus memeluk ayah dengan erat, mencium bibirnya pucat.


Saat aku menangis, tiba tiba ibu datang dan menampar aku di hadapan banyak orang.


"Puas kamu sekarang? Hah? Puas kamu bunuh ayah kamu? Gara gara kamu, ayahmu sampai meninggal kayak gini. Puas kamu!!! DASAR ANAR DURHAKA. Menyesal aku pernah melahirkan kamu di dunia ini, bukannya buat orang tua bangga, kamu malah buat aku dan ayahmu malu atas kelakukan kamu yang menjijikkan itu. Pergi dari sini kamu, PERGI ...!! Tak sudi aku melihat wajah kamu itu, mulai sekarang, kamu bukan anakku lagi. PERGGIIIIIIIIIIIIII ..." teriak ibu yang membuat ku semakin menangis.

__ADS_1


"Ibu, maafin aku ibu. Maafin aku hiks ... hiks ... aku menyesal ibu, aku sangat menyesal," ucapku sambil bersimpuh di kaki ibu.


"Menyesal kamu bilang? Kenapa kamu baru menyesal setelah ayahmu mati. Dari dulu kamu di mana? Hah? Apa saat kamu sedang melakukan hubungan badan, kamu inget ibu, apa kamu ingat ayahmu yang kerja keras demi kamu. Dimana hati nurani kamu? Sampai kamu tega buat ayah dan ibu malu. Apa salah kami, sehingga kamu tega membuat kami malu seperti ini," ucap ibu sambil menangis. Aku ingin memeluknya naun ibu menepis tanganku. Sedankan orang orang hanya menatap ku dengan penuh kebencian.


"PERGI!!" ucap ibu tanpa menoleh ke arahku.


Aku pun memilih untuk pergi walaupun sebenarnya aku masih ingin di sini. Tapi aku gak mau ibu semakin murka sama aku, aku juga merasa tak nyaman dengan semua tatapan yang mengarah ke aku.


Ayah ... Aku akan membalas rasa sakit ayah kepada wanita yang sudah menghancurkan kita. Ayah tenang aja, aku bersumpah, akan membalas semua yang di lakukan Lidya kepada kita. Gara gara dia, kita jadi malu seperti ini. Dan akhrnya ayah meninggalkan aku.


Aku bersumpah ayah, aku akan buat hidup Lidya hancur sama seperti hidup kita.

__ADS_1


__ADS_2