Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Wanita Penggoda


__ADS_3

Aku pun memberitahu Lidya tentang keinginanku yang ingin segera memilih momongan, dan ia pun menyambutnya dengan antusias.


Aku juga melihat dia sering minum obat penyubur kandungan selama 3 bulan. Namun karena gak ada hasil, ia memintaku secara bersama sama untuk periksa.


Aku pun menurutinya, hanya saja saat hasil lab keluar. Aku gak bisa menemaninya karena memang ada pekerjaan yang gak bisa aku tinggalkan. Namun saat aku pulang kerja, ia bilang bahwa semuanya baik baik saja dan aku mempercayai apa yang dia ucapkan. Aku juga tak menanyakan hasilnya karena aku terlalu mempercayainya, lagian buat apa dia berbohong masalah hasil lab itu.


Tapi setelah pernikahanku dengannya memasuki tahun ketiga, aku sudah gak sabar untuk segera punya anak. Sedangkan dia tak kunjung hamil dan itu membuat aku kecewa.


Aku pun mulai berubah, aku mendiamkannya, aku cuek padanya dan aku juga sedikit kasar padanya. Tak jarang aku juga sering menyakitinya dengan kata kata sinis yang sering aku lontarkan padanya.


Aku juga jarang pulang ke rumah, jika pun pulang, kadang aku pulang larut malam atau pulang di pagi hari hanya untuk mandi, ganti baju lalu berangkat kerja.


Aku sudah tak perduli lagi dengan perasaannya. Apalagi saat ini aku mulai menyukai karyawan baru yang sangat cantik dan imut. Bahkan aku sudah bertukar nomer Hp dengannya. Setiap pulang kerja, aku juga mengajak dia jalan jalan.


Setiap di rumah, aku sibuk chatan dengannya karena dia wanita yang sangat asyik. Tidak seperti Lidya, yang semakin hari semakin membosankan.

__ADS_1


\===


Aku sangat mencintai karyawan baru itu, namanya Lisa. Wanita **** dan juga sangat cantik. Awal bertemu saat aku lagi merenung di ruangaku memikirkan Lidya yang sampai detik ini tak kunjung hamil. Tiba tiba Lisa datang dengan membawa berkas yang harus aku tanda tangani, melihat aku merenung, ia pun menanyakannya.


"Bapak kenapa?" tanya Lisa dengan suara merdunya.


"Pusing aku Lis," keluhku.


"Pusing kenapa pak?" tanya Lisa yang mencoba mendekatiku dan memegan kepalaku, aku pun menoleh ke arahnya yang berdiri di sampingku. Tak sengaja aku menatap kedua buah kembarnya yang agak kelihatan, membuat aku meneguk ludah dengan kasar. Namun aku berusaha untuk biasa aja.


"Benarkah? Wah apa mungkin istri bapak bermasalah, makanya sampai sekarang, dia gak hamil hamil," ucap Lisa membuat aku hanya bisa menghela nafas.


"Entahlah, aku juga gak tau Lis,"


"Jika bapak mau, aku bisa loh membuatkan anak yang banyak buat bapak," ujarnya berusaha menggodaku dengan bibir yang hampir menyentuh wajahku.

__ADS_1


"Maksudmu apa Lis?" tanyaku pura pura tak tau.


"Ah ... bapak pasti faham apa yang aku katakan, jika bapak mau. Bapak bisa datang ke apartemenku yang gak jauh dari sini. Aku di apartemen lantai 3 nomer 5. Jika bapak mau, kita bisa buat anak di sana," jawab nya santai membuat aku ternganga. Aku hanya laki laki biasa, jika ada yang menawari hal seperti itu, bukankah rugi jika menolaknya.


"Baiklah, jika kamu gak keberatan,"


"Okey, aku tunggu jam 7 malam," ucapnya lalu pergi begitu saja membuat aku tak menyangka bahwa dia mau memberikan tubuhnya untuk aku nikmati.


Namun aku gak mau mikir yang jauh jauh, aku gak mau melepas sesuatu yang bisa membuat aku senang.


\===


Jam 7 malam, aku pun datang ke apartemennya. Setelah aku menekan bel, gak lama kemudian, ia membuka pintu dengan baju tidur yang sangat tipis hingga aku bisa melihat dengan jelas lekukan tubuhnya. Dan itu berhasil membuat gairahku terpancing. Tak mau buang buang waktu, aku pun langsung mendorongnya ke kasur. Dan mulai menyicipi apa yang harus aku cicipi. Semakin dia mengeluarkan suara indahnya membuat aku semakin tak terkendali.


Hingga akhirnya untuk pertama kalinya, aku melakukan hubungan badan dengan wanita yang bukan istrikku. Tapi tak ada sedikitpun rasa bersalah di hatiku, karena aku melakukan ini semua juga karena Lidya yang sampai sekarang gak bisa memberikan aku anak. Wajarkan jika aku melakukannya dengan wanita lain dan berharap aku dapat anak dari Lisa.

__ADS_1


Ya walaupun Lisa sudah tak lagi perawan, aku tak perduli. Yang penting Lisa mau mengandung anakku.


__ADS_2