
Pov Lisa
Saat Mas Daswan datang, aku langsung membukakan pintu. Dan yah benar saja, Mas Daswan langsung menatapku dengan sangat liar.
Siapa yang akan menolak bentuk tubuhku yang sangat ideal. Bahkan melebihi bak model papan atas. Aku pun juga tak mengerti, bagaimana aku bisa di anugrahi tubuh sebagus ini.
Saat Mas Daswan masuk ke apartemenku, dia langsung mendorongku. Dia seperti singa yang lapar, dan segera ingin menyantap mangsannya.
Namun aku tak merasa risih sedikitpun karena inilah yang aku suka. Dia mulai menyicip setiap inci tubuhku. Dan itu membuatku menggeliat seperti cacing kepanasan.
Inilah yang aku suka, melakukan dengan laki laki yang beristri, apalagi mempunyai pengalaman yang cukup banyak membuat dia tau apa yang harus dia lakukan.
Mas Daswan terus menyentuhku, dia seperti tau titik kelemahan setiap wanita. Sehingga ia melakukannya sampai aku terus mengeluarkan suara indahku.
Ah ... ini benar benar gila. Aku gak tau dia akan sehebat ini. Aku benar benar tersiksa, karena dia terus menyentuhnya tanpa mau memasukkannya. Dan adalah laki laki pertama yang berhasil membuatku sampai seperti cacing kepanasan.
Hingga aku pun mengambil alih permainan tersebut hingga terjadilah penyatuan dua tubuh dan aku puas melakukannya. Aku berjanji akan menguasai Mas Daswan dari istrinya.
Aku gak akan melepaskan Mas Daswan karena dia laki laki yang cukup lihai di atas ranjang.
Dan setelah itu, setiap pulang kerja. Mas Daswan selalu mampir ke apartemenku untuk melakukannya sepanjang malam. Aku tau, Mas Daswan diam diam juga meminum obat kuat untuk mengimbangi permainanku.
Dan itulah yang aku suka, setiap aku minta. Dia selalu mengiyakan tanpa menolaknya. Dia sepertinya juga tau aku adalah wanita yang hipersex namun ia memilih dian dan juga menikmatinya.
Setiap kali bermain, aku mengecup leher dan dadanya, aku sengaja melakukannya agar istrinya cemburu dan meminta cerai.
__ADS_1
Aku gak mau kehilangan Mas Daswan, selain dia tampan, mapan dan dia juga begitu lihai di atas ranjang. Mas Daswan juga seorang Manajer HRD, posisi yang cukup tinggi di perusahaan. Dia juga selalu memenuhi semua permintaanku. Dan bagiku, Mas Daswan adalah laki laki yang sangat percfeck.
Dan aku sudah gak sabar untuk memiliki dia seutuhnya.
\===
Tak terasa dua bulan sudah aku melakukan hubungam badan dengan Mas Daswan. Dan selama itu pula aku merasa bahagia. Saat ini Mas Daswan gak datang ke apartemenku lagi karena ia harus keluar kota selama satu Minggu lamanya.
Dan itu membuat aku lesu. Aku juga tak semangat bekerja karena gak bisa melihat Mas Daswan.
Sepulang kerja, aku pun memilih untuk jalan jalan ke Mall. Dan betapa kagetnya aku, di sana aku bertemu dengN Dito. Laki laki pertama yang mengambil keperawananku. Yang membuat aku akhirnya kecanduan ***.
Dia menyapaku seperti tak bersalah sedikitpun, setelah dia meninggalkan aku begitu saja. Namun aku tak menaruh rasa dendam. Bahkan saat ia mengajakku ke hotel, aku pun mengiyakan. Karena memang aku merindukan tubuhnya, merindukan belaiannya.
Karena gak ada persiapan, aku lupa minum obat penunda kehamilan. Yah, aku memang gak minum obat itu karena Mas Daswan yang pergi ke luar kota selama satu Minggu, jadi buat apa aku minum obat.
Hah!! Dia memang laki laki payah, aku jadi nyesel mengikuti keinginnya. Terlebih dia sudah selesai sedangkan aku belum mencapai *******. Benar benar payah.
Apalagi saat ia meninggalkan aku gitu aja, membuat aku merasa menjadi wanita murahan.
Aku pun segera pergi dari hotel dan langsung pergi ke apartemen. Aku jadi gak mood ngapa ngapain karena ulah Dito.
Saat di apartemen, aku merindukan Mas Daswan. Kapan ya di pulang? Rasanya satu Minggu terasa lama banget.
\===
__ADS_1
Satu Minggu sudah setelah kepergian Mas Daswan. Aku merasa kesepian. Namun kini aku merasa bahagia, saat Mas Daswan nelphon dan mengatakan bahwa malam ini, ia akan ke apartemenku.
Aku langsung siap siap, kemarin aku sudah membeli beberapa lingerie sesuai keinginan Mas Daswan. Untuk memikat hati hati laki itu dengan cara mempercantik diri dan memuaskannya di atas ranjang.
Malam hari saat Mas Daswan datang, aku sudah tampil cantik mempersona.
Aku bahagia, karena setelah pulang dari luar kota. Orang yang pertama kali Mas Daswan datangi adalah aku, bukan istri bodohnya itu.
"Sayang ...." panggilku dengan suara yang di buat buat.
"Maaf ya lama, tadi Mas beliin ini buat kamu," ujar Mas Daswan sambil memberikan makanan kesukaanku.
"Makasih ya mas," jawabku sambil bergelayut manja di pundaknya.
"Ayo kita makan bareng sebelum melakukan ehem ehem," godaku dan ia pun mengiyakan.
Aku dan dia makan bareng, habis makan, aku sempat mengobrol sebentar hingga akhirnya mulai bercanda, dan berakhir di ranjang.
----
Satu bulan kemudian, setelah kepulangan Mas Daswan, aku merasa ada yang berbeda di tubuhku. Aku sering merasa mual di pagi hari. Aku juga suka makan rujak buah di pagi hari. Dan aku merasa bahwa tubuhku merasa malas melakukan apapun.
Awalnya aku merasa mungkin karena aku kelelahan, tapi karena aku sadar aku sudah telat datang bulan. Akhirnya aku pun membeli test pack.
Dan betapa kagetnya aku, ketika aku melihat ada dua garis yang artinya aku saat ini tengah mengandung. Dan aku yakin ini anaknya Dito. Karena hanya sama dia, aku lupa minum obat pencegah kehamilan. Apalagi saat melakukannya, aku sedang masa subur suburnya. Dan Dito juga mengeluarkannya di dalam.
__ADS_1
Pantas jika saat ini aku hamil, tapi aku juga tak mungkin memberitahu Dito. Karena aku tak tau dimana dia berada dan aku yakin, dia pun juga tak akan mau bertanggung jawab.
Tiba tiba aku keingat dengan Mas Daswan. Bukankah dia ingin sekali mempunyai anak, jika aku membawa testpack ini, pasti dia akan bahagia dan mau menceraikan istrinya dan memilih aku. Karena aku mengandung anaknya.