
Jam setengah 2 siang, Arya dan Farhan datang bersamaan ke Resto Lily. Sebenarnya Arya yang datang ke kampus menjemput Papa mertuanya. Karena papa mertuanya mendadak minta segera di jemput karena Lidya hampir minum racun sianida.
Farhan tau karena muridnya yang menghampiri yang menghampiri dan memperlihatkan vidio yang lagi viral dimana lagi lagi yang viral itu adalah vidio putrinya.
Farhan pun langsung geram, ia menelfon Arya dan meminta segera menjemputnya.
"Lidya," panggil Farhan yang kini tengah masuk ke ruangan putrinya. Begitupun dengan Arya. Mereka memang bisa masuk kapan aja. Karena memang ruangan ini hanya bisa di masukin oleh Lidya, Arya dan juga Farhan. Karena tangan mereka bertiga adalah kunci agar pintu itu terbuka.
"Papa, Mas Arya. Kenapa kalian ke sini, padahal ini masih siang loh, bersamaan lagi. Ada apa?" tanya Lidya berusaha tenang.
"Jangan pura pura gak ada apa apa. Kenapa kamu gak menghubungi Papa ataupun Arya kalau kamu hampir saja mati kalau sampai minum juz laknat itu," ucap Farhan kesal. Ia hampir saja kehilangam putri satu satunya itu. Putri yang sangat ia sayangi, yang membuat ia bisa bertahan sampai sekarang. Karena baginya, Lidya adalah segala galanya setelah sang istri yang kini telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Maaf pa, aku cuma gak mau membuat papa sama Mar Arya khawatir," ujar Lidya merasa bersalah.
"Terus setelah papa tau dari orang lain, apakah papa gak kahwatir. Kenapa? Kenapa papa harus tau dari orang lain, kenapa bukan dari mulut kamu sendiri? Apakah kamu sudah tak lagi menganggap papa ini papa kamu, apakah kamu menganggap papa ini sudah mati?" ucap Farhan marah yang membuat Lidya menangis dan memeluk papanya.
__ADS_1
"Maafin aku pa, aku benar benar minta maaf. Aku janji ini pertama dan terakhir kalinya, maaf jika caraku salah," ujar Lidya sambil memeluk papanya dengan sangat erat.
Arya pun sebenarnya sangat geram, entah bagaimana jadinya jika Lidya sampai meminumnya, mungkin saat ini ia sudah jadi jenazah.
Arya pun keluar tanpa sepengetahuan Farhan dan Lidya. Lalu ia menemui wanita yang tak lain adalah Aisyah. Ya, di dalam vidio itu mengatakan bahwa Aisyah adalah pahlawan karena berhasil menyelamatkan bos nya.
Arya mencari Aisyah dengan menanyakan kepada salah satu karyawan dan ternyata Aisyah ada di ruangan menggantikan posisi Sila atau Lisa.
Arya pun mengetok pintu sampai akhirnya Aisyah membukakan pintu.
"Boleh saya masuk?" tanya Arya.
"Kenapa pintunya gak di tutup lagi?" tanya Arya heran.
"Maaf pak, tapi tidak baik wanita dan laki laki berduaan di sebuah ruangan. Jadi saya membukanya biar gak ada yang curiga dan salah faham," jawab Aisyah seramah mungkin.
__ADS_1
Arya mengangguk laluia pun mulai menanyakan tentang Lidya dan juga Lisa atau Sila.
Dan Aisyah pun menjawabnya tanpa di lebih lebihkan dan di kurangi.
Arya bersyukur masih ada wanita yang seperti Aisyah. Ia ternyata sudah beberapa kali berusaha menyelematkan wanita yang ia cintai.
Arya pun memberikan cek seharga 100 juta buat Aisyah.
"Ini buat kamu," ucap Arya.
"Ini cek. Senilai ... Astaugfirullah. Cek ini buat apa pak?" tanya Aisyah gelagapan melihat banyak nol di sana.
"Ini uang buat kamu sebagai tanda terima kasih," jawab Arya tersenyum.
"Tapi pak ...." walaupun Aisyah butuh operasi ibunya Tapi tetap saja ia gak bisa menerima uang orang gitu aja.
__ADS_1
"Aku gak terima penolakan. Lagian bagi saya, uang itu gak seberapa," ucap Arya lalu pergi dari ruangan Aisyah.
Dan Aisyah pun masih bengong, gak menyabgka kini ia memegang uang cek sebesar 100 juta.