
Semenjak malam itu, membuat aku seringkali mampir ke apartemen Lisa setiap pulang kerja. Bahkan kadang aku baru pulang saat jam satu dini hari kadang semalaman aku gak pulang karena memilih untuk menginap di apartemen Lisa. Dia wanita hebat, ia selalu bisa bikin aku tergila gila padanya, bahkan rasanya aku tak pernah puas untuk terus melakukan hubungan badan dengannya.
Apalagi Lisa begitu lihai di atas kasur membuat aku harus minum obat kuat agar aku bisa mengimbangi permainannya. Di saat aku lelah, dia seakan tau apa yang dia lakukan untuk membangkitkan gairahku kembali.
Aku semakin jatuh cinta akan terpesonannya, dia seakan tau apa yang aku butuhkan. Sejak aku melakukannya bersama dengan Lisa, aku sama sekali tak lagi menyentuh Lidya. Karena dia kaku dan gak bisa membuat aku puas, tidak seperti Lisa yang bisa bikin aku sampai terkapar lemah tak berdaya.
Apapaun kemauan Lisa, selalu aku turuti bahkan aku mengurangi jatah belanja untuk Lidya. Jika biasanya, aku memberikan gaji ku setengahnya sekarang hanya 10% nya saja, aku tak perduli jika uang itu tak cukup. Yang penting aku tetap memberikan dia uang tiap bulannya walaupun dengan nominal kecil.
Aku juga sudah berhenti mengirim uang buat ayah dan ibu. Karena kini, aku hanya ingin menuruti keinginan Lisa yang hampir setiap hari ingin membeli barang barang yang cukup mewah.
Aku seperti tergila gila oleh Lisa, aku benar benar gak bisa jauh darinya. Bahkan aku rela mengambil cuti dan memilih menghabiskan waktuku di apartemen Lisa. Dia wanita yang asyik, cantik, ****, pandai juga di atas ranjang. Bahkan saat aku di apartemennya, dia hanya menggunakan CD dan BH aja tanpa berminat memakai baju. Membuat aku gak bisa jauh darinya.
"Sayang ...." panggilnya dengan suara sexinya.
"Iya sayang?" jawabku sambil menoleh ke arahnya.
"Mau lagi," rengeknya. Aku tau apa yang dia katakan, aku pun langsung mengiyakan.
__ADS_1
Setelah satu bulan aku menjalani hubungan dengannya, aku tau dia wanita hipersex. Namun aku tak mempermasalahkannya.
\===
Sedangkan di tempat yang berbeda, ada seorang wanita yang bersimpuh di sepertiga malam, memohon petunjuk karena ia merasa jika suaminya berubah dan tak lagi seperti dulu. Ia merasa jika suaminya mengkhianatinya karena setiap pulang, ia selalu mencium parfum perempuan di bajunya. Apalagi ia juga melihat tanda merah di leher dan dada suaminya, sedangkan ia sudah lama tak melakukan hubungan dengan suaminya.
Ia juga gak berani bertanya, karena kini suaminya seringkali marah dan berbuat kasar, sehingga membuatnya hanya bisa diam dan mencurahkan isi hatinya kepada sang maha pencipta
\===
Semakin hari, sikap Mas Daswan semakin berubah sama aku. Entah apa yang dia lakukan di luar sana. Setiap pulang, aku selalu mencium bau parfum di bajunya. Bahkan ada nota lipstik di kemejanya.
Tak hanya itu saja, setiap hari aku selalu melihat ada warna merah di leher dan di bagian dadanya. Aku gak tau, apakah suamiku berkhianat di luaran sana apa gak, aku benar benar gak tau.
Aku mencoba mencari di tempat kerjanya, tapi aku malah mendapatkan fakta, Mas Daswan sering cuti. Bahkan ia sering pulang lebih awal. Pekerjaannya juga banyak yang terabaikan. Aku gak tau, kenapa Mas Daswan bisa berubah seperti ini.
Sakit, tentu. Istri mana yang gak sakit hati mendapatkan kenyataan yang begitu nenyakitkan. Tapi aku tak mungkin menuduhnya jika aku sendiri belum ada bukti.
__ADS_1
Tapi jika memang Mas Daswan selingkuh, maka aku bersumpah. Aku akan meninggalkannya saat itu juga dan meminta papa untuk mengurus perceraianku.
Karena bagaimana pun sebagai seorang wanita, hal yang paling di benci adalah sebuah penghianatan.
Aku masih bisa bertahan walaupun dulu Mas Daswan pengangguran hingga akhirnya aku kelaparan, dan untunglah mama bersedia memberikan aku uang untuk membantu perekonomian keluarga baruku dan papa juga berperan penting mencarikan pekerjaan buat Mas Daswan.
Tapi aku gak akan bisa tahan, jika sampai Mas Daswan main wanita di belakang aku.
Saat ini aku hanya bersimpuh menghadap kepada yang Maha Menciptakan. Aku memohon petunjuk Nya, agar aku bisa mendapatkan bukti bahwa Mas Daswan memang benar benar selingkuh di belakang aku.
Aku juga gak akan tinggal diam saja, aku bukan wanita bodoh yang akan diam saja. Besok pagi, aku akan mengikuti kemanapun suamiku pergi.
Aku yakin firasatku gak salah, kalau Mas Daswan sudah menodai pernikahan ini. Entah perempuan mana yang tega menghancurkan pernikahanku.
Dan bagaimana jika Mas Daswan tau yang sebenarnya, bahwa aku belum hamil sampai sekarang, itu karena Mas Daswan lah yang bermasalah, bukan aku.
Ah, andai saja aku jujur dari awal. Mungkin gak akan begini jadinya. Entahlah, siapa yang harus aku salahkan, diriku atau Mas Daswan. Atau orang ketiga yang sudah merayu Mas Daswan hingga Mas Daswan berpaling dariku.
__ADS_1