
Setelah cukup lama menunggu akhirnya kini Lidya memegang surat cerai resmi dari pengadilan agama. Lidya sangat bahagia karena akhirnya ia benar benar lepas dari sang suami. Tak ada lagi ikatan di antara keduanya. Dan kini, Lidya akan fokus dengan usaha yang sudah ia bangun. Ia gak akan menoleh ke belakang yang hanya akan membuatnya sakit, tapi ia juga tak akan melupakannya karena ia menganggap itu sebagai suatu pelajaran agar ke depannya ia lebih berhati hati lagi dalam melangkah dan mengambil keputusan. Ia juga tak akan lagi menjalin hubungan jika tak ada restu dari orang tua karena bagaimanapun restu dari orang tua itu adalah hal yang sangat penting.
"Sayang, kamu bahagia banget sepertinya," cakap Lily-Mamanya Lidya.
"Iya dong, ma karena aku sudah mendapatkan surat cerai. Akhirnya aku benar benar sudah bebas," jawab Lidya tersenyum bahagia.
"Lain kali hati hatilah dalam memilih pasangan nak, walaupun kamu mencintai seseorang tapi kamu harus lihat dulu orangnya itu seperti apa. Jangan hanya karena cinta, kamu sampai rela menderita karenanya. Itu pembodohan sebenarnya. Papa harap, kamu mengerti maksud papa," ucap Farhan menasehati putrinya.
"Iya, pa," jawab Lidya.
"Jika suatu saat, kamu memperkenalkan laki laki yang kamu cintai, biarlah mama sama papa yang menilainya. Kami akan menilainya secara adil, pantas atau gaknya dia untuk kamu. Firasat orang tua itu gak pernah salah nak, jika dia memang terbaik buat kamu, pasti dia bisa bahagiain kamu. Namun jika sebaliknya, maka mama sama papa pasti akan menolaknya, bukan tampa alasan. Suatu saat jika kamu jadi orang tua, kamu pun juga akan merasakan apa yang mama rasakan," imbuh Lily.
__ADS_1
"Baik, ma. Lain kali jika aku menyukai seseorang, aku akan bawa dia kehadapan mama sama papa. Jika mama sama papa, setuju. Maka aku akan melanjutkan hubunganku, tapi jika mama sama papa gak setuju, maka aku akan menyerah dan mencari laki laki yang memang pantas untuk aku dan yang penting, mama sama papa pun juga menyetujui dengan pilihanku," jawab Lidya tersenyum.
"Nah itu baru bagus. Oh ya gimana dengan restoran kamu?" tanya Farhan. Ya sekarang, Lidya sudah mempunyai restoran. Farhan berhasil membeli Ruko pilihan putrinya, ya walaupun agak mahal sampai menguras sebagian tabungannya, tak masalah. Yang penting kini Lidya punya kesibukan yaitu mengelola sebuah restoran yang memang ia impi impian dari dulu.
Lidya juga sudah merenofani ruko tersebut sehingga terlihat bagus dan sesuai dengan anak zaman now. Memang untuk merenovasi pun juga menghabiskan uang yang tak sedikit, tapi lagi lagi, ia tak mempermasalahkan itu. Yang penting Lidya bahagia dan ia berharap usaha putrinya itu bisa berkembang dan bisa membuka cabang di mana mana. Farhan juga ikut membantu mempormosikannya di media sosial dan sama teman teman sesama dosen serta ia juga mempromosikannya ke semua anak didiknya saat ia mengajar. Lily juga ikut membantu mempromosikan resto putrinya sesama temannya perawatnya dan juga teman teman lainnya, tak lupa ia juga ikut mempromosikan di sosial media.
Mama sama papanya Lidya begitu antusias untuk terus membantu putrinya mempromosikan resto itu.
Kini Lidya mempunyai 7 karyawan, itupun masih kurang. Karena memang peminatnya sangat banyak, apalagi Lidya juga menjual secara ofline dan online. Lidya juga mempunyai pelanggan tetap yang selalu memesan makanan untuk acara pengajian, pernikahan, pesta ulang tahun dan lain sebagainya. Lily juga kadanag ikut membantu jika libur kerja atau pulang lebih awal.
"Alhamdulillah pa, semakin hari semakin banyak. Aku sampai kelimpungan sendiri. Dan kayaknya aku harus nambah 3 karyawan lagi, padahal masih baru tapi setiap hari yang datang ke resto banyak banget, mungkin karena murah dan rasanya lumayan. Apalagi memang aku menyiapkan banyak menu makanan dan minuman serta tempat yang nyaman, di tambah dengan wifi serta ada ruangan bagi mereka yang ingin baca buku. Dan lagi juga itu tempatnya strategis, dekat kampus, dekat stasisun dan juga dekat dengan kantor serta pabrik membuat, mereka sepulang kerja sering kali mampir, di jam istirahat juga bahkan lantai bawah sama lantai atas penuh. Ini juga berkat bantuan mama sama papa yang membantuku mempromosikan restoku. Makasih ya ma, pa," ucap Lidya.
__ADS_1
"Sama sama sayang, terus yang mesan secara offline gimana?" tanya Farhan
"Nah ini pa, yang secara offline. Astaga makin hari juga makin banyak. Secara, aku kan sudah punya pelanggan tetap yang memsan makanan dalam jumlah yang cukup banyak, di tambah dengan mama sama papa yang share di sosial media membuat semakin banyak yang mesan hingga aku meminta beberapa karyawanku di bagi dua kelompok. Kelompok satu yang melayani pelanggan yang langsung datang ke resto. Dan kelompok satunya lagi buat menyiapkan makanan yang akan di antar ke pelanggan.
Aku juga bekerja sama dengan beberapa tukang ojek online, untuk mengatar pesanan para pelanggan. Ada yang pakai sepeda motor bagi mereka yang memesan di bawah lima puluh dan ada yang pakai pick up, bagi mereka yang memesan di atas 50 sampai 500 pesanan. Ah, pokoknya aku sampai bingung sendiri ngaturnya. Bahkan kasirnya juga mau aku tambah satu. Rencana jika terus lancar gini, Tahun depan aku mau buka cabang yang gak jauh dari sini. Soalnya kalau cuma yang sekarang, selain tempatnya gak muat, pekerjanya juga sesak kalau terlalu banyak, masalahnya kan dapurnya gak besar besar banget. Jadi aku mau beli lahan yang cukup lebar dan membangun resto yang luas. Keuntungan dari resto juga semakin hari semakin meningkat. Bahkan dalam sehari, aku bisa menghasilkan di atas satu juta, itupun sudah bersihnya," ucap Lidya.
"Papa seneng dengernya nak, gak rugi dulu kamu saat kuliah mengambil jurusan manajemen bisnis dan lulus dengan IPK tertinggi. Karena kini, kamu bisa memanfaatkan ilmu yang kamu punya untuk buka usaha. Tapi ingat jangan lupa untuk berbagi dengan yang lain," ucap Farhan.
"Iya pak, aku setiap hari jumat juga selalu menyiapkan 300 porsi untuk anak yatim dan fakir miskin serta orang orang pemulung dan juga tukang becak serta pengemis yang kebetulan lewat depan resto. Papa sama mama tenang aja, InsyaAllah aku gak akan pernah lupa untuk terus bersedekah. Karena aku tau, di setiap rezeki yang aku dapat, juga ada rezeki mereka," jawab Lidya tersenyum.
Kedua orang tua Lidya sangat bahagia sekali, karena Lidya kini sudah berubah menjadi dewasa di tambah dengan usaha yang ia dirikan. Walaupun hanya hitungan hari, namun resto yang di bangun Lidya cukup terkenal di kalangan anak remaja dan juga sosial media. Mungkin karena memang harganya murah, dapat banyak, rasanya pun memuaskan.
__ADS_1
Lidya memang tidak mengambil untung banyak. Karena baginya, percuma ambil untung banyak tapi yang beli dikit, lebih baik ambil untung dikit tapi yang beli banyak..