Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Tamat


__ADS_3

Satu tahun kemudian, tak terasa kini Lidya tengah hamil.9 bulan. Siapa yang akan menyangka, tiga bulan setelah mereka menikah, Lidya ternyata hamil. Yang membuat mereka bahagia adalah Lidya hamil anak kembar laki laki dan perempuan.


Lidya sangat bahagia sekali, karena Allah memberikan kepercayaan dua sekaligus. Lidya dan Arya tinggal di rumah Farhan karena Lidya gak mau meninggalkan Farhan sendiri walaupun ada pembantu dan sopir tapi tetap saja, Lidya gak bisa jaih jauh dari papanya dan seringkali kefikiran.


Arya sendiri pun tak keberatan, dia bisa tinggal di mana aja selama terus bersama Lidya.


Kini Lidya menatap ke arah foto yang terpampang besar di dinding ruang tamu. Foto saat pesta pernikahan dirinya dan Arya. Papanya dan mertuanya, benar benar membuat pesta yang cukup megah yang hampir menguras semua tabungannya. Namun mereka tak mempermasalahkan asal Lidya dan Arya bahagia karena pesta pernikahan ini adalah pesta pernikahan pertama dan terakhir.


Karena dulu saat Lidya menikah yang pertama, tak ada pesta apapun.


Saat Lidya melihat foto itu, tiba tiba ia merasa perutnya sangat sakit.


"Pa," teriak Lidya karena memang hari ini Farhan gak kerja karena Lidya sudah mulai mengeluh sakit sejak tadi malam. Namun hari ini sakitnya sudah semakin terasa. Arya sendiri ia harus tetap kerja karena ia ada operasi yang gak bisa si tinggalkan.


"Iya sayang," jawab papanya yang lari tergopoh gopoh.


"Pa, kayaknya sudah saatnya aku mau melahirkan," ujar Lidya menahan rasa sakit.

__ADS_1


Farhan pun dengan sigap menuntun Lidya ke mobil, dan kali ini mereka akan di antar oleh sopir di rumah sakit Dokter Ramlan.


Farhan duduk di belakang berusaha menenangkan Lidya, tak lupa Farhan memberitahu Arya bahwa kini mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit karena Lidya yang mau melahirkan.


Arya yang baru selesai operasi, langsung tersenyum bahagia. Rasa lelah seakan sudah tak terasa lagi, ia meminta Dokter Fana menyiapkan semuanya.


Sedangkan Arya nunggu di depan rumah sakit, menunggu kedatangan istri yang akan melahirkan kedua buah hatinya.


\===


Setelah berjuang beberapa jam akhirnya Lidya melahirkan secara normal. Laki laki dan perempuan.


Arya sendiri, ia terus berada di samping istrinya yang belum membuka mata karena kelelahan. Arya terus menggenggam tangannya dan sesekali mencium pipi istriny.


Tadi ia lihat sendiri bagaimana Lidya mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kedua buah hatinya. Bahkan Arya sampai menitikkan air mata karena tak tega melihat Lidya yang terus berjuang menahan rasa sakit.


Hingga akhirnya Lia dan Leo lahir ke dunia, Lidya hanya tersenyum sebentar ke arahnya lalu ia langsung tak sadarkan diri.

__ADS_1


Sungguh, Arya gak akan pernag menyakiti mama dan juga istrinya. Mama yang sudah melahirkan dirinya ke dunia dan istrinya yang sudah rela mempertaruhkan nyawanya untuk kedua buah hatinya.


Sungguh Arya tak akan membiarkan Lidya hamil lagi, ia gak mau membuat istrinya merasakan kesakitan lagi. Cukup dua orang anak, tidak perlu nambah lagi.


Setelah 4 jam, akhirnya Lidya tak sadarkan diri bertepatan dengan Baby Leo yang menangis karena kehausan. Mamanya Arya pun memberikan kepada Lidya untuk menyusuinya. Farhan dan Papanya Arya pun keluar. Gak etis rasanya melihat Lidya menyusui cucunya itu. Sebelum keluar, Farhan memberikan cucunya kepada Arya. Agar semuanya mendapatkan ASI pertama dari ibunya, Lidya.


Lidya melihat kedua buah hatinya dengan sangat terharu, kini ia benar benar menjadi seorang ibu dengan dua anak.


"Selamat ya nak, kamu sudah jadi ibu sekarang," ucap Mama Arya.


"Makasih ma, aku sangat bahagia sekarang," jawab Lidya tersenyum sambil terus menyusui buah hatinya.


"Aku juga berterima kasih, kamy sudah mau berjuang melahirkan kedua buah hati kita. Kalian memang wanita yang sangat hebat," puji Arya.


"Makanya kalau sudah tau bagaimana wanita yang berjuang melahirkan anaknya, kamu gak boleh jadi anak durhaka. Kamu juga gak boleh menyakiti istrimu," nasihat mama.


"Iya ma, aku janji."

__ADS_1


Sekarang Lidya sudah sangat bahagia sekali, mendapatkan suami yang begitu baik dan perhatian dan juga mertua yang sangat baik.


Kehidupam yang dulu menyakitkan, kini telah tergantikan dengan kebahagiaan.


__ADS_2