Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Menyesal


__ADS_3

Pov Leni


Setelah lulus sekolah SMA, dia semakin berubah menjadi wanita yang liar. Ia selalu pergi ke salon, setiap pulang, ia membawa berbagai macam baju **** dan peralatan make up yang mungkin sangat mahal. Karena aku sering lihat make up itu di tivi tivi.


Ia juga sering pulang tengah malam, kadang juga pulang pagi. Setiap aku tanya, ia malah marah dan mengatakan bahwa ia menginap di rumah temannya. Aku gak tau, kenapa putriku semakin hari semakin berubah. Bahkan aku sampai tak mengenali watak putriku sendiri. Dulu dia yang baik, lembut, penurut, kini berubah menjadi wanita liar, pakai pakaian terbuka bahkan tergolong sangat **** dan menjadi wanita yang pembangkang.


Suamiku juga sudah berusaha menasehatinya beberapa kali, namun tak pernah di hiraukannya. Kadang pernah sangking emosinya, suamiku ingin menampar dia, namun aku mencegahnya dan menyuruhnya untuk mengucap istigfar berulang ulang.


Entah apa dosaku dan dosa suamiku di masa lalu, hingga Tuhan membeirkan ujian seberat ini. Putri yang aku harap harapkan kelak bisa mengangkat derajat orang tua, yang bisa menjadi wanita karir dan bisa membahagiakan orang tua, namun kini seakan harapanku itu lenyap. Aku gak yakin, putriku bisa membuat aku bangga karena melihat sikap dan perilakkukanya yang semakin hari semakin liar.


Aku dan suamiku berusaha bangung tengah malam, memohon pada Tuhan agar membukakan mata hati putriku agar dia bisa kembali ke jalan yang benar. Yah, jalan itu yang aku tempuh. Karena aku dan suamiku juga sudah lelah menasehatinya namun bukannya dia menuruti dan mendengarkan nasihatku, ia malah membentakku dan memaki maki aku seperti ia memaki maki temannya, padahal aku ini adalah ibunya, ibu yang sudah mengandugnnya selama 9 bulan lamanya dan melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawaku.


Jangan di tanya bagaimana perasaanku? Karena pastinya sangat sakit, bahkan sangking sakitnya sampai sulit untuk di ungkapkan dengan kata kata, sangat sulit untuk di gambarkan dengan apapun.


Selama 4 tahun dia kuliah, dia benar benar berubah. Aku sudah tak lagi melihat dia sholat, selalu pakai baju sampai lutut bahkan kadang juga pernah sampai di atas lutut, memakai baju **** yang sangat terbuka hingga belahan dadanya kelihatan. Aku dan suamiku hanya bisa pasrah, bahkan aku dan suamiku sudah tak tau lagi bagaimana cara menghadapi dia.


Aku dan suamiku akhirnya memilih diam, diam dan diam.


Hingga akhirnya, setelah lulus kuliah, ia memutuskan untuk tinggal di apartemen. Jujur, aku gak tau, di mana ia dapat uang sehingga bisa tinggal di apartemen, beli pakai pakaian mewah dan lainnya. Tapi aku malas untuk bertanya, sehingga aku memilih diam.

__ADS_1


Buat apa bertanya, toh gak bakal di jawab.. Yang ada malah ia akan mengatakan aku kepo. Entah singkapatan apa itu kepo, dan kenapa bisa di namakan kepo. Aku gak tau, tapi yang jelas setiap aku tanya, dia selalu bilang aku jangan terlalu kepo. Dan aku mengartikan kepo itu, jangan ikut campur.


\====


Hari ini adalah hari pernikahan putriku dengan Daswan, ya dialah yang menjadi menantuku. Aku sangat bahagia sekali, namun baru saja mengucap kata sah, tiba tiba ada 3 orang yang masuk, wanita muda satu dan aku yakin, yang dua orang itu adalah kedua orang tua dari wanita yang cantik yang kini tengah memandang ke arah putriku dan menantuku dengan tatapan sinis.


Aku bisa melihat di wajahnya ada raut wajah kesedihan, kekecewaaan, kebencian yang seakan menjadi satu. Aku memilih diam, karena aku juga tidak tau siapa dia. Tapi aku melihat menantuku dan besanku menatapnya dengan tatapan yang sulit aku artikan.


Dan saat wanita itu mulai bersuara, barulah aku tau, bahwa dia istri sah dari menantuku. Pantas jika putriku menginginkan nikah di luar kota dan nikah sirri. Jadi inikah alasannya? Aku pun tetap memilih diam karena aku merasa, ada banyak hal yang ingin ia ungkapkan dan benar saja.


Laki laki yang menikahi putriku bukanlah laki laki baik. Selama ini ia bisa menjadi sarjana dan bisa bekerja sebagai manajer, semua itu berkat istri pertamanya. Dan terlebih dia ternyata mandul. Jika dia mandul, lalu putriku mengandung anaknya siapa?


Belum selesai rasa kagetku, tiba tiba wanita itu membongkar semua aib putriku. Dari sinilah aku tau, kenapa putriku berubah sejak kelas Dua SMA. Kini semuanya terungkap, dadaku rasanya sesak, semakin wanita itu membeberkan semuanya, semakin sakit dadaku. Ingin rasanya akku menyuruh dia untuk berhenti bicara, namun bibirku rasanya kelu. Aku hanya bisa memegang dadaku. Aku tak menyangka putriku satu satunya adalah Hipersax dan dia melakukan hubungan suami istri bahkan saat ia masih remaja, di mana saat itu ia masih menjadi tanggung jawab aku dan suamiku.


Ya Tuhan ... kenapa harus aku yang mempunyai putri seperti dia, padahal dulu saat aku jadi anak ibu, aku gak pernah buat ibuku menangis dan sakit hati. Tapi kenapa saat aku punya anak, malah anakku yang membuat aku malu seperti ini. Ku lihat suamiku, ia memegang dadanya dengan mata yang mulai berkaca kaca. Mungkin ia pun juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan.


Setelah wanita itu puas membeberkan air menatnu dan putriku, ia memberikan semua bukti. Dan aku bersama suamiku pun ikut mellihatnya. Ya Allah di sana aku melihat di mana saat putriku melakukan hubungan badan di rumah pacarnya dengan masih memakai seragaam sekolah. Aku juga melihat ia melakukan di sekolah dengan pacarnya yang berbeda. Dan setelah itu, aku melihat dia melakukan hubungan di hotel dengan laki laki berbeda bahkan ada yang lebih tua dari suamiku.


Ya Tuhan dadaku sesak, aku juga melihat ia melakukan hubungan badan dengan laki laki yang baru saja menjadi menantuku, dan terakhir aku melihat dia melakukan hubungan badan dengan pacar pertamanya, yang mengambil keperawanan putriku di sebuah hotel lalu putriku di tinggal begitiu saja, seperti wanita panggilan.

__ADS_1


Dadaku semakin sesak melihat vidio tersebut, begitupun suamiku yang sudah menangis, mungkin ia merasa sudah gagal menjadi orang tua. Lalu aku melihat wanita itu pergi bersama kedua orang tuanya, dan menantuku mencoba untuk mengejarnya. Sedangkan aku seperti orang bodoh, jujur apa yang terjadi hari ini merupakan pukulan terberat buat aku.


Dan tak lama kemudian, aku mendengar laki laki yang baru saja menjadi menantuku itu mentalak putriku berulang ulang. Astaugfirullah, baru saja aku melihat mereka menikah dan hanya hitungan menit, mereka pun sudah bercerai.


Kenapa ujian ini begitu berat?


Setelah semua orang pergi, kini tinggal aku, suamiku dan putriku.


Dan untuk pertama kalinya, aku melihat suamiku menampar putriku dengan keras. Sedangkan aku, aku gak bisa membela putriku, bahkan aku sendiri jijik untuk menyentuk putriku. Aku hanya bisa menangis, menyesal karena aku kurang keras dalam mendidik putriku.


Menyesal karena dulu aku gak sekolah hingga kini aku di bodohi oleh putriku sendiri.


Suamiku, ia mengungkapkan isi hatinya, dan setelah suamiku ngomong panjang lebar, ia langsugn membawaku pergi dan hari ini juga, kami memutuskan untuk pulang kampung.


Namun di sepanjang jalan, semua mata melihat ke arahku dan suamiku, mereka berbisik dan menatap ku dan suamiku dengan tatapan sinis.


Seketika aku sadar, bahwa tadi teman teman putriku merekam kejadian barusan, pantas jika semua orang kini menatapku dan menatap suamikku dengan tatapan yang penuh kebencian. Sekarang aku dan suamiku hanya bisa menunduk sepanjang jalan, kami menangis dalam hati.


Ya Tuhan ... aku menyesal melahirkan seoarang putri begitu kami banggakan. Bahkan andai aku boleh memilih, lebih baik aku gak punya anak dari pada aku punya anak, namun dia hanya menjadi beban dan mempermalukan aku seperti ini.

__ADS_1


Sesampai di kampung, semua tetangga membicarakan Lisa. Aku dan suamiku yang gak tau apa apa, juga ikut di hina. Yah, mungkin mereka sudah melihat vidio yang tersebar luas, karena tadi itu live, walaupun aku gak terlalu tau. Tapi yang pasti kejadian di luar kota tadi sudah di saksikan oleh banyak orang. Kini aku dan suamiku hanya bisa diam di rumah dan seakan akan takut untuk keluar. Aku belum siap untukk di hina dan di cemoh oleh mereka.


Lisa, kamu sukses nak. Kamu sukses buat ibu dan ayah mu malu. Kamu sukses buat kami menderita, kamu sukses buat kami merasa terhina seperti ini.


__ADS_2