
Malam harinya, setelah pulang dari resto. Lidya langsung mandi dan bergabung sama mamanya. Ia gak makan malam di rumahnya, karena sebelum pulang, ia sudah makan dengan karyawan resto.
Di ruang keluarga, di sana ada mama sama papanya yang sedang nonton tivi.
"Sayang, tadi papa sepulang ngajar mampir ke resto kamu sebentar, tapi kamu gak ada. Kemana?" tanya Farhan saat Lidya duduk di tengah tengah dirinay dan sang istri.
"Aku ngantar makanan, pa. Kebetulan orang yang biasanya suka ngantar makanan, lagi off. Jadi aku yang turun langsung, soalnya aku sendiri juga gak terlalu sibuk," jawab Lidya sambil mengambil cemilan yang ada di atas meja.
"Oh papa fikir kamu kemana. Makin hari makin rame aja ya?"
"Hehe iya pa, Alhamdulillah," jawab Lidya tersenyum.
"Oh ya ma, mama kenal sama Arya?" tanya Lidya.
"Arya siapa sayang?" tanya Lily, Mamanya Lidya.
__ADS_1
"Dokter Arya ma, dia kerja di Rumah Sakit DR. Ramlan. Katanya Arya, dia kenal sama mama, bahkan sering manggil mama Suster Alia," jawab Lidya. Ya memang kalau di rumah sakit, Lily sering di panggil Alia kadang juga Lily. Karena memang nama lengkapnya, Lily Alia Pratama.
"Oh, ya mama tau. Dokter Arya yang tampan, muda dan sukses itu ya. Mama kenal banget malah, dia sering nyapa mama. Anaknya ramah banget sama siapapun, sopan juga. Bahkan banyak suster yang masih single menaruh hati sama Dokter Arya tapi Dokter Arya selalu menolaknya dengan cara halus. Banyak juga pasien yang datang ingin di periksa langsung oleh Dokter Arya. Ah, andai saja dia yang menjadi menantu mama. Pasti mama bahagia banget. Oh nya ngomong ngomong kamu kenapa bisa kenal dengan Dokter Arya?" tanya Lily.
"Dia teman aku saat SMP ma, malah dulu mama pernah ketemu sama dia waktu mama mengambilkan raport aku, mama pasti gak inget," ujar Lidya.
"Hehe mana mungkin mama ingat, itu udah lama banget sayang. Oh ya menurut kamu gimana dengan Arya?" tanya Lily.
"Baik. Dulu dia gak setampan sekarang ma. Dulu dia mah gemuk. dekil, jerawatan, pakai kaca mata karena memang dia itu kutu buku. Dulu aku cukup dekat dengannya, bahkan tak jarang aku manggil dia dengan subutan Aldebaran karena memang namanya Arya Al Debaran," jawab Lidya.
"Kamu suka gak sama dia?" tanya Mama.
"Gak boleh gitu sayang, kita gak pernah tau jodoh kita itu siapa. Walaupun kamu janda, tapi jika Allah sudak mentakdirkan kamu bersama Dokter Arya, siapa yang bisa mencegahnya. Bukankah jodoh itu sudah ada yang mengatur," kata Farhan menasehati putrinya.
"Hehe iya juga sih pa. Tapi untuk saat ini, aku belum kefikiran ke sana. Biarlah waktu yang menentukan, kelak aku menikah dengan siapa. Tapi yang jelas, aku akan bawa orang itu ke hadapan mama sama papa, biar kalian bisa menilai, dia cocok buat aku atau gak," jawab Lidya.
__ADS_1
"Iya ya kamu benar, oh ya mantan suami kamu itu udah gak ganggu kamu lagi kan?" tanya Farhan.
"Enggak pa. Sejak orang orang papa, memukul Mas Daswan dan sejak itu pula, dia gak pernah berani ganggu aku lagi," jawab Lidya. Ya memang dua bulan yang lalu, Daswan di pukul oleh beberapa orang suruhan Farhan itu karena Daswan hampir melecehkan Lidya saat Lidya pergi seorang diri tanpa di kawal oleh Bodyguardnya tapi untunglah Lidya berhasil kabur, dan Lidya pun langsung mengadu kepada papanya.
Dan papanya pun gak tinggal diam, ia langsung menyuruh bodyguard putrinya dan juga beberapa orang buat memberikan perhitungan kepada Daswan. Daswan di pukul habis habisan hingga akhirnya kakinya patah dan badannya juga luka sana sini. Dan sejak itulah, Daswan gak pernah ganggu Lidya lagi, mungkin karena kini Daswan susah untuk jalan kemana mana. Mamanya Daswan pernah melaporkan nya kepolisi namun karna mamanya Daswan gak punya bukti, akhirnya laporannya gak bisa di proses.
Sebenarnya Daswan melakukan itu agar Lidya mau rujuk kembali dengannya. Namun caranya salah dan itu membuat Lidya semakin benci sama Daswan. Dan sejak masalah itu juga, akhirnya Lidya mengubah tampilannya dengan pakaian yang sangat tertutup dan juga hijab yang sampai lutut. Ia juga selalu pakai kaos kaki membuat kecantikannya semakin bersinar.
"Syukurlah jika itu orang, gak ganggu kamu lagi. Papa senang mendengarnya. Jika kamu ada apa apa atau jika dia ganggu kamu lagi, kamu langsung hubungi papa aja, okey," ucap Farhan.
"Okey pa, siap," jawab Lidya tersenyum.
\=============
Hy guys, perkenalkan aku Evi Tamala. Oh ya aku minta maaf ya jika aku sering typo. Dan sering salah sebut nama hehe. Soalnya aku juga nulis di beberapa aplikasi lain, jadi membuat aku kadang sering salah ketik nama.
__ADS_1
Aku juga malas baca ulang, itulah kelemahan aku. Malas hehe. Biasanya habis ketik langsung aku publikasikan. Aku lebih suka baca karya orang lain dari pada karya sendiri Hehe. Ya begitulah aku. Aku suka nulis tapi malas kalau suruh baca karya sendiri. Tapi kalau baca karya orang, bisa seharian bahkan semalaman gak tidur kalau sudah sangking asyiknya hehe.
Jadi mohon di maklumi ya, tapi biasanya kalau ada yang protes di komen, baru aku ganti. Kalau gak ada yang protes, ya gak aku ganti hehe.