Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Semakin Dekat


__ADS_3

Jika Daswan sedang dalam keadaan duka, tapi tidak dengan Arya dan Lidya. Setiap pagi, sebelum berangkat kerja, Arya selalu menyampatkan diri untuk datang ke resto Lidya. Dan sarapan pagi dengan nasi buatan Lidya, begitupun saat jam istirahat siang, Arya rela relakan pergi ke resto makan siang di sana. Sepulang kerjapun, Arya sealu menyempatkan diri untuk mampir ke resto Lidya dan pulang saat resto itu tertutup.


Lidya sendiri kadang merasa sedikit terganggu namun ia juga tak mungkin mengusirnya, karena Arya juga tak mengganggu aktivitasnya. Lidya jika gak ada kerjaan juga kadang mau menemani Arya walaupun hanya sekedar ngobrol. Bahkan kadang Arya juga membantu dirinya mengelola keuangan Resto. Tak jarang, Arya kadang mau ikut membantu memasak, menjadi pelayan, menjadi kasir, dan lain sebagainya. Walaupun gak di gaji, namun Arya tetap mau melakukannya dan itu semata mata karena ia ingin menarik perhatian Lidya.


Arya juga gak tegas sih jika sudah banyak yang datang dan pelayan resto keteteran, ia pun ikut membantu. Semua pelayan juga mulai menghormati Arya karena mereka mengira Arya itu kekasih Lidya yang juga bentar lagi akan jadi bosnya.


"Ar, kamu itu gak bosen ya ke sini terus setiap hati, pagi, siang, sore sampai malam?" tanya Lidya yang memutuskan memanggil Arya, bukan lagi Aldebaran karena terlalu panjang.


"Gak, malah aku senang karena bisa bertemu kamu," jawab Arya jujur.

__ADS_1


"Tapi kamu juga pasti capek kan, setelah seharian kerja, kamu masih ke sini aja bahkan tak jarang ikut membantu, nanti kamu sakit loh," ucap Lidya menghawatirkan keadaan temannya itu.


"Hehe, gak papa sakit, asal aku dapat perhatian dari kamu," balas Arya tersenyum.


"Hah! jika pengen dapat perhatian dari aku, gak gitu juga kali, menyiksa diri sendiri," tutur Lidya sambil geleng geleng kepala.


"Tenang aja kog Li, aku gak akan sakit. Aku ini orangnya jarang sakit, lagian aku ini seorang dokter, tentu aku tau tentang kesehatanku sendiri. Jika memang aku lelah, aku pasti akan istirahat, jadi kamu gak perlu menghawatirkan aku," cakap Arya, ia bahagia karena kini bisa semakin dekat dengan Lidya, ia berharap Lidya bisa segera melupakan masa lalu nya dan mau membuka hatinya untuk dirinya.


"Mau, mau banget. Tapi ada apa emangnya di rumah kamu?" tanya Arya.

__ADS_1


"Gak ada sih, cuma mamaku ulang tahun dan ada selamatan kecil kecilan gitu, aku mau ngundang kamu karena sekarang kamu itu teman dekat aku," jawab Lidya namun itu sukses membuat hati Arya berbunga bunga.


"Wah kesempatan ini, aku bisa kenalan dengan mama dan papa calon mertuaku," goda Arya.


"Apaan sih, ada ada aja. Iya udah nanti, kamu pulang dulu, mandi dan ganti baju. Gak mungkin kan kamu ke rumah aku pakai baju yang sudah seharian kamu pakai,"


"Hehe iya iya, entar lagi aku akan pulang dan setelah itu aku akan ke rumah kamu. Tapi aku gak tau rumah kamu dimana?" tanya Arya yang memang belum tau tempat tinggal wanita yang ia cintai itu.


"Nanti deh aku chat,"

__ADS_1


"Okey."


Mereka pun bahas yang lain, namun sesekali Arya menggoda Lidya dengan kata kata manisnya. Karena ia tau, Lidya itu suka banget di gombalin bahkan setiap pulang dari resto, ia rela belajar kata kata gombal dari internet. Iya akan melakukan apa aja untuk bisa membuat Lidya menyukainya kalau perlu jatuh hati padanya. Walaupun ia lelah, ia akan belajar bagaimana merangkai kata kata untuk bisa membuat hati Lidya menjadi luluh padanya.


__ADS_2