Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Siapakah Sila?


__ADS_3

Setelah berbulan bulan, akhirnya Lidya belajar untuk ikhlas melepaskan kepergian mamanya begitupun Farhan, ia pun juga berusaha ikhlas melepaskan istrinya, wanita yang sangat ia cintai. Walaupun sangat berat, namun ia terus mencobanya. Apalagi ia juga ada Lidya, yang terus berusaha menguatkannya dan selalu menghiburnya.


Lidya dan Farhan seakan saling menguatkan satu sama lain, Farhan juga sudah mulai mengajar lagi jadi dosen dan Lidya, ia akan membuka cabang barunya besok. Lidya juga sudah membuka lowongan pekerjaan untuk ia tempatkan di cabang barunya dan ada 10 karyawan yang akan bekerja di restorannya. Arya pun selalu menemani Lidya kalau pulang kerja atau libur kerja. Hanya saja saat kemarin pemilihan karyawan, ia gak bisa menemani karna ia gak bisa libur kerja.


"Mas, besok kamu datang kan di pembukaan resto baruku?" tanya Lidya.


"Iya sayang, pasti,' jawab Arya.


"Oh ya gimana kemarin pemilihan karyawannya?" tanya Arya.


"Lumayan banyak loh yang melamar, Hampir 100 orang, tapi hanya 10 orang yang aku terima. Dan besok mereka akan datang sekaligus bisa langsung bekerja," jawaab Lidya.


"Kamu sudah menyeleksi mereka baik baik?" tanya Arya.


"Iya dong mas, pasti. Tapi ada satu orang yang membuat aku merasa gimana gitu," ujar Lidya.


"Gimana apanya?" tanya Arya heran.


"Ada wanita yang mirip dengan Lisa, tapi gak mirip mirp amat sih. Tapi jika dari postur tubuhnya, tingginya, gayanya itu sama persis. Cuma wajahnya emang gak sama," ujar Lidya.


"Terus kamu mengira itu Lisa?" tanya Arya.


"Entahlah, aku bingung," jawab Lidya sambil menghembuskan nafas.


"Terus, kamu terima dia jadi karyawan?" tanya Arya sekali lagi.

__ADS_1


"Iya mas, aku taruh dia di bagian keuangan. Soalnya dia mahir di bagian itu. Aku juga sudah mengetes beberapa orang dan hanya dia yang lolos, tapi entah kenapa, setelah aku nerima dia, firasat aku merasa akan ada sesuatu," balas Lidya jujur.


"Sudahlah, jangan terlalu di fikirkan, lagian Lisa juga gak mungkin berani menemui kamu setelah apa yang dia lakukan,"


"Tapi bagaimana mungkin jika dia beneran Lisa dan ingin balas dendam?" tanya Lidya lagi.


"Enggak mungkin jika memang itu Lisa, kenapa wajahnya beda? Gak mungkin kan dia operasi plastik, secara operasi pasti itu kan mahal," jawab Arya.


"Iya juga sih, iya udahlah."


Akhirnya setelah percakapan panjang itu, Arya pun mengantarkan Lidya pulang ke rumahnya. Besok, Arya juga sudah izin kerja, karena ia ingin mengunjungi pembukaan resto cabang milik calon istrinya itu. Hah, andai mama mertuanya gak kecelakaan, pasti kini mereka sudah jadi suami istri. Tapi sekarang, Lidya memina Arya nunggu smpai dirinya benar benar siap, karena bagaimanapun Lidya, masih butuh kesiapan mental untuk bisa melangkah lebih jauh lagi.


\====


Lidya, Farhan dan Aryan pun tak tinggal diam, mereka bekerja keras melayani para pelanggan yang datang untuk mencicipi semua masakan resto.Sebenarnya masakan ini sama dengan yang di Resto satunya, hanya di sini ada tambahan beberapa menu makanan dan menu minuman yang kini lagi viral hanya saja punya Lidya, tampilannya di buat bagus dan juga ada beberasa rasa sehingga membuat orang orang semakin tertarik karena yang lain, di luaraan sana kebanyakan adalah ori dan tampilannya pun sederhana.


Apalagi tampilan kafe nya yang bisa buat foto foto membuat anak zaman now gak mau buang buang kesempatan buat foto dan menguploadnya di media sosial mereka. Setelah seharian berkutat menjadi pelayan, membantu di dapur, akhirnya Resto pun tutup jam 9 malam. Mereka sangat lelah semua, karena mereka harus kerja dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam. Dan itupun hanya istirahat sebentar buat makan dan sholat.


Setelah itu, Arya pun mengantarkan Lidya dan papa mertuanya pulang dengan selamat sampai rumahnya.


"Sayang, aku pulang dulu ya," ujar Arya setelah mengantarkan Lidya tepat sampai depan rumahnya.


"Iya hati hati ya mas, dan terima kasih untuk seharian ini,"


"Iya sayang sama sama," jawab Arya tersenyum. Setelah pamit, Arya pun pulang dengan tubuh yang sangat lelah. Sungguh, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bahkan rasanya badannya seperti remuk redam. Namun ia senang karena pembukaan resto wanita yang ia cintai berjalan dengan sangat sukses dan lancar.

__ADS_1


Lidya dan Farhan sendiri pun juga merasa sangat lelah, bahkan sesampai di ruang tamu, Farhan langsung merebahkan dirinya di sofa panjang sedangkan Lidya ia merebahkan dirinya di lantai. Rasanya ia sudah lelah untuk naik ke lantai atas dan pergi ke kamarnya.


"Hueff capek banget ya pa," ujar Lidya menghembuskan nafas kasar.


"Iya, tapi papa senang, karena semuanya berjalan sesuai yang kamu inginkan. Semoga ke depannya semakin banyak yang datang ya dan kamu bisa membuka cabang lagi,"


"Iya pa, Aaamin," jawab Lidya mengaminkan doa papanya.


"Itu sampai berhapa hari gratisan?" tanya Farhan.


"Hehe cuma hari ini doang, pa. Besok ya harus banyar dong, rugi aku kalau sampai berhari hari di kasih gratisan," balas Lidya tersenyum.


"Ow tak fikir dua sampai 3 hari. Besok papa gak bisa bantu lagi ya, soalnya murid papa lagi UAS," ujar Farhan memberitahu.


"Iya pa, gak papa. Santai aja, lagian juga kan di sana sudah ada 10 karyawan dan juga, gak mungkin sampai serame tadi masalahnya besok sudah gak ada lagi gratisan kayak hari ini," ucap Lidya.


"Ia juga ya, iya sudah papa mau mandi dulu,"


"Emang udah gak capek lagi?" tanya Lidya.


"Sudah gak lagi, udah mendingan. Kamu juga segera tidur, sholat dan istirahat. Kamu juga pasti lelah kan, jangan lupa sholat isya dulu, kamu belum sholat isya',"


"Oke pa siap."


Lidya pun segera bangun dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan sholat lalu tidur.

__ADS_1


__ADS_2