
Saat ini Lidya dan kedua orang tuanya sudah ada di tempat di mana Daswan dan Lisa menikah. Hanya saja kedatangan Lidya telat, karena mereka baru datang, saat orang orang mengucapkan kata sah. Namun itu tak masalah, Lidya tetap akan menghancurkan pernikahan mereka. Di sana ternyata ada kedua orang tua Lisa dan mertua Lidya sendiri. Lisa juga mengundang beberapa teman SMA dan beberapa teman kampusnya.
"Waahhhh ... hebat banget ya, kalian menikah tanpa ngundang aku," sinis Lidya yang membuat Daswan dan Lisa menoleh ke arahnya begitu pun dengan yang lain. Bahkan kedua orang tua Daswan yang merupakan mertua Lidya sampai kaget melihat menantunya menghadiri pernikahan putranya dengan istri kedua nya.
"Lidya, kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Daswan kaget.
"Haha kenapa kamu kaget ya sayang? Tapi tenang aja, aku ke sini bukan memarahi mu kog, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang membuat kalian semua kaget terutama kamu, suamiku dan juga mertuaku yang terhormat," ucap Lidya yang membuat semua orang kaget. Karena gak mengerti apa yang di maksud dengan Lidya. Sedangkan kedua orang tua Lidya sendiri memilih diam karena mereka membiarkan putrinya mengungkapkan apa yang ia ingin ungkapkan.
"Aku harap kalian semua diam, sebeluma aku selesai bicara. Jika tidak, maka aku akan buat kalian menyesal sudah hadir di pernikahan ini," ucap Lidya tegas bahkan ia memancarkan aura yang membuat mereka diam tak berkutik.
"Perkenalkan aku Lidya Paramita, istri sah dari laki laki yang bernama Daswan, laki laki yang baru saja menikahi wanita yang bernama Lisa. Tapi tenang aja, aku merestui hubungan kalian berdua, tapi sebelum itu, aku mohon dengarkan ucapanku baik baik. Aku pacaran sama Mas Daswan saat aku kelas 1 SMA, dia laki laki jelek, miskin yang pernah aku temui. Tapi gak tau kenapa, aku bisa jatuh hati sama laki laki yang bermuka dua, berpura pura baik terhadapku. Banyak yang mengingatkan aku, dan mengatakan aku wanita bodoh, mau menerima cinta Mas Daswan di saat banyak di luar sana laki laki tampan, kaya dan pintar yang ingin menjalin hubungan denganku. Namun bodohnya aku yang sudah di butakan oleh cinta hingga akhirnya memilih menerima laki laki yang menurutku pantas buat aku perjuangkan.
Selama di SMA, aku rela mengerjakan tugas dia karna memang otak dia yang gak seberapa membuat dia kesusahan untuk mencerna penjelasan guru apalagi kenakalannya yang membuat semua guru mengeluh dengan sikapnya yang urak urakan. Namun lagi lagi aku tetap bangga karena bisa menjalin hubungan dengannya.
Hingga akhrinya kami lulus SMA. Dia memutuskan untuk bekerja, tapi aku sebagai pacarrnya rela berkorban. Aku rela membuka semua tabunganku selama ini demi membiayai kuliah Mas Daswan. Aku rela mengurangi uang jajan yang di berikan kedua orang tuaku untuk membayar SPP Mas Daswan. Belum lagi, semua tugas seperti biasa, aku juga yang mengerjakan sedangkan dia sibuk main dengan teman temannya. Namun lagi lagi, aku di butakan oleh cinta. Hingga aku memilih mendiamkannya.
Setelah lulus Kuliah, aku memutuskan untuk menikah dengannya walaupun dia hanya laki laki pengangguran. Bahkan papa tidak merestui hubungan kami, namun aku berusaha meyakinkan papa bahwa Mas Daswan bisa bertanggung jawab. Namun aku salah, karena saat kami sudah sah jadi suami istri, ia tak kunjung menemukan pekerjaan. HIngga akhirnya mama membantuku membiayai semua kebutuhan keluarga kecilku. Sedangkan Mas Daswan seperti acuh tak acuh.
__ADS_1
Dan beberapa bulan kemudian, papa menghubungi sahabatnya agar bisa memberikan pekerjaan untuk Mas Daswan. Dan yah, sahabat papa mau memberikan pekerjaan untuk Mas Daswan dengan posisi yang cukup tinggi, sebagai Manajaer HRD. Walaupun pekerjaannya berantakan, namun Pak Gunawan selaku bos di perusahaan tersebut memilih diam karena ia gak mau memecat Mas Daswan, itu karena papaku. Kalau bukan karena papaku, jangan harap sampai detik ini Mas Daswan bisa menempati posisi tersebut.
Setleah itu hubungan kami baik baik aja hingga satu tahun yang lalu, Mas Daswan menginginkan seorang anak. Aku sudah berusaha melakukan apapun agar aku bisa segera hamil. Hingga 3 bulan kemudian, aku tak kunjung hamil juga. Aku meminta Mas Daswan untuk periksa bersama sama dan hasilnya sungguh mengejutkan.
Ternyata Mas Daswan lah yang bermasalah, ia terkena Azoospermia. Dia gak punya ******, itulah kenapa sampai detik ini aku gak bisa hamil," ucap Lidya, namun belum selesai ia bicara, Daswan langsung memotongnya.
"Apa maksudmu Lidya?" tanya Daswan geram.
"Jangan bicara dulu Mas. Tunggu aku menyelesaikan ucapanku dulu, baru kamu angkat bicara," ujar Lidya yang membuat Daswan diam.
"Saat mengambil hasil lab, kebetulan waktu itu Mas Daswan lagi sibuk, hingga akhirnya aku sendirilah yang mengambilnya. Jujur, saat aku membaca hasilnya, hatikku hancur sehancur hancurnya. Terlebih aku takut Mas Daswan tak percaya diri lagi kalau tau bahwa dialah yang mandul. Bukan aku. Sehingga aku memutuskan untuk diam saja dan memilih tak menjelaskan karena aku takut penjelasanku akan menyakiti hati dan perasaannya.
Tapi nyatanya, Mas Daswan malah semakin semena mena terhadapku.
Beberapa hari yang lalu, aku menemukan testpack di saku celana suamiku, tapi aku gak tau itu punya siapa. Dan aku percaya itu bukan milik Mas Daswan karena Mas Daswan gak punya ******.
Lalu aku menyusuh seseorang untuk mencari tau semuanya dan betapa kagetnya aku, kalau selama ini Mas Daswan gak pernah pulang karena ia menginap di apartemen Lisa dan melakukan hubungan layaknya suami istri berbulan bulan lamanya. Mereka bahagia di atas deritakku.
__ADS_1
Namun yang membuat aku kaget bukan itu, melainkan wanita yang di cintai oleh suamiku, yang bentar lagi menjadi mantan suamiku. Dia dari dulu memang bodoh, dia menyia nyiakan aku demi wania murahan seperti Lisa. Ah, kayaknya mulutku terlalu kejam ya. Tapi memang itu lah kenyatanannya.
Asal kalian tau, Lisa itu adalah wanita yang hipersex. Dia melakukan *** saat dirinya masih kelas Dua SMA bersama dengan Dito, pacarnya. Mereka melakukannya selama satu tahun. Dan setelah Dito lulus sekolah. Lisa naik ke kelas 3, lagi lagi ia melakukannya dengan Reyhan, pacar keduanya setelah Dito.
Tak sampai di situ, setelah Lisa lulus SMA. Lisa menjual dirinya kepada om om, laki laki yang sudah beristri. Ia menjadi wanita panggilan. Satu kali kencan, Lisa di bayar 500 ribu sampai 2 juta. Dan dia melakukan itu sampai 4 tahun lamanya. Kenapa Lisa gak pernah hamil, karena ia selalu rutin mengonsumsi obat pencegah kehamilan.
Setelah lulus kuliah dan bekerja, ia memanfaatkan suamiku yang kebetulan saat itu, fikirannya lagi kacaau karena sampai sekarang aku tak kunjung hamil. Lisa menyuruh Mas Daswan pergi ke apartemennya dan di sanalah mereka melakukannya hingga sekarang. Tapi bodohnya Mas Daswan, saat Lisa hamil, ia mengira itu anaknya. Padahal itu adalah anak Dito, laki laki yang sudah mengambil keperawanan Lisa. Lisa dan Dito bertemu di Mall saat Mas Daswan ada urusan di luar kota selama satu Minggu. Mereka melakukannya di hotel, dan Lisa lupa meminum obat pencegah kehamilan. Itulah kenapa Lisa bisa hamil, tapi yang jelas itu bukan anaknya Mas Daswan. Dan ini bukti buktinya," Lidya memberikan rekaman yang ia dapatkan dari orang suruahannya. Dimana Lisa melakukan hubungan badan dengan Dito, Reyhan, Laki laki yang menyewa jasanya dan juga dengan Mas Daswan.
Mas Daswan marah melihat itu semua, tapi ia lebih marah saat ia membaca hasil lab tentang dirinya.
"Ini gak mungkin kan? kamu pasti bohong kan? Kamu ingin balas dendam kan karena aku menikah secara diam diam?" tanya Daswan frustasi.
"Jika aku berbohong, silahkan Mas Daswan cek di rumah sakit manapun. Atau jika Lisa sudah melahirkan, kamu bisa tes DNA. Dan yah untuk ibu mertua, terima kasih sudah menghina saya mandul, walaupun sebenarnya anak Anda sendiri yang mandul. Tapi ini bukan karena kesalahan Anda sepenuhnya. Tapi ini juga salah saya, karena saya terlallu cinta dengan putra Anda hingga saya memilih bungkam dengan hasil lab itu. Tapi yah, siapa sangka, niat baik saya ternyata malah menjadi bumerang untuk saya sendiri. Namun saya tak menyesalinya. Karena dengan begini saya bisa tau sifat asli kalian semua.
Dan untuk kalian kedua orang tua Lisa, didiklah putrinya agar menjadi wanita yang lebih baik lagi. Agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Obati putri kalian, karena bagaimanapun Hipersex itu butuh penanganan yang baik. Dan untuk mu LIs, maafkan aku sudah membongkar aib mu sendiri, itu karna kamu sudah berani main main sama aku. Dan untuk Mas Daswan, aku sudah mengajukan surat cerai jadi tunggulah panggilan dari KUA.
Dan yah, rumah kita sudah aku jual, karena bagaimana pun itu rumah ku, bukan? Dan kamu hanya numpang di sana. Dan kamu juga tak perlu repot repot masuk kerja lagi, karena kamu sudah di pecat dengan tidak hormat. Sekarang, kamu nikmati kehancuran kamu itu. Ayo ma, pa, kita pulang, aku sudah cukup puas dengan kejutan yang aku berikan buat mereka," ujar Lidya mengajak mama dan papanya pulang. Papanya Lidya langsung mematikan kameranya, dan ia pergi bersama anak dan istrinya. Walaupun sebenarnya ia ingin memukul laki laki yang sudah membuat putrinya itu menderita, tapi melihat tampang mereka semua, membuat Papanya Lidya tau, kenyataaan yang di bawa Lidya, adalah pekulan terberat buat mereka.
__ADS_1
Daswan berusaha mengejar Lidya, namun langsung di cegah oleh Papanya Lidya karena ia gak akan membiarkan Daswan menyentuh putrinya. Karena bentar lagi juga mereka akan bercerai. Ia juga tak akan membiarkan Daswan bicara dengan putri kesyangannya itu. Sudah cukup derita yang di berikan oleh Daswan untuk Lidya.