
Author Pov
Setelah suaminya selesai di makamkan, Leni-Ibunya Lisa hanya menangis di kuburan suaminya. Ia gak tau harus bagaimana menghadapi kehiduapn yang begitu menyakitkan ini. Anak yang di bangga banggakan, sudah membuat ia kecewa dan malu. HIngga saat ia dan sang suami pulang dari luar kota, semua orang membicarakannya, menghinanya dan mencaki maki dirinya dan sang suami. Sampai sampai mereka gak mau keluar dari rumah, namun warga yang penasaran, kadang memilih menyerbu rumahnya dan menanyakan kabar yang lagi viral akibat ulah putrinya.
Dan itu sukses membuat suaminya merasa tertekan, sok dan meninggal. Leni - Ibunya Lisa tak menyangka, bahwa ia akan di hadapkan dengan ujian yang begitu berat. Dulu ia begitu menginginkan seorang anak agar rumah tangganya lebih berwarna. Tapi sekarang, ia menyesal. Menyesal karena ia memohon pada Tuhan agar ia hamil dan punya anak, namun sekarang, ia berubah fikiran. Buat apa punya anak jika pada akhirnya anak itu menjadi bumerang untuk dirinya dan sang suami.
Andai dulu ia gak punya anak, pasti ia akan bahagia hidup berdua dngan sang suami. Ia tak perlu bekerja keras memikirkan nasib masa depan putrinya. Ia tak perlu bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan putrinya.
Tapi nasi sudah jadi bubur, ia gak bisa membalikkan keadaan. Saat ini, hatinya hanya di penuhi dengan kecewaan yang begitu mendalam. Ia terus memanggil nama suaminya dan gak mau beranjak dari tempat kuburan.
Ia terus berceloteh seakan akan suaminya ada di depannya, ia terus membicarakan saat saat di mana dulu ia pacaran dengan sang suami hingga sang suami berhasil menikahinya dan akhirnya hidup mereka bahagia.
__ADS_1
Leni meraung raung di atas kuburan suaminya yang masih basah dan ia mencoba untuk bunuh diri dan menyusul suaminya, untunglah warga yang belum pulang semua langsung menghentikan Leni yang ingin bunuh diri.
Sedangkan Leni meminta untuk di lepaskan, ia ingin menyusul suaminya ke surga. Leni terus bicara dengan tatapan kosong, ia bicara sendiri lalu tertawa sendiri. Mungkin kejadian yang berturut turut membuat dia tertekan hingga mengakibatkan jiwabnya sedikit terganggu.
Jerri, sepupu Leni yang melihat Leni seperti kehilangan akal langsung memapahnya ke rumahnya. Namun di rumah, Leni terus berteriak dan memanggil nama suaminya. Ia juga mengucapkan kata benci kepada Lisa, putrinya. Leni juga terus melakukan percobaan bunuh diri. Hingga akhirnya Jeri dan keluarga besar Leni memutuskan membawa Leni ke rumah sakit jiwa agar Leni bisa kembali normal dan tak lagi menyakiti dirinya sendiri.
\===
Akhirnya Lisa membuat keputusan yang sangat besar, ia mengambil semua uangnya dan ia pergi ke luar negeri untuk operasi wajah. Yah, hanya dengan operasi wajah, ia bisa berkeliaran bebas lagi karna dengan wajah barunya nanti, maka gak akan ada lagi yang mengenali wajahnya. Dan dengan beigitu ia bebas mendekati Lidya dengan menyamar jadi orang lain.
Ia gak masalah uangnya habis, uang masih bisa di cari. Tapi ia gak mungkin jika selamanya, dia hanya diam di kontrakan . Toh operasi ini juga aman untuk orang yang lagi hamil. Walaupun ia membenci Dito, namun ia gak akan menggugurkan kandungannya. Ia gak akan mungkin tega membunuh darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
\====
Sedangkan di tempat yang berbeda. Daswan berusaha ingin bertemu dengan Lidya, namun ternyata gak semudah yang ia bayangkan. Karena Farhan- Papanya Lidya sudah memberikan pengamanan yang ketat. Di depan rumahnya ada dua orang satpam yang menjaga rumahnya dan tidak memperbolehkan orang lain masuk sembarangan terutama Daswan.
Dan setiap Lidya keluar rumah, maka ia akan di kawal oleh bebera bodyguard. Dan itu membuat Daswan susah untuk bisa bicara dengan Lidya. Sedangkan Lidya, ia berusaha tampil biasa aja dan cuek. Kini tampilannya bahkan seperti seorang putri. Ia tak lagi seperti dulu, yang lemah dan menjadi orang bodoh karena cinta. Sekarang, ia sudah berubah. Ia hanya akan mengutamakan kebahagiaanya dan kebahagiaan kedua orang tuanya.
Sedangkan proses perceraian semakin di percepat, dengan ketidak hadiran Daswan ke pengadilan akan mempermudah surat cerai itu segera selesai. Mungkin jika tidak salah, besok pengadilan agama akan memutuskan Lidya dan Daswan akan resmi berpisah. Dan Lidya sudah gak sabar nunggu hari esok tiba. Karena setelah ini, ia gak mau lagi berurusan dengan mantan suaminya, dengan orang yang sudah menyakiti hatinya.
Ia sudah tak lagi perduli apa yang terjadi dengan Daswan, hatinya sudah mati setelah tau perselingkuhan Daswan dengan Lisa. Kini ia akan fokus dengan usahannya dan mengambangkan usahanya hingga bisa membuka cabang di mana mana. Lisa sudah sangat antusias untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses, ia akan memanfaatkan ilmu yang ia dapat saat di kampus.
Kedua orang tua Lidya selalu mendukung apapun keputusan Lidya selama apa yang di lakukan Lidya adalah hal yang positif. Mereka juga akan melakukan apapun demi kebahagiaan putrinya dan juga mereka akan berusaha agar Daswan tak lagi mendekati putrinya dan mengambil hati putrinya kembali. Ia gak mau putrinya jatuhh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
__ADS_1