
Pov Lisa
Pagi pagi sekali, aku berangkat ke rumah Dito dengan di antar ojek online. Yah, aku terpaksa pakai ojek online karena lebih murah dan cepat sampai. Untunglah aku tau kalau Dito sudah menetap di rumah lama, rumah yang dulu sering aku datangi dan melepaskan rinduku di kamar Dito. Di rumah itu lah, Dito mengambil keperawanannya dan melakukannya hampir setahun. Sampai Dito lulus sekolah dan setelah itu ia pergi ikut orang tuanya untuk melanjutkan studinya.
Sesampai di depan rumahnya, aku mengetok pintu dan tak lama kemudian, seseorang membukakan pintu, dan syukurlah yang membukakan pintu itu adalah Dito sendiri.
"Kamu siapa?" tanya Dito, wajar dia nanya aku siapa, karena aku memakai topi, kaca mata dan masker.
Aku pun membuka atribut yang aku pakai hingga membuat Dito kaget.
"Kamu? Ngapain kamu ke sini?" bentak Dito membuat aku kaget karena suaranya yang tiba tiba tinggi.
"Dito? Aku hamil anak kamu," jawabku yang langsung ke inti.
"Aku gak percaya. Aku sudah liat vidio kamu yang viral. Dan aku gak yakin, itu anak akku," sinis Dito.
"Sumpah Dito, anak yang aku kandung, benar benar anak kamu," ucapku meyakinkan.
__ADS_1
"Tapi sayangnya, aku gak percaya. Terlebih kamu itu cewek panggilan dan setiap hari kamu melakukannya dengan suami orang. Aku gak yakin itu anakku,"
"Jika kamu gak yakin, kamu bisa tes DNA saat anak ini lahir," kataku sambil menitikkan air mata.
"Gak perlu. Lagian jika memang itu anakku, aku gak akan mengakuinya. Aku gak mau punya anak dari perempuan murahan seperti kamu,"
"Kamu bilang aku murahan? Apa kamu lupa Dit, kamu yang mengambil perawan aku, kamu orang yang pertama kali menyentuh kehormatan aku. Kamu yang sudah merenggu kesucianku hingga akhirnya aku seperti ini. Setelah hampir setahun kamu menikmati tubuhku lalu kamu pergi gitu aja dan memutuskan hubungan kita. Siapa yang lebih kejam, Dit. Aku atau kamu? Andai kamu dulu gak ngajari aku tentang hal itu, mungkin sampai detikk ini aku gak akan tau rasanya seperti apa. Mungkin aku tetap menjadi wanita yang polos, dan tak tau menau masalah seperti itu. Tapi kamu dulu selalu memaksa ku untuk lihat vidio yang tak senonoh hingga akhirnya kamu memaksa aku melakukannya padahal aku sudah gak mau. Jika pun aku rusak seperti ini, itu karena ulahmu Dit. Dan kamu juga melakukannya saat aku gak minum obat pencegah kehamilan, terlebih kamu mengeluarkan ****** kamu di dalam. Wajar jika saat ini aku hamil, karena kamu melakukannya di saat aku lagi subur,"
"Terus maumu apa? Hah?"
"Aku ingin kamu tanggung jawab," ujarku tegas.
"Ya," jawabku.
"JANGAN MIMPI ...!!! Aku gak sudi punya istri murahan seperti kamu, yang bahkan sudah puluhan orang yang menikmatinya. Lagian apa kata orang tuaku, keluarga besarku, teman dan sahabat aku. Jika kau, Dito Setiawan menikah dengan wanita yang sangat viral hingga menjadi trending topik nomer satu. Pasti mereka akan mentertawain aku,"
"Terus bagaimana nasib anak yang aku kandung Dit?" tanyaku menangis.
__ADS_1
"Kamu gugurin aja," jawabnya enteng.
"Kamu gila Dit? Kamu mau bunuh anak kamu, kamu mau bunuh darah daging kamu sendiri?" bentakku.
"Apa boleh buat, dari pada aku harus nanggung malu,"
"Kamu memang laki laki brengsek Dit. Aku nyesel pernah jatuh cinta sama kamu, aku nyesel pernah menyukai laki laki seperti kamu. Aku nyesel menyerahkan kehormatan aku buat kamu, kamu laki laki brengsek yang pernah aku kenal,"
"Benarkah aku laki laki brengsek, terus bagaimana dengan suami kamu. Ah lebih tepatnya mantan ya, hehe. Karena kan, kamu sudah di ceraika, tapi gak papalah ya, yang penting kan sudah jadi istri dari suami orang lain. Ya walaupun hanya beberapa menit. Ah ya, kayaknya dia yang lebih brengsek kali ya, menceraikan istrinya dan meninggalkannya begitu aja," sindir Dito yang membuatku tambah murka.
"Dia memang brengsek tapi kamu jauh lebih brengsek,"
"Masa bodo'. Yang penting sekarang, kamu pergi dari sini. Atau aku akan teriakin kamu biar warga pada kemari dan liat wanita yang kini lagi viral, pasti seru tuh,"
"Dasar Gila. Aku sumpahin kamu Dit, semoga kelak istri kamu lebih parah dari aku. Agar kamu bisa ngerasain apa yang aku rasain," ujarku menyumpahi laki laki biadap yang sudah mengambil kesucianku dan kini tak mau tanggung jawab dengan anak yang aku kandung.
"Sumpahnya kamu itu gak berlalu buat aku. Tuhan tuh tak akan mendengarkan doa jelek dari wanita murahan seperti kamu," ucapnya tertawa seakan merendahkan aku.
__ADS_1
"Suatu saat hidup kamu akan lebih menderita dari pada aku, camkan itu," ujarku lalu aku segera memakai masker, topi dan kaca mata hitam lalu pergi dari rumah Dito. Percuma lama lama di sana, karena ia gak akan pernah mau bertanggung jawab.