Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Lidya di sibukkan dengan uruasn di ruangannya, tiba tiba Citra datang dan mengetok pintu ruangan Lidya.


"Masuk," ucap Lidya.


"Ada apa?" tanya Lidya saat Citra masuk ke dalam ruangannya.


"Di depan ada laki laki yang bernama Arya, Mbak, katanya dia mau ketemu sama Mbak Lidya," jawab Citra yang memanggil Lidya dengan sebutan Mbak karena memang umur Lidya lebih tua dari pada Citra. Tapi kadang juga Citra manggil Lidya dengan sebutan bos.


"Suruh aja dia masuk ke ruangan VVIP. Aku sudah menyiapkan tempat untuknya," ujar Lidya sambil mematikan komputernya.


"Baik, bos." Citra pun pergi dan tak lupa menutup kembali pintunya.


Setelah kepergian Citra, Lidya langsung pergi ke dapur dan memasak khusus buat temannya itu. Bahkan ia rela turun tangannya sendiri masak spesial dan menyiapkan sendiri makanan beserta minumannya. Setelah selesai, ia pun membawanya ke ruang VVIP di mana Arya sudah menunggu dirinya sambil main Hp.


"Ar, sorry ya lama. Soalnya seperti janjiku, aku masak menu spesial khusus buat kamu," ujar Lidya sambil menaruh makanan dan minuman itu di atas meja.


"Iya gak papa, santai aja kali," jawab Arya tersenyum.


"Makin hari makin rame ya?" imbuh Arya.


"Iya Alhamdulillah," jawab Lidya.


"Gak mau buka cabang?" tanya Arya sambil menaruh Hp nya di saku celana.

__ADS_1


"Mau dong, aku sudah beli tanahnya tinggal buat bangunannya aja. Rencana sih, setelah resto ini genap umur satu tahun, baru aku buka cabang," jawab Lidya.


"Wah, selamat ya. Kamu memang dari dulu selalu pintar dan juara. Tak heran jika dalam waktu singkat, kamu bisa membuat resto bahkan terus maju dan berkembang hanya hitungan bulan bahkan sudah mau buka cabang baru," puji Arya.


"Ya begitulah Ar, selama kita bisa ngikutin zaman sekarang, ya insyaAllah selalu rame. Apalagi ada media sosial yang membuat semuanya semakin mudah. Oran orang juga suka ke sini karena ya kamu tau sendiri, di sini harganya cukup murah, orang mah, harga beda lima ratus rupiah aja, udah langsung pindah. Jadi aku memberikan harga murah dengan tetap mempertahankan rasanya, tapi ya itu kita harus berfikir keras agar tetap untung. Aku juga harus merenovasi karena jika ruangannya bagus, banyak yang makan di sini walaupun hanya sekedar foto dan di upload di instragram tapi dari situlah, orang orang semakin tau resto ini. Selain memang tempatnya yang bikin baper, nyaman, harganya juga sangat terjangkau dan juga rasanya bisa di adu dengan resto bintang lima," jawab Lidya.


"Ya, aku percaya sama kamu. Aku yakin dalam waktu dekat, kamu bisa menjadi pengusaha muda tersukses tahun ini,"


"Haha kamu bisa aja. Ya udah makan tuh, yang sudah aku masakin. Nanti kalau sudah dingin, gak enak,"


"Ini, kamu sendirikan yang masak?"


"Ya dong, kan aku udah bilang, kalau kamu datang ke sini pasti aku sendiri yang akan melayaninya,"


"Iyalah, orang yang di jaga itu ucapannya. Sekali aja berbohong atau gak nepati janji, sulit buat orang untuk bisa percaya ke kita lagi. Oh ya ngomong ngomong, kamu ke sini sendiri, gak bawa gebetan gitu?" tanya Lidya.


"Apaan sih kamu, gimana mau bawa gebetan, lah wong aku aja masih jomblo sampai sekarang," ucap Arya sambil menikmati makanan buatan Lidya.


"Wahh ... padahal kamu tampan loh, seorang dokter pula. Kenapa masih aja jomblo? Aku yakin banyak wanita yang suka sama kamu," canda Lidya.


"Aku gak bisa menjalin hubungan dengan wanita yang gak aku cintai Li, aku ingin menjalin hubungan sama wanita yang memang aku sukai,"


"Emang kamu punya wanita yang kamu sukai?" tanya Lidya.

__ADS_1


"Ya, ada. Aku menyukainya sejak di bangku sekolah, lebih tepatnya saat aku masih SMP, dia sangat cantik, baik, ya walaupun suka ngatain aku dan ngomong pedes. Tapi dia selalu ada buat aku, selalu memberikan aku semangat, selalu bela aku jika ada yang bully aku. Dia wanita yang berharga buat aku dari `dulu sampai sekarang dan dia juga selalu ada di hati aku sampai detik ini," jawab Arya sambil menatap wajah Lidya dengan serius.


"Siapa? Aku kenal gak sama wanita itu? Karena yang aku tau, yang deket sama kamu, bukannya cuma aku doang ya?" tanya Lidya.


"Wanita itu kamu Li," jawab Arya menunduk.


"What?! kamu serius?" tanya Lidya gak percaya.


"Ya, aku serius," jawab Arya.


"Hehe, kamu lagi bercanda kan?" tanya Lidya.


"Aku gak percaya Li, aku sangat serius. Jujur, saat aku melihat vidiomu yang lagi viral itu. Ingin rasanya aku memberikan pelajaran kepada laki laki yang sudah tega membuat hatimu terluka. Hanya saja, aku gak punya hak melakukan itu. Dan ingin rasanya, waktu itu aku datang ke sana dan menghibur kamu, tapi aku gak tau dimana kamu berada. Sedangkan waktu itu, mamamu kan pakai masker, jadi aku gak sadar kalau wanita yang ada di pinggir kamu itu Suster Alia, andai aku tau li, pasti aku langsung menghubungi Suster Alia dan langsung menghampiri kamu untuk menghibur kamu. Tapi ya takdir seakan mempermainkan kita, bahkan selama ini aku cukup dekat dengan mamamu tapi anehnya aku malah gak tau, kalau kamu putri dari suster yang sering aku ajak bercanda. Bukankah ini unik Li? Tapi sekarang, kamu sudah menjadi janda Li, kamu bukan lagi milik laki laki yang sudah menyakitimu itu. Adakah kesempatan buat aku Li, untuk bisa dekat dengan kamu dan menjalin hubungan denganmu. Namun kamu gak perlu ngasih jawaban aku sekarang Li, aku tau, kamu pasti trauma dengan apa yang sudah terjadi di masa lalu, tapi aku berjanji Li, aku akan menjadi obat untuk menyembuhkan lukamu. Maaf, gak seharusnya aku ngomong gini, padahal ini pertemuan kita kedua kalinya setelah sekian lama gak ketemu. Tapi jujur Li, aku juga gak bisa menahan rasa ini seorang diri. Aku ingin mengungkapkan isi hatiku biar aku lega Li.


Walaupun kamu menolak, paling tidak, aku sudah mengungkapkan isi hatiku. Selama ini, aku berusaha menjauh dari wanita yang sebaya denganku, bukan apa apa Ly, aku takut memberikan harapan palsu kepada mereka apalagi hatiku sudah di curi olehmu dan sampai sekarang, aku gak bisa membukanya untuk wanita manapun," ucap Arya mengungkapkan isi hatinya.


"Aku gak tau harus jawab apa Ar, jujur apa yang kamu katakan barusan, membuat aku terkejut. Aku tak menyangka kamu mencintaiku sejak kita masih SMP, bahkan ini sudah 10 tahun Ar. Aku gak menyangka masih ada laki laki yang bisa mencintai wanita lain sampai seperti ini, tapi Ar, bukannya aku gak mau buka hatiku untuk orang lain apalagi itu kamu, tapi aku masih butuh waktu Ar, untuk menata hatiku kembali. Terlebih saat ini aku masih fokus untuk mengembangkan resto ku. Jika kamu mau, kita bisa berteman seperti dulu. Jika memang kita berjodoh, Tuhan pasti akan menyatukan kita Ar," ujar Lidya.


"Baiklah Li, kita bisa menjadi teman seperti dulu. Aku gak akan memaksa kamu untuk mencintai aku seperti aku mencintai kamu, aku gak akan memaksa kamu untuk menerima cinta aku. Lagian aku mengungkapkan isi hati aku, agar aku merasa lega aja. JIka pun suatu saat, kamu mencintai laki laki lain dan ingin menjalin hubungan dengannya, aku ikhlas melepaskan kamu Li, asal kamu bahagia. Cinta memang gak harus memilliki, bagiku kebahagiaan kamu itu jauh lebih penting Li dari pada perasaan aku. Aku bisa menahan rasa sakit tapi aku gak bisa tahan Li, jika kamu sedih dan menderita seperti dulu. Bahkan dulu dadaku juga sesak Li, saat aku melihat vidio itu," ungkap Arya.


"Makasih ya Ar, kamu sudah faham dan mau mengerti perasaaan aku. Iya sudah kamu habiskan dulu makanan dan minuman kamu, setelah ini kita jalan jalan gimana? Mumpung aku ada waktu," ujar Lidya mencoba untuk mencairkan suasana.


"Baiklah Ly, aku akan menghabiskan makananku setelah itu kita pergi," jawab Arya bahagia karena wanita yang ia cintai mengajak dirinya untuk jalan jalan.

__ADS_1


__ADS_2