Tespack Di Saku Celana Suamiku

Tespack Di Saku Celana Suamiku
Melamar


__ADS_3

Keesokan harinya, Arya yang langsung memberitahu kepada mama dan papanya tentang dirinya yang ingin segera melamar Lidy, pujaan hatinya.


"Ma, pa, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Arya do ruang keluarga.


"Ada apa Ar, kayaknya penting banget," ujar Ardi, Papanya Arya.


"Iya nih, mama jadi penasaran. Ada apa sih? Mau nikah tah?" tebak Arcy, Mamanya Arya.


"Hehe mam bener, aku mau nikah," jawab Arya cengengesan.


"Nikah sama siapa? Emang wanita pujaanmu itu sudah nerima kamu?" tanya Ardi, yang memang tau, bahwa putranya mencintai Lidya sejak SMP.


"Iya dong pa, emang aku mau nikah sama siapa lagi kalau bukan sama dia. Dan dia juga sudah nerima aku begitupun dengan kedua orang tuanya," jawab Arya.


"Wah selamat ya nak, mama gak nyangka. Akhirnya Tuhan mempersatukan kamu dengannya, memang kalau jodoh itu gak akan kemana," ujar Arcy bahagia karena putranya itu, bentar lagi akan menikah. Selama ini ia khawatir kalau Arya, putra satu satunya gak akan menikah, karena ia terlalu mencintai Lidya. Namun siapa sangka, sejak vidio yang viral itu, membuat Arya mempunyai kesempatan buat merebut Lidya. Namun sayangnya, Arya gak tau dimana Lidya tinggal hingga akhirnya Tuhan mempertemukan dengan cara yang tak terduga, yaitu Lidya sendiri yang datang ke rumahnya, mengantarkan pesanana untuk Arya.


"Iya ma. Dan nanti malam, papanya Lidya meminta aku melamarnya. Aku harap mama sama papa, mau nemenin aku ke sana, dan melamar Lidya untuk aku," pinta Arya.


"Tentu sayang, mama pasti akan menemani kamu dan melamar pujaan hati kamu itu. Iya udah nanti habis sholat Maghrib aja kita berangkat. Enaknya bawa apa ya ke sana. Gak mungkin kan ke sana dengan tangan kosong," ujar Arcy bingung.


"Bawa aja buah sama kue ma, gak usah repot repot. Mumpung ini masih pagi, Mama bisa pesan ke teman mama yang suka buat kue itu. Kue nya kan enak enak, nanti kuenya jemput jam 4 sore," saran Ardi.


"Iya papa benar, mama mau nelfon teman mama dulu," ucap Arcy semangat.


Arya hanya geleng geleng kepala melihatnya. Ia bahagia karena mama dan papanya begitu antusias untuk melamar pujaan hatinya.


\===

__ADS_1


Malam harinya, Arya datang ke rumah Lidya bersama kedua orang tuanya. Tak lupa mereka juga membawa beberapa kue dan berbagai macam buah.


Arya merasa gugup sekali, bahkan lebih gugup dari tadi malam.


"Kenapa Ar?" tanya Ardi saat melihat putranya yang gak seperti biasanya.


"Gugup, pa," jawab Arya.


"Santai aja, gak usah terlalu gugup gitu. Sekarang kamu tekan bel nya, papa capek lama lama berdiri di depan rumah ini," keluh Ardi. Yah saat ini mereka bertiga sudah ada di depan rumah Lidya, hanya saja Arya belum juga menekan bel nya karena merasa sangat gugup sekali.


"Iya benar Ar. Mama juga lelah mana kedua tangan mama megang kue dan buah," keluh Arcy juga. Ia sudah capek dari tadi berdiri dengan memegang kue di tangan kanannya dan buah di tangan kirinya. Ardi mau bantu, tapi Arcy gak mau.


"Iya Ma, Pa," jawab Arya. Dengan mengucap basmalah, ia pun menekan bel rumah Lidya yang ada di samping pintu..


Gak lama kemudian, Lidya datang dan membukakan pintu. Yah, dia sendiri yang membuka pintu untuk Arya dan kedua orang tuanya.


"Assalamu'alaikum," ucap Arya, Arcy dan Ardi bersamaan.


"Ini buat kamu sayang," ucap Arcy maju dan memberikan kue dan buah itu untuk calon menantunya. Lidya pun mengambilnya.


"Ayo masuk," ujar Lidya dengn memegang buah dan kue pemberian calon mertuanya itu.


"Iya," jawab Arya gugup. Ia pun duduk di sova bersama kedua orang tuanya.


Sedangkan Lidya ia pergi ke belakang menaruh kue dan buah buahan yang ia pegang. Dan memanggil mama sama papanya.


"Ma, Pa. Arya dan kedua orang tuanya sudah datang," ucap Lidya.

__ADS_1


"Iya sayang, mama sama papa akan segera ke sana. Kamu bantuin mama ya bawa minuman ini ke ruang tamu," ujar Lily.


"Siap, Ma." Jawab Lidya dengan sangat antusias.


Mama dan papanya Lidia pun menghampiri Arya dan kedua orang tuanya yang ada di ruang tamu. Mereka mulai berkenalanan satu sama Lain. Sedangkan Lidya, ia ke ruang tamu dengan membawa minuman yang di buat mama barusan dan menaruhnya di atas meja. Setelah selesai, ia pun duduk di dekat mamanya.


"Silahkan di minum dulu," ucap Lily, Mamanya Lidia yang mempersilahlan tamunya buat minum dulu.


Selesai minum, mereka sempat berbincang bincang sebentar hingga akhirnya, Papanya Arya pun mulai membicarakan inti dari pertemuan ini.


"Baiklah, saya selaku orang tua dari Arya Aldebaran, ingin meminang Putri kalian, Lidya Pratama untuk menjadi istri dan menantu di keluarga kami, semoga kalian terutama Lidya berkenan untuk menerima lamaran kami," ucap Ardi yang sangat gugup namun berusaha untuk santai. Ini pertama kalinya, ia meminang anak gadis orang untuk putranya sendiri.


"Saya selaku orang tua Lidya, menyerahkan semua keputusan di tangan Lidya. Gimana nak, apa kamu mau menerima lamaran nak Arya?" tanya Farhan sambil melihat kr arah putrinya.


"Iya, Pa. Aku menerima lamaran dari Mas Arya," jawab Lidya tersenyum. Arya merasa tersentuh mendengar Lidya memanggilnya dengan sebutan Mas.


"Syukur Alhamdulillah," ucap Papanya Ardi.


"Lalu bagaimana jika satu minggu setelah pertemuan ini di adakan pertunagan terlebih dahulu, dan nikahnya Bulan depan. Karena saya ingin membuat acara pertunangan yang cukup meriah untuk Arya dan juga Lidya. Sedangkan pernikahannya saya ingin di adakan pesta mewah, biar semua biaya kami yang menanggung semuanya," ujar Ardi, yang ingin memeriahkan pertunangan dan pernikahan putranya karena selain Arya putra mereka satu satunya. Ia juga ingin memberikan selamat karena Arya sudah berhasil meluluhkan wanita yang ia cintai.


"Iya saya setuju, tapi jika di perbolehkan izinkan kami juga membantu untuk memerihakan pesta pertunangan dan pernikahan putra putri kita," ucap Farhan yang gak enak hati jika semuanya harus di urus oleh calon besannya itu.


Dan akhirnya mereka pun membahas pertunangan yang di adakan Minggu depan. Mereka akan fokus ke pertunangan dulu, setelah pertuangan selesai, baru mereka akan fokus ke akad nikah dan resepsi pernikahan yang di adakan bulan depan.


Setelah selesai membahas semuanya, barulah Lyly dan Farhan mengajak mereka makan bersama.


Lidya duduk berhadapan dengan Arya. Sedangkan di samping Lidya, ada Lily yang duduk berdampingan dengan suaminya, Farhan.

__ADS_1


Sedangkan di samping Arya, ada Arcy yang duduk bersebelahan dengan suaminya, Ardi.


Selesai makan, barulah Arya dan kedua orang tuanya pamit pulang. Arya merasa sangat bahagia sekali, hanya hitungan hari, ia akan resmi bertunangan dengan Lidya. Dan satu bulan lagi, ia akan menjadi suami daru wanita pujaan hatinya.


__ADS_2