That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Tahu Batasan


__ADS_3

Cleire mengerjapkan mata saat dirasa cahaya terang menghalau penglihatannya. Ia bangun, lalu merenggangkan tubuhnya yang kaku. Tanpa sadar, ia sudah berada di atas ranjang king size sebuah kamar mewah super besar bak milik seorang Raja.


Saat kesadarannya terkumpul sempurna, gadis itu seketika terduduk kaget.


Wait! Dimana aku?


Yang jelas ini bukan mansion utama keluarganya, lalu dimana? Terakhir yang ia ingat, ia tertidur di mobil setelah melakukan sumpah konyol bersama Chris. Beranjak turun, Cleire mengitari seisi kamar.


Jangan bilang ini kamar Chris. Shit! Tidak salah lagi, wajah tampan itu sudah tercetak jelas di figura besar itu. Tidak hanya satu, tapi dua tiga empat dan ah ... ada banyak!


Lalu, dimana pemilik kamar ini? Benar juga. Jika ini mansion utama, berarti orang tua Chris juga disini, bukan? Oh no! Tidak akan ada adegan menantu yang dibenci mertua, kan?


Menantu! Yang benar saja. Ia saja masih belum resmi menjadi kekasih. Itu menurutnya, tidak tahu menurut Chris!


Tok tok tok ....


Cleire langsung menoleh saat pintu kamar terbuka.


"Selamat malam, Miss Roseanne. Tuan Chris meminta saya untuk membantu anda disini." Seorang maid menunduk hormat seraya memberi senyuman ramah.


"Membantu apa?"


"Saya akan membantu anda bersiap, Miss. Mulai dari mandi hingga berpakaian, dan–"


"STOP!" Cleire mengangkat tangannya tanda berhenti. Cukup dulu saja ia diperlakukan seperti ini di mansion, sekarang tidak lagi! Jangan samakan ia dengan gadis konglomerat lainnya.


"Tidak perlu! Aku akan pulang saja." Mulai mencari-cari tas miliknya.


Maid itu hanya tersenyum tanpa beranjak dari tempatnya. "Mr dan Mrs. Nelson sudah menunggu anda di meja makan, Miss Roseanne."


Bagai disambar petir, Cleire membeku di tempat. Kenapa menunggunya ... kenapa menunggunya, begitulah pikirannya saat ini.


"Karena anda wanita yang dipilih tuan Chris," ujar maid tersebut, seolah tahu pikiran Cleire.


Chris sialan!

__ADS_1


-


-


-


Cleire sudah siap dengan penampilan yang disiapkan di rumah besar itu. Begitu sampai di meja makan, Cleire langsung mendapat tatapan tajam dari wanita yang diketahui sebagai ibu kandung Chris. Berbeda dengan dua pria lainnya yang terlihat lebih santai dan menerimanya dengan tangan terbuka, Chris dan ayahnya.


Dia pria yang waktu itu, kan? Dan wanita itu ... bukankah dia sahabat, mom?


"Selamat malam, Mr and Mrs. Nelson," sapa Cleire mencoba sopan.


"Malam!" jawab Kara ketus.


"Malam, Sayang. Duduklah, anggap saja keluarga sendiri," sambut Robert ramah, membuat Cleire tersenyum canggung.


Salah satu maid menarik kursi untuk dirinya tepat disamping Chris yang tersenyum menatapnya.


"Welcome to the family," bisik Chris padanya. Tangannya pun tak luput meremas pinggang gadis itu.


Wajah Cleire memerah malu. Bukan malu karena kecupan Chris, melainkan malu pada tatapan kaget orang tua Chris. Entah apa yang dipikirkan mereka sekarang, yang jelas ada sedikit ketidaksukaan pada wajah Kara.


"Lanjutkan nanti saja, Chris. Biarkan menantu kami makan dulu." Membuat tatapan tidak suka seketika menyorot tajam pada Robert, tapi diabaikan oleh pria itu.


Kara jadi kesal pada suaminya. Sudah jelas ia mengatakan jika belum menerima Cleire, lalu suami dan anaknya seenaknya mengklaim gadis itu sebagai menantu!


Sepanjang makan malam, Kara tak henti-hentinya mengamati Cleire yang juga sibuk mengurusi Chris yang tidak berhenti berulah. Gadis ini, gadis yang sempat dikatakannya licik si butik milik sahabatnya, Elle. Dan juga merupakan asisten pribadi dari Elle sendiri.


Setelah makan malam yang terasa sangat lama bagi Cleire, akhrinya selesai juga sesi tersebut. Robert mengajak mereka semua untuk mengobrol di ruang keluarga.


"Sudah berapa lama kau bekerja dengan Elle?" Pertanyaan itu dilayangkan pertama kali oleh Kara.


Chris menatap ibunya tidak suka. Sejak awal, ia sudah menahan diri atas sikap Kara pada gadisnya. Awas saja jika Cleire sampai meninggalkannya karena ulah ibunya.


"Elle?"

__ADS_1


Berapa lama aku bekerja dengan, Elle? Bertanya pada diri sendiri. Akukan putrinya, lagipula aku tak pernah bekerja dengan mom. Untuk apa bekerja jika uang terus mengalir di dompetku, batinnya tertawa.


"Kau bahkan tidak mengenali tuanmu sendiri. Kau asisten Elle, kan! Dia sendiri yang bilang." Semakin dibuat kesal wanita itu.


What? Mom benar-benar! Ibu mana yang tidak mengakui anaknya, decaknya pada Elle yang sekarang entah dimana.


Untungnya Cleire tidak memasuki ke hati setiap sikap Kara padanya. Ia takkan mempan dengan hinaan atau semacamnya itu. Satu hal yang terus digenggamnya hingga saat ini, hanya kita yang lebih tahu diri kita sendiri!


"Belum lama, Mrs. Mungkin baru 2 tahun." Mari mengikuti permainan ibu Ratu yang menjadikan putri mahkotanya sendiri seorang dayang.


"Ck! Hanya seorang asisten," remehnya.


"Mom!" tegur Chris, membuat Kara berdecak.


Aku bahkan punya saham di perusahaan anda, Mrs. Cleire tersenyum paksa. Jika dilihat-lihat, sepertinya sifat arogan Chris menurun dari ibunya. Melihat Robert lebih lembut dan bersahabat, mustahil jika menurun darinya.


"Chris, aku ada beberapa pekerjaan. Sebaiknya kau membantuku." Memberi kode pada Chris agar meninggalkan mereka berdua. Kara tersenyum puas.


Chris menatap tajam tidak terima. Inilah kesempatan Kara berbuat macam-macam. Jika bersama saja Kara sudah berani, apalagi jika hanya berdua.


"Chris!" Robert kembali bersuara.


"Pergilah!" bisik Cleire memperingati. Jangan sangka ia tidak tahu kode mereka, mudah sekali dibaca.


"Jangan dengarkan mom. Jangan percaya jika dia berbicara buruk!" Chris terus terang, membuat Kara melotot kesal.


"Memangnya aku mau berbuat apa! Bela saja terus!" katanya kesal.


Cleire akhirnya memberi cubitan kecil di perut keras Chris dan menatap tajam. Jangan membuat ibumu tambah membenciku ya! Begitu kira-kira arti tatapannya.


Chris mau tidak mau akhirnya bangkit, meninggalkan dua orang yang sejenis itu berdua ke ruang kerja ayahnya.


"Apa tidak apa-apa meninggalkan mereka?"


Robert menepuk bahu putranya itu. "Ibumu tidak sejahat itu, Chris. Ia masih tahu batasan."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2