That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Kau Berbohong! (Insiden Tak Terduga)


__ADS_3

"Aku sedang menuju bandara. Hari ini aku menggunakan pesawat komersial."


Pesan terakhir dari Chris membuat Cleire menunggu. Waktu tempuh Chris seharusnya menghabiskan waktu hingga 17 jam lebih dengan satu kali masa transit dengan pesawat komersial. Cleire tidak mengerti mengapa pria itu tidak memilih menggunakan jet pribadinya.


Pria itu tidak lagi aktif sejak pesan terakhir masuk. Jadi Cleire hanya bisa mengira-ngira waktu. Kini Cleire hanya berdiri di balkon kamar dengan perasaan tak menentu. Entah mengapa sejak bangun perasaannya mulai tidak enak. Ia mencoba menepis, semua akan baik-baik saja.


Hari ini seluruh keluarga berkumpul di mansion, termasuk Ardrich yang biasanya tinggal di apartemen. Cleire ikut bergabung dengan mereka yang berkumpul di ruang keluarga dengan televisi yang menyala. Ardrich sendiri masih sibuk dengan laptop dan beberapa berkas di atas meja.


"Ini hari Minggu, Ar. Lepaskan dulu pekerjaan mu itu," tegur Elle dengan nada tidak sukanya.


"Mom tahu aku semakin sibuk sejak putri kesayangan mu itu berhenti," singgung Ar.


"Cleire memang tidak harus ikut memimpin perusahaan. Dia perempuan. Fokusnya bukan untuk bekerja," sela Markus memperingati.


"Aku tahu. Kau cepatlah lulus dan bantu aku menggantikan Cleire," katanya pada Cedric yang tampak jengah. Tanpa diminta pun akan ia lakukan jika sudah waktunya.


Elle dan Markus melarangnya ikut campur sebelum menyelesaikan kuliahnya. Mereka tak ingin pikiran Cedric terbebani lebih awal. Lebih baik nikmati masa kuliah nya dulu.


Casey sendiri sibuk berbaring di sofa panjang dengan ponselnya. Sudah jelas gadis itu sibuk dengan sosial medianya. Siapa yang tidak tahu masa muda?


Diantara mereka semua, mungkin hanya Cleire yang tampak tidak bersemangat. Pikirannya seolah menyuruhnya diam hingga gadis itu hanya duduk melamun dengan pandangan kosong. Membosankan!


"Chris mungkin akan sampai sekitar malam hari. Kau tidak lelah melamun?" Elle meletakkan segelas cokelat di depan Cleire. Putrinya itu hanya melirik, lalu kembali ke awal.


"Aku sedang malas bicara," gumamnya kecil, namun masih bisa didengar oleh semuanya.

__ADS_1


"Semangat hidupnya tidak ada disini. Lihat gadis yang dulu begitu menentang hubungannya. Sekarang seperti ini karena pria itu," cibir Ar.


"Begitulah cinta," celetuk Casey.


Adik dari Cleire itu tidak berhenti menscroll di media sosialnya. Hingga salah satu berita yang dibagikan tak sengaja ia baca.


"Bencana tidak ada yang tahu." Ucapan kecil Casey membuat semua orang mengkerut.


Casey menyadari tatapan keluarganya. "Oh ... terjadi kecelakaan pesawat komersial dari Spanyol menuju Amerika. Pesawat hancur sangat parah. Tidak ada yang selamat." Gadis itu menunjukkan berita di ponselnya.


Deg!


Tanpa aba-aba dengan secepat kilat Cleire menyambar ponsel milik Casey, membuat keluarganya terkejut.


Sebuah video yang menyiarkan berita kecelakaan pesawat yang berangkat dari kota Sevilla dengan jadwal penerbangan yang sama persis dengan Chris. Ia ingat pria itu terbang dengan pesawat komersial. Saat melihat jenis pesawat yang ditumpangi, air matanya menetes.


Genggaman tangannya di ponsel menguat. Dadanya serasa dihantam oleh ribuan tombak. Inikah perasaan tidak mengenakkan yang ia rasakan sejak tadi?


Cleire menggigit bibirnya yang bergetar. Ia berusaha menahan tangisnya, menyakinkan dirinya jika itu tidak mungkin. Chris baik-baik saja. Pria itu berjanji akan kembali dan Cleire akan melayaninya.


"Cleire, ada apa?!" Tingkah Cleire membuat mereka khawatir.


Pertanyaan akhirnya terjawab saat ponsel Ardrich berbunyi. Pesan grub dari Seno dan Clark membuat Ardrich membeku. Itu adalah pesawat yang ditumpangi Chris dari Sevilla. Ia menyadari tatapan Cleire mengarah padanya.


"Itu benar?" Tubuhnya sudah bergetar hebat. Ia tahu Ardrich pasti sudah mendengar kabarnya. Melihat Ar hanya diam, tangisan Cleire akhirnya pecah.

__ADS_1


"Tidak! Tidak mungkinn!!" Cleire mencengkeram rambutnya. Ardrich segera mendekat, melepaskan tangan Cleire. Pria itu memeluk Cleire yang sudah histeris.


"Mom, Dad!" Cedric menunjukkan isi pesan grub di ponsel Ar. Hal itu membuat tenggorokan mereka tercekat. Ya tuhan ... takdir macam apa ini?


Elle tanpa sadar ikut menangis. Wanita paruh baya itu mendekat pada putrinya dan ikut memeluk Cleire yang belum terima. Casey sendiri menutup mulutnya syok, begitupun dengan Markus dan Cedric yang membeku dengan tatapan nanar.


"Cleire–"


'Dia– dia bilang akan pulang ... Berita ini pasti salah– ya! Pasti salah. Chris tidak pernah berbohong."


Baru saja mereka berhubungan dengan panggilan video semalam dimana pria itu merindukannya. Tapi takdir seperti mempermainkannya. Apakah ini pertanda? Hampir tiga hari Chris tidak memberinya kabar, lalu muncul sebagai salam perpisahan?


Tangisan histeris juga datang dari Kara yang datang ke mansion Elle. Robert sudah mendapat informasi lebih. Tidak ada korban selamat. Video telah menampilkan keadaan bangkai pesawat yang hancur porak-poranda serta rekaman dari jeritan orang-orang yang mengalaminya.


Jika aku ikut, setidaknya kita mati bersama. Aku tidak mau menderita sendirian. Kau berbohong! Kau meninggalkanku dengan sangat kejam!


...***...


..."Menjadi takdir bukan berarti akan bersama. Bisa saja Tuhan menyatukan dalam dunia yang berbeda. Jika tidak bisa bersama disini, maka kehidupan selanjutnya akan menjadi tempat kita bersama." Cleire....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sumpah aku mewek banget nulis ini. Efek cape hari ini jadi seperti ini ya. Niatnya mau aku tamatin segera, tapi belum tau lagi.


Jadi guys, kehidupan gak ada yang tahu. Bentuk kebahagiaan orang tuh berbeda-beda dan takdir gak ada yang bisa nebak. Sama seperti musibah yg sekarang di alami Chris.

__ADS_1


Segini dulu hari ini. Jangan lupa Like dan Komennya yang banyak baru aku up lagi. Komen kalian menentukan alur selanjutnya.


__ADS_2