That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Opini Publik


__ADS_3

"Miss. Melden meninggalkan mobilnya di parkiran, Tuan."


Betapa pusingnya Chris kali ini. Gps yang ia pasang di mobil Cleire menjadi sia-sia karena gadis itu meninggalkan mobilnya. Dari rekaman cctv, Cleire pergi menggunakan taksi dengan wajah kesal. Hal itu membuat Chris menebak jika gadisnya sedang marah.


Ikut terbukti saat panggilan telepon nya berulangkali ditolak oleh Cleire. Pesan yang ia kirim pun hanya dibaca tanpa dibalas. Begitu ingin melihat lokasi gadis itu, tidak ada yang didapat. Cleire mungkin sudah mematikan ponselnya.


Cleire gadis yang trauma di masa lalu karena orang ketiga dalam rumah tangga orang tuanya pasti tidak terima dengan kenyataan yang didapat. Jika dari kebiasaan gadis itu, Cleire pasti sudah pergi ke luar negeri. Tapi akses gadis itu sudah ditutup. Jika pun berhasil, Chris pasti sudah mengetahuinya.


Jadi, bisa dipastikan gadis itu hanya ada di negara ini. Sore itu Chris langsung meluncur ke mansion utama keluarga Melden. Seharusnya salah satu dari mereka mengetahui keberadaan Cleire yang menghilang.


Begitu sampai, ia berpapasan dengan Ardrich dan Markus yang baru pulang dari kantor. Keduanya mengkerut melihat Chris hanya datang sendiri. Setahu mereka Cleire seharusnya bersama pria ini.


Ardrich menyadari wajah gusar Chris. Ia curiga jika ada yang tidak beres. Jangan bilang adiknya berulah lagi.


"Ada apa?" tanya Ardrich penuh selidik.


"Cleire disini?" Chris malah bertanya balik.


Benar, kan! Gadis itu memang berulah.


"Bukankah dia bersama mu?" Markus ikut bicara.


"Dia pergi saat aku rapat. Sekarang tidak tahu pergi kemana."


"Sudah periksa Gps mobil dan ponselnya?"


"Sudah! Tidak ketemu."


"Bagaimana bisa? Memangnya ada apa?" Markus memang sudah terbiasa dengan ini. Bukan hal aneh lagi jika Cleire menghilang.


"Dia hanya salah paham," jawab Chris.


"Salah paham apa?" Ardrich tidak seperti Markus yang tidak khawatir. Meski terlihat acuh, ia sebenarnya juga khawatir.


"Bethany dan ayahnya datang. Cleire tidak suka, jadi pergi."


"Siapa itu?" See? Ardrich saja tidak ingat.


"Bethany Kersey? Tunangan mu dulu?" tebak Markus. Mendengar itu Ar langsung teringat. Ia menatap Chris seperti ingin membunuh.


"Jadi kalian masih bersama?! Shitt! Kupikir kalian telah usai." Ardrich dengan cepat mencengkeram kerah leher Chris. Daniel dan Markus sontak membantu memegangi keduanya.


"Damn! Beraninya kau. Kau tahu aku tak pernah berhubungan dengan wanita manapun kecuali Cleire!" Maksudnya dalam hal percintaan Cleire adalah yang pertama.

__ADS_1


"Jangan bertengkar! Masuklah dulu, kita bicarakan baik-baik."


Sambil berjalan masuk, dua pria tampan itu masih saling bertatap garang. Markus hanya mampu menghela nafas pasrah. Di dalam sudah ada Elle yang bersantai di ruang tengah sambil menonton tv. Wanita paruh baya itu terlihat santai tanpa beban apapun.


Seperti biasa Markus memberi ciuman terlebih dahulu pada istrinya, barulah ia masuk ke dalam kamar tanpa menjelaskan situasi sekarang.


"Tidak usah mencari dimana Cleire. Gadis itu akan pulang dengan sendirinya," katanya santai.


"Kau tahu dimana dia?" tanya Chris.


"Tidak."


"Bagaimana bisa Mom tidak tahu! Gadis itu liar," omel Ardrich.


Wajah Elle tidak santai lagi. Beraninya pria ini mengomelinya!


"Memangnya kau tahu?" tantang Elle tidak kalah.


"Jika tahu kami tidak akan bertanya!"


"Kalian berdua saja yang mengawasinya setiap saat tidak tahu. Apalagi aku yang tidak mengawasi!" Keduanya kalah telak. Selama ini siapa yang selalu mengawasi Cleire? Elle begitu mempercayai keselamatannya gadis itu hingga melepasnya tanpa ragu.


"Elle, aku tahu kau sebenarnya mengetahui keberadaan Cleire. Katakan saja dimana dia dan kami tidak akan mengganggumu."


"Beritahu Kara jangan menggangguku beberapa hari ini."


-


-


-


-


-


"Elle bilang begitu!"


Chris hanya mengangguk malas menyikapi sikap ibunya. Lihat saja wanita itu sekarang menggigit jarinya resah.


"Jika kau sudah membatalkannya maka batal. Lalu apa lagi yang harus dibicarakan?" Wanita ini suka berbuat seenaknya, tapi sulit untuk bertanggung jawab!


"Maksud Elle beritahu publik tentang hal ini. Jangan sampai Cleire terlibat sebagai perusak hubungan." Robert akhirnya angkat suara.

__ADS_1


"Benar juga. Chris membatalkan pertunangan secara sepihak karena sudah memiliki Cleire. Jadi sama saja dia penyebab hubungan kalian rusak!" celetuk Kara.


Namun hal itu bukan sesuatu yang baik di telinga Chris. Pria posesif yang mencintai gadisnya itu tidak terima Cleire dikatakan gadis perusak.


"Tidak ada hubungannya dengan Cleire! Aku memang berniat membatalkannya sejak dulu."


"Iya Mommy tahu! Itu hanya perkiraan publik saja jika seandainya berita ini sampai."


"Itu sebabnya jelaskan pada publik. Lagipula apa yang Mom pikiran saat itu hingga menjodohkanku dengan wanita sembarangan!"


"Mommy kan tidak tahu! Dulu dia wanita yang baik, tapi setelah berkuliah di luar tingkahnya membuatku muak."


"Terserah. Aku ingin ini cepat selesai dan menemui Cleire." Ella takkan berbaik hati memberitahu .sebelum masalah ini tuntas.


.......


...--- o0o ---...


.......


Cleire yang sudah seharian berdiam di hotel mulai bosan. Ingin tidur pun tidak bisa, tapi ingin keluar pun sedang malas. Semua karena berita menyebalkan yang belum sehari terjadi. Dunia maya itu memang sangat cepat. Berita batalnya pertunangan pewaris tunggal telah sampai ke media.


Banyak opini publik yang menyalahkannya. Foto Cleire terpampang di banyak sosial media. Tak banyak yang mengatakannya jika dirinya tak lebih dari seorang jal*ng penggoda. Jabatannya sebagai Direktur kala itu juga pasti dari menggoda Ardrich.


Chris! Kau benar-benar mengubah perjalanan hidupku.


"Bethany Kersey ... kenapa sepertinya tidak asing?" Cleire mencoba mengingat-ingat, tapi nihil. Setelah memutar banyak banyak memori Cleire menyerah.


"Jika tidak ingat berarti tidak penting." Itulah yang ia simpulkan setelah banyak berpikir.


Hah ... Cleire menghela nafas pelan seraya menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Ia terdiam menatap langit-langit kamar. Cleire berharap Chris akan mencari dan menemukannya. Meski kesal, harapan itu masih ada.


Granny ... aku merindukanmu.


Dulu sang nenek selalu mencarinya jika ia bepergian. Tidak sampai setengah hari pergi, granny pasti sudah menghubunginya. Telat makan sedikit saja, maka Granny akan mengomelinya.


Dulu Cleire sampai jengah karena itu. Ia sudah besar tapi masih diperlakukan bak anak kecil. Namun sekarang, ia merindukan hal-hal kecil yang tidak dirasakannya lagi. Hal ini saja tak pernah ia rasakan dari ibu maupun ayahnya.


Dari sosok Chris ia bisa merasakan kembali kasih sayang seperti granny nya.


"Jika dalam 3 hari kau tidak menemukanku, awas saja!" sunggutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2