That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Bayangan?


__ADS_3

Cleire yang sedang tertidur merasa posisinya tidak nyaman. Ia bergerak mencari kenyamanan karena posisinya terlentang. Usia kandungannya sudah memasuki Minggu ke-21 atau sekitar 5 bulan sehingga perutnya sudah tidak sedatar dulu. Di beberapa situasi juga tak jarang punggungnya terasa sakit, padahal kandungan belum terlalu tua.


Saat mencoba bergerak ke samping, Cleire tiba-tiba merasa seseorang membantunya. Ia masih setengah sadar karena mengantuk. Hingga perasaan itupun ia abaikan.


Barulah saat merasakan seseorang mengelus perutnya, Cleire membeku. Ia tak berani membuka mata, tapi juga penasaran. Perlakuan orang itu jelas sangat lembut. Cleire juga tahu jika dia merapikan selimutnya.


Cleire sudah tinggal di penthouse Chris sejak seminggu berlalunya insiden tak terduga itu. Tapi tidak ada yang tinggal bersamanya kecuali para pelayan. Itupun hanya sampai pukul 6 sore. Sisanya hanya dirinya sendiri dan ini sudah hampir tengah malam. Jadi, merasa seseorang di sampingnya membuat Cleire sedikit cemas.


"Maaf ..." Saat bisikan lirih terdengar, Cleire sontak membuka mata. Suara itu ... ia sangat mengenalnya.


Tangannya bergerak menyalakan lampu di atas nakas. Matanya membola tak percaya. Sedetik kemudian berubah digantikan pandangan berkaca-kaca. Tanpa diduga Cleire terkekeh dengan tangan mengusap sudut matanya.


"Kau membuatku terkejut!" Cleire masih tertawa pelan.


"Aku baru saja bermimpi kau kembali, tapi ternyata kau sungguh ada." Nadanya terdengar bercanda. Namun, siapapun tahu ada kesakitan disana.


"Maaf," ucapnya seseorang itu lagi. Ada penyesalan disana.

__ADS_1


"Kenapa meminta maaf? Kau merasa bersalah meninggalkanku sendiri dengan benihmu yang tumbuh?" Cleire mengambil posisi duduk.


"Aku tidak akan meninggalkanmu."


"Bohong! Jangan berkata begitu jika kau tidak bisa kembali!" Cleire mendaratkan sebuah pukulan. "Aku lelah berimajinasi. Bersikap seolah-olah kau ada. Semua orang bahkan mengira aku gila karena berbicara dengan bayangan yang jelas tidak nyata!" Ini bukan pertama kalinya. Bayangan Chris sering muncul di dekatnya. Dokter bilang Cleire masih dalam keadaan berduka sehingga sulit melepas sosok pria itu.


Ya. Pria yang mengusik tidurnya adalah Chris. Bukan! Lebih tepatnya hanya bayangan dari imajinasi Cleire.


"Apa aku pernah berbohong?"


"Lalu apa yang kau lakukan sekarang! Bukankah ini kebohongan?" Cleire tak dapat menahan air matanya. Kenapa sosok ini begitu nyata. Ia seharusnya tidak perlu terkejut dengan kehadirannya yang sudah biasa.


Hancur. Itulah yang dirasakan sosok tampan yang dianggap bayangan. Tapi tak dapat dipungkiri jika ia senang, ia bahagia. Meski Cleire jarang menunjukkan rasa cintanya melainkan sifat singa nya, wanita ini mencintainya dengan tulus. Ia bersyukur karena Tuhan masih bersedia memberinya kesempatan untuk bersama.


Tapi apa ini? Apakah kehadirannya hanya bayangan bagi Cleire? Berapa banyak mimpi buruk yang wanita ini alami. Andai ia tidak berbaring begitu lama, mungkin mereka sudah bersama sejak beberapa bulan lalu.


Kali ini yang bersama Cleire bukanlah bayangan, melainkan benar-benar Chris yang selamat dari maut. Kondisinya saat itu begitu memprihatinkan. Koma di rumah sakit tanpa identitas di negara orang, siapa yang bisa dihubungi? Cedera pada kakinya bahkan masih berlaku hingga sekarang. Lihat saja ia hanya mampu berdiri dengan tongkat. Sisanya akan duduk di kursi roda.

__ADS_1


Untungnya Daniel tidak ikut bersamanya karena memantau perbaikan pesawat jet. Jika tidak, entah asisten itu masih diberi kesempatan atau tidak. Jadi begitu sadar, ia langsung menghubungi Daniel yang terkejut setengah mati karena berpikir ia sudah mati.


Damn! Semua orang sudah mengira ia mati! Pikirannya langsung berlari pada Cleire. Sudah lima bulan lamanya, apa Cleire masih mengingatnya? Bagaimana jika seseorang sudah menggantikannya. Ia berharap Tuhan membantunya sekali lagi. Jangan biarkan orang lain mendekati wanitanya.


"Tuan ..." Daniel sudah ada sejak awal.


"Dorong aku," ucapnya singkat setelah memperbaiki posisi Cleire yang tertidur karena kelelahan menangis.


Daniel mengikuti perintah. Ia membawa Chris keluar dari kamar. Daniel masih tidak percaya ini nyata. Keajaiban itu ada dan kekuatan hati itu juga ada. Tidak heran Cleire selalu bersikeras jika Chris akan kembali.


"Nona yang memerintahkan kami mengubah warna penthouse dan beberapa dekorasi. Warna grey tidak begitu terang. Nona sering terkejut jika Tuan muncul seperti hantu–"


"Itu yang nona katakan, Tuan. Saya sudah bilang jika nona berhalusinasi." Daniel segera membenarkan saat melihat tatapan membunuh Chris. Enak saja ia disebut hantu!


Banyak yang berubah dari desain aslinya. Cleire benar-benar mengubah layaknya rumah sendiri. Mungkin inilah gambaran jika sudah bertemu pasangan wanita. Chris terkekeh melihatnya. Untungnya nuansa ruangan hanya diganti dengan warna putih sehingga tidak terkesan norak.


Setelah puas berkeliling. Chris akhirnya ikut tidur di samping Cleire yang langsung dipeluk olehnya karena Chris menyingkirkan guling di pelukan Cleire. Masih ingat Cleire tidak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu? Mulai sekarang Cleire bisa memeluknya setiap tidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Senang kan Chris nya belum RiP? Nyengir Lu pada?. Otor nya ikut di gentayangin, tapi bukan sama Chris. Ama netizen baru betul!...


__ADS_2