
Chris masih fokus dengan jalannya rapat hingga tak menyadari jika Daniel sudah berkeringat dingin. Pria itu terlihat ingin menyampaikan sesuatu, namun khawatir tuannya akan marah.
Setelah berjalan hampir dua jam, rapat pun selesai. Chris langsung berdiri dan pergi. Ia harus segera mengurus gadis nakal yang ditinggalnya di ruangan itu. Chris tidak tahu jika gadisnya itu sudah pergi sejak lama.
Daniel mengikuti dibelakangnya. Ditengah perjalanan, pria berstatus asisten itu mengehentikan langkah Chris. "Tuan!"
Chris menatap datar pria itu. Ia hanya mengangkat sebelah alisnya seolah mengatakan 'jika tidak penting, habis kau!' Daniel langsung bergidik.
"Miss. Kersey datang bersama ayahnya." Lalu apa hubungannya dengan dia?
"Siapa itu?"
"Tuan tidak tahu?!" Bukankah mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. Chris sungguh pria kejam yang mencampakkan wanita.
"Aku harus menemui Cleire segera. Gadis itu pasti sudah merajuk di dalam." Chris benar-benar tidak peduli. Ia kembali berjalan melewati Daniel.
"Tuan, Miss. Bethany Kersey merupakan tunangan anda! Anda sungguh tidak ingat?"
Chris terhenti. Bethany, wanita yang dipilih ibunya dulu. Karena tak ingin pusing, Chris hanya menurut. Tapi ia tak pernah berhubungan dengan wanita itu. Mereka hanya bertemu sekali di acara pertunangan.
"Namanya Beth? Aku tidak peduli." Daniel ingin menangis rasanya. Jangan terlalu masa bodoh, Tuan!
"Mereka ada di ruangan anda sekarang! Miss. Melden juga sudah pergi." Dengan gerakan cepat, Chris sudah berada di depannya lagi. Pria itu sudah menatapnya dengan pandangan membunuh.
"Kenapa tidak mengatakan dari tadi! Kemana gadis itu sekarang?!"
"Tuan, sebaiknya anda temui mereka dulu."
**
Anak dan ayah itu berdiri dari duduknya begitu melihat Chris muncul dari pintu. Bethany tersenyum sumringah masih dengan keanggunan. Chris berjalan melewati begitu saja dengan wajah dingin menuju kursi kebesarannya.
"Chris." Siapapun yang mendengar mungkin akan jatuh cinta dengan kelembutan wanita ini.
"Ada apa?" Wanita itu terlihat mengerjit, mungkin tak suka cara bicara Chris yang dingin.
"Chris, kita baru bertemu kembali. Kenapa bersikap seperti ini?" Bethany masih bertutur lembut.
Jika Cleire yang bersikap lembut, mungkin Chris akan bersujud dan memuja gadis itu, karena ia tahu hal itu sangat langka. Tapi jika wanita ini yang begitu, maka lain ceritanya. Ia jijik mendengar nada sok halus itu.
"Chris, kami kemari untuk membicarakan pertunangan kalian. Bethany sudah menyelesaikan kuliahnya. Sesuai kesepakatan kita dulu, kalian bisa menikah setelah itu." Mr. Kersey angkat suara.
"Memangnya siapa yang setuju?" Chris bersedekap dengan gaya arogan.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan? Kita sudah semua sudah menyepakatinya."
"Itu kesepakatan kalian, bukan diriku. Jadi dengar baik-baik. Aku membatalkan pertunangan ini!"
"Chris!" Beth tidak bisa menahan. Pria ini memang arogan dan berbuat sesukanya.
"Silahkan kalian keluar."
"Chris! Aku tidak mau. Aku sudah mencintaimu sejak lama!" pekiknya.
"Kau tidak bisa seperti ini, Chris." Mr. Kersey tidak terima.
"Aku bisa melakukan apa yang kuinginkan."
"Tidak! Tidak bisa."
"Kenapa? Takut kehilangan sumber uang?" Chris tersenyum smirk.
"Apa yang kau katakan!"
"Salah satu hotelku di New York, kalian bisa memilikinya. Jangan muncul lagi di hadapanku."
Keluarga Kersey hanya salah satu penjilat. Bisa bersanding dengan keluarga Nelson adalah kesempatan besar untuk meraih posisi. Entah apa yang dipikirkan Kara hingga memilih wanita seperti itu menjadi tunangannya.
"Sepertinya kau memang baru mengenalku. Aku bisa saja lebih kejam."
Lebih baik selesaikan hingga selesai. Chris tidak mau berurusan dengan hal-hal merepotkan seperti ini.
"Kau tidak bisa!" Beth dengan nekat mendekati Chris, hendak mencium bibir pria itu. Namun, Chris lebih dulu mendorongnya hingga membentur pot kaca diruangannya.
"Beth!"
Prangg ... pot yang ditabrak Beth oleng dan akhirnya pecah di sekitarnya. Wanita itu meringis memegang kepalanya yang sakit. Mr. Kersey dengan cepat mendekati putrinya.
Cari mati! Daniel hanya diam menyaksikan. Chris itu bagaikan iblis. Pria itu bahkan tak ragu untuk membunuh jika ada sesuatu yang mengganggunya.
Anak ayah itu belum menyadari jika Chris sudah mengambil pistol di balik jasnya dan mengarahkan pada dua orang itu.
"Ch– Chris." Saat sudah melihat. Keduanya langsung ketakutan.
"Hanya gadisku yang boleh menyentuhku. Kau berani melakukannya?" Jika wanita itu benar-benar menciumnya tadi, mungkin ia takkan ragu melepaskan pelurunya.
"Pergi dari sini atau mati disini?"
__ADS_1
"Kami akan pergi." Mr. Kersey segera menarik putrinya pergi.
Daniel menghela nafas pelan. Setelah dua orang itu pergi, ia menelpon petugas keamanan untuk mengawas mereka. Jangan sampai keduanya datang lagi ke perusahaan.
-
-
-
-
-
Sedangkan Cleire di tempat lain telah diantar pulang oleh kedua sahabat Chris. Seno berulang kali meminta maaf dan berusaha menjelaskan maksud perkataannya tapi tidak digubris oleh Cleire. Gadis itu hanya meminta untuk diantar ke butik milik Elle.
"Sepertinya kau memang sudah tertinggal berita ya?" Seperti dugaan Cleire, respon Elle mengenai pertunangan Chris tidak begitu memuaskan.
"Begitulah jika dipikiran mu hanya jalan-jalan saja!" omel Elle. Cleire hanya bisa cemberut. Ibunya ini memang tidak bisa dijadikan tempat berkeluh.
"Mommy mau mengomeli ku atau memberi solusi?!"
"Percuma saja bicara denganmu. Pergilah! Kau mau ini, kan?" Elle melemparkan kunci mobilnya pada putri pertamanya itu.
"Aku sudah memesan hotel di Venice Beach selama dua Minggu. Setelah itu kembali kesini, jangan coba-coba menambah hari."
Venice Beach adalah salah satu resor laut paling signifikan di dunia. Jika beruntung suatu saat bisa mengunjungi Los Angeles, perjalanan ke Venice Beach akan menjadi titik wajib program tamasya. Pantai ini terletak di antara Santa Monica dan Bandara Los Angeles, dengan banyak restoran, toko, dan lapangan olahraga terletak di sepanjang pantai, sehingga setiap orang akan dapat menemukan hiburan yang paling disukainya
Elle tahu seperti apa Cleire. Gadis itu takkan menyiakan waktu yang ia punya begitu saja. Jika sudah bepergian, gadis itu bisa pergi hampir sebulan lamanya. Hal ini telah menjadi hobi gadis itu sejak masih di Sevilla. Keterbatasan teman dan keluarga membuat Cleire melampiaskan nya pada wisata kota yang menarik perhatian.
"Kau belum pernah kesana, kan? Dasar aneh. Tempat tinggal sendiri saja belum dikunjungi, sudah bisa pergi ke negara orang."
"Apa tidak ada tambahan waktu?" See! Dua Minggu itu masih kurang untuknya!
"Ya atau tidak sama sekali!" ancam Elle.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...