
Saat cahaya matahari mulai menyelinap di sela-sela gorden, pada saat itu sepasang mata mulai terbuka. Cleire menutup matanya dengan lengan untuk menghindari cahaya masuk. Kesadarannya belum terkumpul sempurna. Sampai ketika ia kembali melihat Chris tertidur di sebelahnya.
Calon ibu itu akhirnya memilih diam menatap pahatan sempurna yang Tuhan ciptakan. Wajah tampan yang tak ada cela untuk ia mengejek, seolah itu adalah pahatan khusus yang dibuat Tuhan. Tangannya terulur mengusap bulu-bulu halus di sekitar rahang.
Cleire tersenyum saat mata elang itu terbuka, bahkan tanpa pikir panjang Cleire memberi kecupan di pipi pria itu. "Good morning, Daddynya little baby," sapa Cleire berbinar.
Cleire mungkin terlihat antusias, tapi Chris memandangnya dengan sedih. Wanita ini pasti masih mengira bahwa dirinya hanya halusinasi. Tidak bisakah Cleire membedakan halusinasi dan kenyataan? Jelas-jelas sentuhan itu begitu nyata.
"Morning, Bebe." Tapi tak urung ia menjawab.
Senyum Cleire semakin mengembang. "Sekarang kau sudah bisa menjawabku ya. Biasanya kau hanya diam, diam dan diam. Sekarang bagaimana aku bisa membohongi diriku sendiri? Kau terlalu nyata untuk menjadi sebuah halusinasi."
Aku memang nyata ....
"Aku lapar. Tidak! Baby yang lapar. Sekarang kita pergi memasak dulu ya, Baby." Cleire bangun perlahan. Chris dengan segera membantu. Cleire spontan menoleh, menunjukkan sedikit keterkejutan.
Sejak semalam Cleire merasa ada yang aneh. Ia ingin mempercayai hatinya, namun takut dikecewakan oleh pikirannya. Bayangan Chris tidak terlihat seperti biasanya. Sentuhan-sentuhan itu begitu terasa, seolah itu adalah asli. Ia menyadari jika sempat menyentuh wajah itu dan hasilnya adalah sama.
Bayangan tidak bisa menjawab, apalagi itu hanyalah halusinasinya. Dengan jantung berpacu cepat, Cleire menelisik kembali sosok di depannya. Mulai dari kepala hingga turun ke kaki. Ada balutan perban di bagian betis hingga tulang kering.
__ADS_1
Sekali lagi. Bayangan tidak memiliki luka!
Tangannya mulai bergetar. Jantungnya berpacu semakin cepat disertasi cairan bening yang menutup sebagian matanya. Tidak! Tidak mungkin! Ia takut berharap.
Chris tahu Cleire mulai menyadari. Ia memberikan senyum kerinduan saat mata mereka bertemu. "Seperti yang kau pikirkan, Bebe. Aku masih bersamamu." Chris merengkuh wajah cantik yang bibirnya bergetar menahan tangis. Dikecupnya lembut kening wanitanya.
"Kau berharap aku mati?" Cleire menggeleng, masih belum yakin.
"Aku tak pernah menganggap mu mati. Kau selalu hidup di hatiku. " Tatapan Cleire terus terpaku olehnya.
Pletak!
Cleire mengusap keningnya yang sedikit perih akibat sentilan Chris. Ia ingin marah, tapi ingat jika pria itu tidak nyata. Tapi kenapa rasanya sakit?
Chris merasa gemas dengan kelambatan Cleire. Lantas Chris langsung mencium bibir merekah wanita ini agar segera sadar bahwa ia nyata, nyata!
Cleire membola saat lidah Chris menyusup masuk. Bibirnya pun dilahap habis oleh pria itu. Ia pasti sudah gila. Di dorongnya Chris hingga tautan mereka terlepas.
Bruk!
__ADS_1
Cleire sudah naik kepangkuan Chris. Wanita itu memeluknya erat bagai koala. Tangisan keras kembali terdengar. Cleire terus berdoa agar ini bukan mimpi. Chris-nya sungguh nyata. Pria itu ada disini bersamanya. Keajaiban itu sungguh ada.
Chris meringis saat Cleire memukul punggungnya berkali-kali sambil menangis. Di keadaan seperti ini saja Cleire masih bisa bar-bar. Wanitanya memang berbeda.
"Kau– kau keterlaluan! Kau pergi sangat lama sampai perutku membengkak! Lihat, lihat ini. Kau tidak mau bertanggung jawab. Makanya jangan menyentuhku, bodoh!" Cleire terus memaki seraya menyibak pakaian luarnya agar menampakkan perutnya yang sudah membesar.
Chris terkekeh. Tidak ada yang berubah dari wanita ini. Mulutnya masih suka mengumpat tanpa tahu tempat.
Cup, cup, cup! Kecupan bertubi-tubi di berikan Chris pada perut Cleire. Tangannya juga ikut mengelus calon buah hati mereka. Ia juga merasa bersalah. Cleire pasti kesulitan selama dirinya tidak ada. Andai Chris tahu bagaimana Clark dan Seno menggantikan nya selama beberapa bulan ini.
"Maafkan Daddy ya, Baby. Tolong beritahu mommy mu ya agar berhenti memarahi Daddy." Chris memelas.
Cleire memalingkan wajahnya, mengusap lagi air mata yang keluar dari sudut matanya. Belum lagi tendangan kecil di perut seolah merespon Chris. Cleire menengadahkan wajah Chris agar mendongak menghadapnya. Dirapikannya rambut yang sedikit berantakan itu, lalu mengecup sekilas bibirnya. Pria ini nampak tidak terurus.
"Kau tidak boleh pergi sendiri lagi. Aku tidak mengizinkanmu pergi tanpa membawaku. Kau dengar? Jika kau melakukannya, aku akan pergi membawa baby dan mencari ayah baru!" Seperti biasa tidak ada yang manis dari wanita ini. Tapi Chris cukup mengartikannya sebagai tanda cinta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tes tes tes. Jantung masih aman?
__ADS_1