That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Calon Suami?!


__ADS_3

Cleire mematikan televisi usai menyaksikan acara konferensi pers yang diadakan oleh keluarga Nelson mengenai pembatalan pertunangan berserta kedekatan putra mereka dengan seseorang.


Cleire dengan malas menyuap makanannya. Gadis yang sudah rapi dengan pakaian santainya itu terus memikirkan perkataan Chris tentang pernikahan. Usianya memang telah matang untuk menikah, tapi mentalnya belum siap. Sejak dulu Cleire memang menghindari sebuah hubungan dengan pria.


Jangankan menjalin hubungan, memikirkan akan menikah saja ia tidak pernah. Ia berpikir dengan semua yang ia miliki sekarang, maka tak butuh seorang pria disisinya. Kekayaannya sudah cukup menghidupinya seorang diri.


Hingga, Cleire merasa seseorang memeluk pinggangnya. Chris baru saja selesai dari mandinya. Masih berbalut bathrobe dengan rambut basahnya, ia langsung merebahkan diri di pangkuan Cleire sambil memeluk pinggang ramping itu. Sesekali pria itu mencium perut Cleire dan mengelusnya.


"Apa yang kau lakukan?" Kelakuannya membuat Cleire tidak bisa menahan untuk tidak bertanya. Ia menatap pria itu dari atas.


"Semoga dia cepat tumbuh disini." Cup. Mencium lagi perut yang tertutup kaus tipis itu.


Cleire berdecak dan membiarkan pria itu berbuat semaunya. Ia memilih melanjutkan sarapan atau lebih tepatnya hampir siang karena sekarang tidak pagi lagi.


"Jika kau berselingkuh, aku akan membawanya pergi," cibir Cleire asal.


"Jahat sekali. Dia belum tumbuh, tapi kalian sudah berniat pergi." Memasang wajah sok sedih.


"Aku tidak sebaik mommy yang masih bertahan dengan daddy," tambahnya lagi.


Chris akhirnya mengelus-elus kan wajahnya manja ke perut gadis ini. "Jangan samakan aku dengannya, Baby. Aku lebih baik mati daripada berselingkuh," gumamnya.


"Semoga saja, karena aku sendiri yang akan membunuhmu!"


"Kau sangat bernafsu jika itu menyangkut untuk menyakitiku." Chris mengadahkan wajahnya, menatap Cleire yang melahap makanannya.


"Karena aku ringan tangan kau tahu?"


Chris mengambil salah satu tangan Cleire "Benar juga. Tangan ini sangat kasar." Mengamati dengan serius.


"Cih!" Cleire memutar bola matanya. Setelah menyingkirkan makanannya dan meneguk air, Cleire mulai memainkan ponselnya dan membiarkan Chris memainkan tangannya. Gadis itu tidak sadar jika otak mesum Chris mulai bekerja lagi.


Chris dengan perlahan menuntun tangan Cleire agar menyentuh miliknya yang masih tertutup kain. Libido nya seketika bangkit saat sentuhan terjadi. Cleire masih belum sadar jika yang disentuhnya adalah bagian paling berbahaya. Merasa tidak puas, Chris akhirnya membuka kain yang menutup adik kecilnya, lalu menuntun tangan gadis itu agar menggenggamnya.


"Oh shitt!" desis Chris tak bisa menahan. Tangan Chris terus menuntun naik turun.


Cleire yang merasa aneh dengan apa yang disentuhnya langsung menoleh. Seketika mata gadis itu membulat disertai semburat merah di sekitar pipi. Ia ingin menarik tangannya, tapi Chris menahannya.

__ADS_1


"Jangan berhenti."


"Chris! Kau sangat mesum!" desis Cleire menahan malu.


"Tanggung jawab!"


"Ta– tanggung jawab apa? Lepaskan!"


Besar sekali. Pantas saja milikku berdarah. Cleire menelan salivanya kasar. Membayangkan benda panjang dan besar itu yang menembusnya semalam rasanya tidak mungkin.


"Aku ingin." Chris sudah menampakkan wajah sayu. Ia akhirnya menarik kepala Cleire agar tertunduk, lalu menciumnya dengan buas.


Chris sedikit lengah karena ciumannya membuat Cleire berhasil menarik tangannya. Gadis itu lantas memberi pukulan di dada bidang Chris.


Bug!


"Argh!"


Cleire mengusap bibirnya kasar dan menatap pria itu nyalang setelah Chris melepasnya akibat pukulan tersebut.


"Hentikan wajahnya mu itu! Pakai bajumu sana!"


"Aku hanya melakukan kewajiban ku sebagai calon suami, Cleire. Kenapa kau menganggap ku seperti penjahat," selorohnya, membuat gadis itu berang.


"Calon suami? Memangnya apa kewajiban calon suami?!" Pria ini ... selalu saja membuatnya kesal.


Buk!


Sepertinya bantal sofa ini harus disingkirkan segera sebelum Cleire merubah fungsi aslinya. Lihat saja gadis ini selalu menggunakannya untuk memukul Chris.


Astaga ... Cleire masih tidak percaya jika pria yang mendapat julukan kejam dan berbahaya itu adalah orang di depannya. Chris berubah seratus delapan puluh derajat. Padahal di luar ia menjadi pria tak berperasaan.


"Kalau begitu ayo menikah saja."


Tidak ada cincin atau kata-kata romantis. Pria itu sedang mengajak menikah atau makan siang?


***

__ADS_1


"Ganti!"


"Tidak!"


"Tidak dengar? Ku bilang ganti!"


"Aku bilang tidak, ya tidak mau!"


Sore harinya Cleire memutuskan pergi keluar setelah cukup lama berada di kamar yang membuat otaknya mendidih. Ia masih memiliki banyak waktu sampai waktu yang disepakati dengan Elle habis. Tidak ada yang berubah, hanya saja kini ia tak sendiri.


Cleire yang sudah terbiasa dengan pakaian santai tidak pernah menganggap masalah apa yang ia kenakan. Tapi gadis itu tidak menyadari jika sebagian orang telah tergoda olehnya. Anggaplah definisi santai ala Cleire berbeda dari yang lain.


Contohnya saja seperti sekarang. Tempat ini terdapat pantai yang luas. Venice beach! Tentu saja ada pantai. Ia hanya mengikuti suasana, tapi mengapa pria di belakangnya ini sibuk sekali!


"Ku bilang ganti, maka ganti!"


Perdebatan rupanya belum juga selesai. Perkara baru kembali dimulai.


"Kenapa kau resah sekali, hah! Dulu aku juga seperti ini."


Gadis ini memang liar, tapi begitu polos di dalam. Tidak ingatkan Chris berani menyentuhnya pertama kali di kantor Ar karena pakaian terbukanya. Kenapa wanita gemar sekali memakai rok pendek!



"Ini sudah cocok. Tidak lihat matahari ingin membakar saja rasanya?" Bukan Cleire namanya jika tidak membangkang.


Chris sudah sangat kesal. Ya, ini berlebihan. Bahkan kau bisa melihat jejeran wanita berbikini di luar. Cleire sudah termasuk paling tertutup, you know? Tapi Chris masih tidak rela. Hanya dirinya yang boleh menikmati tubuh indah Cleire!


Chris akhirnya berjalan menuju koper. Ia membuka koper milik Cleire dimana isinya tidak ada yang normal menurutnya. Sepertinya ia harus mengganti isi lemari Cleire saat kembali nanti.


"Pakaian apa yang kau bawa ini. Kenapa tidak ada yang benar!" Gadis ini sangat ceroboh terhadap pakaian.


Cleire berdecak seraya menghentakkan kakinya kesal. Ia mendekati pria itu dan menutup kopernya kasar. "Dasar kuno!" hardiknya.


"Terserah, tapi jangan harap bisa keluar," ancam Chris. Gadis itu mengerucutkan bibirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2