
Daniel membuka pintu utama dengan perlahan agar tidak menggangu tidur gadis cantik yang sudah berada dalam gendongan Chris. Para pelayan menunduk hormat dengan tersenyum tipis. Cleire dalam rengkuhan itu begitu sangat damai. Tidak terganggu sama sekali.
Nampaknya Cleire kelelahan karena Chris tak henti mengganggunya sepanjang perjalanan pulang. Saat masuk, ketiga orang yang baru datang kemudian dihadapkan dengan sesuatu yang dianggap tidak penting.
Daniel menghela nafas lelah. Pria kepercayaan Chris itu lebih memilih menunggu diluar. Rasanya sudah melelahkan setelah mengikuti sepasang kekasih ini bagai ekor. Ditambah dengan kehadiran orang yang terduga.
"Chris." Kara berdiri mendekat. Ia sedikit berbisik agar tak mengusik gadis yang terlelap itu. Kara merasa lega melihat kepulangan Chris yang membuahkan hasil. Wanita paruh baya ini dibuat gelisah karena Elle menolah kehadirannya.
"Sepertinya Mommy tidak jera. Aku takkan peduli lagi hubungan mu dengan Elle." Menatap datar sekaligus tajam seseorang yang duduk di sofa.
"Bukan aku, mereka datang sendiri!" bisik Kara tidak terima.
"Ck!" decak Chris. Pria itu berlalu begitu saja, meninggalkan orang-orang itu menuju kamarnya.
"Kalian lihat sendiri? Kami tidak bisa memaksakan keinginan Chris." Robert dengan santai menyesap kopinya.
"Tapi, Tuan. Hubungan ini sudah berjalan hampir lima tahun. Bagaimana bisa dibatalkan begitu saja?"
Mr. Kersey dan putrinya Bethany rupanya belum menyerah. Chris memang gagal di dekati, tapi Robert masih bisa menghormati orang. Pria itu lebih ramah dibanding putranya.
__ADS_1
"Gadis itu tidak jelas, Tuan, Nyonya. Dia pasti menggoda Chris," cerca Bethany.
"Tahu apa kau tentang dia?! Jangan sembarang bicara." Ibunya sangat berbahaya! lanjut Kara dalam hati.
Bethany terdiam melihat sikap dingin Kara. Wanita tua itu yang sering para wanita bicarakan. Dialah musuh sebenarnya! Menyingkirkan para wanita yang mendekati putranya. Tapi bagaimana gadis tidak jelas itu bisa selamat. Kara juga terlihat menerimanya dengan baik.
"Nyonya ... dulu kau yang menerimaku. Sekarang kau berubah karena gadis itu juga?"
Oh God! Kara ingin menyeratnya keluar saja rasanya. Ia melakukannya juga terpaksa! Demi memanas-manasi Elle agar memberikan putri yang disembunyikannya. Meski bersahabat sejak lama, Elle tidak suka perjodohan. Tidak peduli itu Kara atau yang lainnya.
"Karena Chris mencintainya, maka tak ada alasan untukku menolak." Padahal dulu ia sempat tidak menyukai Cleire. Berbanding terbalik dengan ucapannya. Robert hanya menggeleng. Sudahlah, biarkan istrinya merasa senang.
"Chris seharusnya sudah memberi kompensasi. Anggap itu permintaan maaf kami." Robert bijak.
"Kalau begitu kami tarik kembali kompensasinya, tapi pertunangan tetap dibatalkan."
Tuan Kersey mulai menunjukkan kepanikan. Jangan sampai karena masalah ini ia tidak mendapatkan apa-apa.
"Tidak perlu, Nyonya. Saya akan mengurus Bethany. Di masa depan ia takkan mengganggu," bujuknya.
__ADS_1
"Dadd!!"
"Diamlah!" sentaknya.
"Kalau begitu kita sepakat. Kedepannya kami tak ingin ada masalah." Robert memberikan selembar kertas. Pria ini juga harus siap dengan segala kemungkinan.
"Baik, Tuan." Mr. Kersey dengan segera menandatangani. Pria tua itu menarik putrinya agar ikut pergi.
Kara langsung bangkit dari duduknya saat dua orang tak diundang itu sudah pergi. Robert menahan tangan istrinya itu ketika melihat Kara ingin pergi ke atas.
"Kemana?"
"Kemana lagi. Tentu saja melihat Chris."
Robert berdecak," Jangan ganggu mereka. Biarkan saja."
"Aku ingin bicara dengan Cleire. Sebentar saja."
"Duduk saja!" Menarik tangan Kara hingga terduduk kembali.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Up seadanya dulu ya 🙏 Otak aku lagi ngebug😖 Aku bingung mikir alur selanjutnya makanya lama....