That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Tidak Boleh Menyentuh Pria Lain!


__ADS_3

"Turun!" perintah Chris saat keduanya telah sampai di depan gedung menjulang apartemen Chris.


Cleire tidak membantah, gadis itu berubah menjadi gadis paling kalem sejak beberapa saat yang lalu. Chris dengan wajah dingin terus saja mengamati gerakan Cleire yang membuat gadis itu gugup setengah mati.


"Apa kakimu mulai kehilangan fungsi?" sentak pria itu lagi. Cleire langsung mempercepat jalannya yang tadi memang sengaja ia perlambat.


Chris terus saja memperhatikannya dengan tangan dimasukkan ke kantong celananya. Suasana di lift kini terasa begitu horor bagi gadis seukuran Cleire yang masuk kategori pemberani.


Ptia itu sejak tadi tidak banyak bertindak kecuali menampakkan ekspresi menakutkan. Pria jenis ini biasanya memang tidak banyak bicara apalagi bertindak asal di depan umum, tapi kini Cleire sedang menuju sarang binatang buas ini! Menurutmu apa Chris masih tetap diam?


Terlalu sibuk memikirkan banyak kemungkinan, Cleire tidak menyadari jika lift sudah terbuka. Chris yang sudah keluar lebih dulu berdecak dengan tangan segera menahan pintu agar tidak tertutup kembali.


"Kau terlalu sibuk memikirkan pria itu ya!" Suara Chris meninggi membuat Cleire segera tersadar. "Apa?" tanya gadis itu linglung.


"Gadis nakal!" Tanpa aba-aba Chris langsung memikul gadis itu di pundaknya, membawanya menuju satu-satunya apartemen disana.


"Chris!" Gadis itu memberontak. Ia memukul-mukul punggung kokoh itu dengan kaki berayun-ayun. Chris tidak peduli, ia terus berjalan hingga menaiki tangga menuju kamarnya.


Plakk. Cleire membola saat Chris memukul bokongnya agar diam. Damn! Ini adalah hal memalukan bagi wanita.


"Chris ... kau sialann!" pekiknya. "Turunkan aku!" Semakin memberontak.


Buk. Chris melemparnya ke atas ranjang dan hendak meninggalkannya begitu saja. Tapi, Cleire yang terlanjur kesal ingin menggigit tangan besar pria itu, jadi menarik tangan Chris yang tanpa sengaja limbung hingga menindihnya.


Mendapat kejadian tak terduga, pria itu menyeringai. "Jika sudah tidak tahan, katakan saja." Masih menindihnya, Chris membuka simpul dasinya dengan satu tangan, lalu menariknya hingga terlepas.


"Mau apa?!" Cleire ketar-ketir saat Chris mulai mengikat tangannya dengan dasi yang di lepasnya. Ia merasa tubuhnya tidak bisa bergerak karena Chris benar-benar menghimpitnya.


Oh God, apalagi sekarang?!


"Chris ... kumohon lepaskan." Cleire memasang wajah memelas.

__ADS_1


Tidak tahukah gadis itu jika setiap tindakannya dapat memancing pria buas ini? Chris hanya ingin mengerjainya jadi benar-benar terangsang. ****! Ia membayangkan wajah memelas Cleire yang dipenuhi keringat di bawah tubuh kekarnya.


"Aku ingin ..." Chris menjatuhkan kepalanya di bahu Cleire dengan suara serak menahan libido.


Bibirnya mulai menjalar di sekitar tengkuk dan lehernya. Pria ini ... memang minim akan kesabaran. Nafas Cleire memburu tak beraturan. Chris sudah membuka kancing kemejanya hingga habis dan menahan tangannya yang terikat di atas kepala.


"Chriss ..."


Cleire memejamkan matanya seraya menahan desahannya. Ia tak berani melihat apa yang Chris lakukan. Yang jelas ia merasa sesuatu bergerak di pucuk dadanya. Lidah pria itu sudah bergerak bebas menjelajahi tubuhnya.


"Buka matamu," bisiknya. Cleire menggeleng. Tubuhnya sudah bergetar hebat. Sentuhan seperti ini baru pertamakali ia dapat dari Chris.


"Cleire ..." Chris mengecupi seluruh wajahnya, hingga berakhir di bibir. ******* tak terhindarkan. Cleire mulai mengikuti alur permainan. Chris akhirnya membuka ikatan tangannya, Cleire langsung mengalungkannya di leher Chris.


-


-


-


Untungnya ia masih sanggup menahan diri untuk tidak memakannya. Ia masih tahu batasnya. Jangan merusaknya, pikirannya seolah memperingatinya terus.


Gadis itu kelelahan hanya karena rangsangan yang ia berikan. Benar-benar berbeda dari para wanita yang menjadi pemuas nafsunya. Terkadang ia bertanya, kebaikan apa yang ia buat sehingga mendapatkan gadis polos ini.


Chris mencium kening gadis itu penuh kasih sayang. Ia tersenyum melihat Cleire tidak terganggu sedikitpun. Sudah puas menatapnya, Chris ikut memejamkan mata dan tertidur.


Saat bangun, Cleire mendapati dirinya hanya berbalut selimut. Ia menghela nafas lega ketika melihat hanya bagian atasnya saja yang terbuka meski bawahnya hanya menyisakan panties . Entahlah, mungkin ia akan benar-benar mengamuk jika Chris sampai menembusnya.


Ia bangkit berdiri mencari pakaiannya, namun yang ia dapati hanya seonggok baju yang kancingnya sudah terlepas semua. Bahkan ia tak menemukan dimana roknya.


Gila!

__ADS_1


Gadis itu akhirnya mengambil asal kemeja Chris yang ada di lemari dan memakainya. Ukurannya benar-benar besar, ia seperti mengenakan dress rumahan yang panjangnya hanya mencapai setengah paha.


Jangan tanya dimana Chris. Pria itu sudah menghilang sejak ia terbangun. Cleire kembali teringat kejadian tadi. Bukankah pria itu sedang marah?


Karena lapar, ia memilih pergi ke dapur untuk mencari makan. Ia berdecak sebab tak menemukan makanan kecuali bahan mentah di kulkas.


Ardrich dan Chris sama saja! gerutunya.


Akhirnya Cleire hanya mengambil telur untuk dibuat omelette. Simpel dan mudah dibuat untuk kondisi lapar seperti ini. Hingga Cleire merasakan sesuatu menyentuh perutnya, kemudian memeluk dirinya.


Chris!


Cleire hanya memutar bola matanya malas. Ia mengabaikan pria yang sedang bermanja-manja itu.


"Aku juga lapar."


Jika lapar makan! decaknya.


"Tunggu sebentar." Ucapannya bertolakbelakang dengan pikirannya.


"Hari ini kau selamat," kata Chris tiba-tiba. "Jangan pikir aku melupakan kejadian tadi." Gotcha! Tepat sasaran.


Cleire memang sudah tidak peduli dengan itu karena berpikir Chris sudah tidak marah. Pria ini rupanya pendendam!


"Aku tahu," cicitnya.


"Tahu apa?"


Benar juga. Memangnya Chris marah kenapa? Kenapa ia menjadi gadis bodoh sekarang!


"Kau milikku ... tidak boleh menyentuh pria lain kecuali diriku. Jiwa dan ragamu hanya boleh dimiliki olehku!" desisnya jelas ditelinga Cleire.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2