That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Saat Itu Tiba ....


__ADS_3

"Kau menangis lagi?"


Kara yang baru tiba segera meletakkan belanjaannya di atas meja dapur. Ia terkejut melihat Cleire memasak dengan wajah sembab yang disembunyikan.


"Kelepasan," jawabnya singkat. Kara menghela nafas pasrah. Wanita paruh baya itu mendekat dan mengambil alih pekerjaan Cleire. Cleire tidak menolak, membiarkan Kara yang melanjutkan.


"Sudah kubilang jangan memasak sendiri di dapur, Cleire. Jika terjadi sesuatu bagaimana?" Bagaimanapun Cleire masih belum bisa lepas sepenuhnya dari kesedihan. Kara sendiri mencoba keras agar tidak membahas apapun yang mengarah pada Chris atau wanita muda ini akan semakin terpuruk.


Cleire hanya diam saja. Tampaknya melamun lagi.


"Ingat kata dokter, Honey. Janin bisa merasakan kondisi ibunya." Kara mencoba memberi pengertian.


Kara mengerti Cleire begitu kehilangan. Sama seperti dirinya yang kehilangan putra satu-satunya. Ia berusaha kuat demi Cleire, wanita yang dicintai Chris. Saat kondisi mulai membaik, kabar mengejutkan datang kembali menghampiri.


Cleire dinyatakan hamil. Sudah jelas siapa pemiliknya. Tentu itu membuat Cleire syok. Untungnya pikiran Cleire masih waras hingga tidak berbuat nekat.


"Aku tahu. Aku tidak akan membiarkan calon anak kami tidak merasa nyaman. Anggap saja aku mengajarkan nya mengenali emosi seseorang sejak dini." Alasan macam apa itu? Tapi sudahlah. Biarkan wanita itu tenang dengan perkataannya sendiri.


"Semoga saja. Kau ingin makan apa? Aku tidak tahu apa yang kau masak."


"Aku juga tidak tahu. Aku pernah melihat Chris membuatnya." Tangan Kara menggantung di udara. Ia tidak boleh terpancing dengan asal bicara Cleire.


"Baiklah, biar ku buatkan sesuatu saja." Cleire mengangguk.


Ia memperhatikan Kara yang berlalu lalang di dapur. Lagi-lagi ia teringat Chris yang pernah memasakkannya makanan. Jika pria itu disini, ia pasti tak diizinkan menyentuh dapur. Apalagi sekarang ia tengah berbadan dua.

__ADS_1


"Tapi, Mom. Bukankah kau tidak bisa memasak?"


Benar juga! Bisa-bisanya ia berpikir ingin memasak.


"Kita pesan saja." Kara membuang malu. Cleire sudah tertawa dengan bahagianya.


"Tunggu Seno dan Clark saja, Mom. Mereka bilang membawa banyak makanan." Kara akhirnya ikut duduk bersama Cleire.


"Apa dia juga ada?" tanya Kara memastikan.


"Siapa?"


"Orang baru itu."


Cleire menghela nafas pelan. "Taylor?" Sejak awal Kara sudah terganggu dengan sosok itu. Ia baru tahu jika Kara juga punya sisi cemburu seperti Chris.


"Mom jangan khawatir. Sampai kapanpun hanya Chris yang bisa memiliki ku." Tangan Cleire turun mengelus perutnya yang sudah membengkak. Senyum Cleire merekah saat merasakan pergerakan kecil di perutnya.


"Benar, kan! Anakku juga setuju." Cleire menganggap tendangan si kecil adalah persetujuan.


"Kalau begitu cucu Granny yang terbaik!" Kara menunduk, memberi ciuman di perut buncit itu.


"Woahh ... sepertinya kami mengganggu momen bahagia." Clark dan Seno akhirnya datang membawa banyak kantong makanan.


"Halo, little baby. Uncle datang lagi." Seno hendak ikut mencium perut Cleire juga, tapi Kara sudah menjambak rambut lebatnya.

__ADS_1


"Kubilang jaga jarak! Jangan menyentuh istri orang sembarang."


Hell ...! Sejak kapan Cleire dan Chris menikah? Ibu dan anak memang sama! Suka mengklaim seenaknya.


"Sudahlah, Dude. Sebaiknya kau menikah juga jika ingin." Clark menasehati.


"Bilang saja kau juga ingin!"


"Ya, tapi aku cukup tahu diri."


"Maksudmu aku tidak tahu diri!" seru Seno kesal.


"Aku tidak bilang begitu."


"Diam! Aku sudah lapar," hardik Cleire. Belum ia menyentuh sendok, Seno sudah mengambilnya lebih dulu.


"Kau diam saja. Biar kami yang siapkan." Seno menepuk dadanya sombong.


Cleire dan Kara tersenyum diam-diam. Kedua pria ini selalu ada untuk Cleire sebagai pengganti Chris. Keduanya bahkan tak sungkan menuruti ngidam wanita hamil ini. Bagi mereka, menjaga Cleire adalah tugas utama.


Cleire terkekeh melihat Clark dan Seno berebut untuk memberinya makan. Chris pasti sudah menendang mereka dengan kejam jika ada disini. Mana rela pria itu jika ada orang lain yang menarik perhatian gadisnya. Genangan air kembali terasa di sudut matanya.


Aku ingin melepasmu dengan bahagia, tapi hatiku terus menolak. Maaf karena pada akhirnya kau harus terpaksa tetap disini. Biarkan bayangan mu bersamaku sampai malaikat kecil kita lahir. Pada saat itu, aku akan mencoba ikhlas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan tanya Cleire berapa bulan ya. Perkirakan saja bayi mulai nendang itu Minggu ke-berapa🤧


#Si otor malas mikir


__ADS_2