That Bastard Is My Destiny

That Bastard Is My Destiny
Menunjukkan Kepemilikan


__ADS_3

Chris


Jemput aku.


Dua kata itu sukses membuat Cleire berdecak. Ia berhenti di tengah-tengah perjalanannya ketika panggilan masuk datang bertubi-tubi tanpa henti.


Cleire


Aku sibuk! balasnya.


Chris


Aku penasaran apa yang kau lakukan hingga begitu sibuk.


Mengingat Cleire wanita karier namun seperti pengangguran. Sangat aneh jika gadis ini bisa sibuk.


Sialan kau! umpat Cleire dalam hati.


Chris


Kau sudah bersumpah, Bebe ... akan menerimaku.


Cleire


Kapan aku bilang begitu!


Chris terkekeh diujung sana. Rindu sekali dengan kemarahan gadisnya ini. Rasanya ingin segera bertemu dan memberi banyak ciuman kasih sayang.


Ia bisa saja pergi sendiri tanpa dijemput atau mungkin memanggil sopir pribadi. Berhubung ia sangat rindu, biarlah merepotkan gadis manis ini sesekali.


Chris


Apa sulit sekali mengakuiku?


Cleire terdiam.


Chris

__ADS_1


Aku menunggumu di bandara. Aku mencintaimu.


Chris mengakhiri panggilan setelah mengatakannya. Terlihat Cleire sedikit memerah. Jujur saja ia sedikit rindu dengan pria ini. Rindu Chris yang suka menjahilinya, lalu diakhiri dengan kata-kata cinta.


Bodoh! Memukul kepalanya sendiri.


-


-


-


Seorang bilionaire muda yang namanya sudah sangat dikenal banyak orang terutama Amerika sedang duduk seraya tersenyum dengan tampannya di kursi tunggu bandara?


Berapa banyak pasang mata yang menyaksikan dengan tatapan kagum sekaligus heran? Siapa yang tidak mengenalnya? Chris Stevanos Nelson, pengusaha muda yang berhasil mengambil alih kepemimpinan dari perusahaan Nelson Internasional milik sang ayah.


Begitu banyak yang menggilai pria tampan berdarah Italy ini. Meski begitu, tak ada satupun yang bisa masuk dalam kehidupannya termasuk hatinya. Berhasil menjadi partner ranjangnya saja sudah seperti keberuntungan yang tiada duanya.


Kebanyakan wanita hanya bisa berangan-angan untuk memilikinya sepenuhnya di hidup mereka. Tidak ingin berakhir seperti bintang besar yang menjadi idolanya Amerika. Wanita itu harus menutup karir sekaligus wajah setelah penolakan dan perbuatan Chris.


Cleire Roseanne?! Bukankah dia wanita dari Ardrich Melden? Salah satu pengusaha muda yang tak kalah pesonanya dengan Chris. Apa keduanya sedang berselingkuh?


"Aku hampir berpikir kau tidak datang." Chris tersenyum.


Cleire memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Chris yang menggodanya. "Cepatlah! Atau aku pergi," ketusnya, membuat Chris terkekeh gemas.


"Aku bahkan belum melepas rindu. Kemari ..." Pria itu langsung memeluk Cleire yang terkejut, bahkan Chris tanpa berpikir sudah mencium puncak kepala hingga seluruh wajahnya!


Cleire hendak memberontak, malu dengan banyak mata yang terkejut dengan pemandangan di depan mereka. Namun, Chris seperti sengaja melakukannya, ingin semua orang tahu jika wanita cantik di pelukannya ini adalah miliknya bukan milik Ardrich!


"Chris! Kau gila– hmph ... " Chris sudah membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. Bukankah orang yang melihat akan semakin yakin jika Cleire memang miliknya?


Mungkin sebentar lagi akan ada berita yang tersebar. Hanya perlu menunggu waktu.


**


Nyatanya, mengembalikan mood gadis ini cukup mudah. Chris membawanya ke minimarket terdekat, membiarkan Cleire membeli banyak cemilan yang disukainya. Melihat wajah berbinar dan bahagia itu membuatnya ikut senang.

__ADS_1


Chris baru mengetahui jika Cleire ternyata cukup dibatasi oleh hal-hal kecil seperti ini. Gadis ini tidak sebebas saat ia berada di luar negeri. Sebagai contoh, cemilan yang menjadi kegemaran Cleire rupanya dilarang keras oleh Elle maupun Markus dengan alasan bahwa itu tidak baik bagi kesehatannya.


Chris tidak menyangkal, orang tua Cleire hanya ingin yang terbaik untuk putri mereka.


"Ardrich tidak melarang, namun dia membatasi. Tetap saja aku tidak puas," ungkap Cleire.


Setidaknya Cleire mulai terbuka padanya, meski itu masih hal-hal kecil. Sedikit demi sedikit, ia akan membuat Cleire bergantung padanya, menjadikan dirinya tempatnya pulang dan mengadu. Tidak ada rahasia kecil maupun besar.


"Aku akan berusaha memberikan apapun yang kau inginkan selama aku bisa." Memberi kecupan ringan di pelipis Cleire yang sibuk memenuhi trolly nya.


"Kalau begitu aku akan menghabiskan seluruh uangmu," tantangnya, membuat Chris tersenyum.


"Tidak masalah, karena aku bekerja untuk calon istri serta ibu dari anak-anakku." Semburat merah muncul di kedua pipi Cleire. Gadis itu merasa malu mendengar ucapan manis pria itu.


Ini bukan aku!


"Bisa malu juga ternyata," goda Chris.


"Menyebalkan!" Memukul dada pria itu. Chris terkekeh, lalu merangkul gadis itu, melanjutkan kegiatan mereka yang terhenti.


Keduanya kembali ke mobil setelah memenuhi kantong belanjaan. Chris baru menyadari jika banyak sekali paperbag memenuhi jok belakang.


"Untuk siapa ini?"


"Makan siang Ar," jawab Cleire setelah menoleh.


"Sebanyak ini?" Sepertinya bukan hanya Ardrich, tapi para pria baj*ngan itu juga disana. Chris sudah menduga dalam pikirannya.


"Tidak tahu!"


"Aku akan mengantarmu pulang lebih dulu, setelah itu baru menemui Ardrich."


"Aku ikut!" Enak saja pria-pria itu menikmati masakan gadisnya. Ia tidak rela, tapi tidak bisa melarang.


Aku cemburu!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2