
Cleire PoV
Hidup adalah perjalanan, dengan masalah untuk diselesaikan, pelajaran untuk dimengerti, dan pengalaman untuk dinikmati. Tidak selamanya hal yang kita jalani akan berjalan mulus. Ada kalanya kau menemukan duri yang menghambatmu.
Namun, hal itu bukan alasan untuk kita berhenti berjalan. Ini adalah kisahku. Kisah sederhana ku. Hampir semua kepahitan hidup telah kurasakan, memberi pelajaran yang berharga namun sedikit menyesatkan.
Contohnya aku yang salah mengartikan cinta sebagai bencana. Menolak Chris berkali-kali karena takut merasakan hal buruk yang pernah kulihat dengan mataku. Ayahku berselingkuh hingga memiliki anak dengan selingkuhannya. Padahal sudah bertahun-tahun ibu dan ayah bersama atas dasar nama cinta.
Pelajaran yang ku ambil? Jangan percaya pada cinta seperti apapun bentuknya! Pada akhirnya aku tersesat dalam pemikiranku sendiri. Ya, pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Kita dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Lalu aku bertemu Chris. Pria yang tidak pernah kubayangkan akan kumiliki saat ini. Aku yang trauma akan hubungan justru dipertemukan dengan pria br*ngsek nan baj*ngan? Well ... lagi-lagi tidak ada yang bisa menebak alur kehidupan.
Entah takdir macam apa yang tengah kujalani, bahkan benih pria itu sudah tumbuh di dalam rahimku. Aku tidak menolaknya, aku hanya mengikuti jalan cerita yang Tuhan buat.
Hari ini ia memperkenalkanku sebagai hidupnya. Ia menatapku hangat saat mengatakannya di depan media. Aku tak percaya masih bisa melihatnya setelah kupikir ia telah pergi untuk selamanya. Mungkin ini juga pelajaran untukku. Hargai seseorang selagi ia masih ada bersamamu.
Aku merasa bersalah karena jarang mengatakan 'aku mencintaimu', tidak seperti dirinya yang selalu mengatakannya hampir setiap saat. Mungkin itu juga salah satu sebab aku begitu kehilangan.
Cinta kami tergolong unik. Hubungan yang jauh dari kata romantis bisa bertahan hingga sejauh ini. Karena yang harus diselesaikan dalam pertengkaran adalah masalahnya bukan hubungannya.
__ADS_1
Setiap pasangan punya cara sendiri dalam menjalin hubungan. Jangan hanya melihat dari pandangan luarnya saja, tapi lihat bagaimana keduanya berjuang. Mungkin sebagian orang melihat suatu hubungan itu menyenangkan, tapi kita tidak tahu apa yang mereka korbankan dan perjuangkan di dalamnya.
"Dia bergerak terus, Bebe. Apa tidak sakit?" Bagaimana bisa diam jika kau terus menganggu perutku!
Setelah konferensi pers siang tadi kami langsung pulang ke penthouse. Setelah membersihkan diri Chris sudah menempel padaku. Duduk berselonjor di sofa dengan Chris yang berbaring di pangkuanku. Tangannya melingkar di pinggang serta kepalanya menghadap perutku.
"Kalau begitu berhenti mengganggunya. Kau berat!" Ku sentak sedikit kakiku hingga kepalanya sedikit melorot. Bukannya pindah, Chris semakin memelukku.
See? Memang kepala batu.
"Aku ingin melepas rindu dengan baby, Cleire. Kau jangan kejam memisahkan kami." Wajar jika aku berbicara dengannya selalu menggunakan urat, bukan?
"Saat tidur yang kulihat hanya dirimu. Di mimpi aku melihat kau berdiri di tepi laut dengan menggenggam bunga. Kau menangis disana," ucap Chris membuatku tertegun.
"Kau tahu, Sayang. Hatiku sangat sakit. Aku ingin memelukmu agar berhenti menangis, tapi tidak bisa. Jelas-jelas kau di depanku, tapi tanganku bahkan tak bisa menyentuhmu. Aku benci diriku saat itu," gumamnya terus. Tak terasa mataku sudah basah dibuatnya. Apa ini kebetulan? Kami sungguh terhubung?
Chris keluar dari bajuku saat air mataku mengenai pundaknya yang telanjang. "Kau menangis?" Masih saja bodoh! Apa tidak lihat air mataku?!
"Sekarang aku percaya kau memang mencintaiku," kataku. Air mata sudah tak ada lagi.
__ADS_1
Dia berdecak, "Jadi selama ini kau tidak mempercayaiku? Ck! Mungkin aku memang harus mati dulu baru kau percaya."
Aku tertawa mendengarnya. Muah muah, kecupan kilat kuberikan pada wajah tampan itu. "Intinya aku sudah mempercayaimu. Kau jangan serakah." Mengapit pipinya dengan kedua tangan. Wajahnya menjadi lucu karena terjepit.
"Bebee ... aku jadi merindukanmu. Tidak bisakah?" Wajanya memelas. Dasar mencari kesempatan! Senyumku hilang saat itu juga. Jangan karena suasana hatiku bagus kau mencari kesempatan dalam kesempitan.
Sudah berkali-kali pria ini ingin menyentuhku kembali, tapi tidak kuberikan. Anggap saja kejadian lama itu adalah kecelakaan dari kecerobohanku.
"Bebee ... lagipula dia sudah disini. Aku khawatir dia merindukanku," dalihnya. Cih!
"Kulihat dadamu semakin membesar. Aku ingin merasakannya–" Tak tak tak! Sentilan pada bibirnya aku berikan sebelum Chris menyelesaikan ucapannya.
"Mesum! Pikiranmu masih belum bersih juga setelah tenggelam, hah!"
Tidak ada yang berubah. Kami masih pasangan unik yang suka bertengkar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Othor: Lagi buka shopee, sapa tau ketemu cowo modelan Chris.
__ADS_1
Shopee : Stok tidak tersedia