The Boy I Love

The Boy I Love
Putus


__ADS_3

malam itu cia di sibukkan dengan tumpukan buku buku di meja belajarnya, karena ia akan menghadapi ujian harian besok dan di tambah lagi masih ada tugas kimia yang belum selesai


suasana yang hening membuat cia semakin larut di dalam fokusnya menghadap buku dan laptopnya.


tok..tok..tok..


terdengar suara pintu yang terbuka dan langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya


"makan dulu nih" suara yang sudah tidak asing lagi dan sudah bisa di tebak walaupun cia tak menoleh kearah suara tersebut


semi datang sambil membawakan sepiring makanya dan segelas air putih dan meletakan di nakas samping tempat tidur cia, setelah itu duduk di ranjang menghadap kearah cia yang membelakanginya yang masih sibuk itu


"sebentar lagi Sem" ucap cia Tampa menoleh, ia hanya fokus pada laptop dan sesekali beralih pada buku dan penanya


"sibuk banget sih?" tanya semi


"Scout camping di majuin jadi Minggu depan makanya gue harus selesai semua tugas sebelum Scout camping di mulai"cia sejenak menghentikan tangannya dan menghela nafas panjang Beberapa saat kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya


"jangan lupa di makan, gue mau lanjut main game lagi" kata semi sambil berjalan menuju pintu keluar "ingat jangan begadang" ucapnya sekali lagi sambil membuka pintu, menutupnya dan kembali ke kamarnya


"ngingetin jangan begadang dia aja main game sampai gak ingat waktu" umpat cia sambil mengolok olok


setelah itu di pandangnya piring yang berisikan spageti dengan telur setengah matang di atasnya, kalau malam semi memang lebih suka masak spageti di bandingkan yang lainnya dan telur setengah matang adalah kesukaan cia


cia mengambil makanan di atas nakas tersebut membawanya ke meja belajarnya dan melahap semuanya hingga habis tak tersisa


jam dinding kamar cia sudah menunjukkan pukul 20.50 WIB ia kedapur untuk mencuci piring yang baru saja ia pakai, tanpa di sadari handphonenya di atas meja belajarnya berdering dan tetulis lengkap nama Renaldi di layar handphonenya


_____


Di posisi lain Renaldi di terbaring di atas ranjang sambil memegang handphonenya di samping teringanya mulai di buat gundah. berkali ia menelfon cia yang ada di Jakarta tapi sama sekali tak ada jawaban


"kok gak di angkat sih" guman Renaldi sedikit kesel "sesibuk itu sampai gak ada waktu untuk gue lagu" lanjut gerutu Renaldi sambil pindah duduk di tepi ranjang


_____


cia berjalan memasuki kamarnya dan langsung kembali melanjutkan tugas tugasnya tanpa memperdulikan handphonenya yang ada di sampingnya

__ADS_1


Beberapa menit kemudian cia menuyup laptopnya dan menyusun buku bukunya, cukup sudah untuk malam ini. cia meraih ponselnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang


saat membuka handphone cia di kagetkan dengan beberapa panggilan tak terjawab dari Renaldi.


yang pastinya kalian pasti sudah tau siapa Renaldi dan seperti apa hubungan mereka, walaupun hubungan mereka sempat renggang karena di pisahkan oleh jarak tapi akhir akhir ini komunikasi keduanya mulai membaik


dengan cepat cia lansung menghubungi Renaldi kembali.


"halo ren tadi kenapa nelfon ?" tanya cia


semi yang mendengar pertanyaan itu hanya mendengarkan enggan untuk menjawab entah apa yang ia fikirkan tapi mulutnya terasa ingin bungkam dan hanya mendengarkan


"ren kamu dengar aku kan ?" tanya cia sekali lagi, tapi masih sama tak ada jawaban. raut wajah cia yang tadinya ceria kini berubah jadi bingung


"ren kamu di situ kan"


"iya" jawab singkat dari Renaldi mendengar jawaban Renaldi cia kembalu tersenyum


"kenapa tiba tiba nelfon biasanya juga lansung video call" kata cia dengan sedikit menggoda Renaldi


"serius banget" ucap cia berubah datar


"ci gue gak bisa gini terus" ucap Renaldi lirih


"maksudnya? apa apaan kenapa jadi Lo gue gini nih" tanya cia bingung


"gue mau kita sampai di sini aja, gue gak bisa LDR lama lama gue capek cia, sedangkan Lo selalu sibuk di sana"


sontak rasanya hati cia hancur di remas semas hingga tak berbentuk orang yang hampir dua tahun ini ia percaya untuk nemaruh hatinya tapi ternyata kini menghempas hatinya sekuat mungkin


"kenapa begini ren, bukannya kita baik baik aja, kamu ada masalah apa sih, kalau ada masalah cerita sama aku jangan kayak gini" suara cia mulai meninggi


"masalahnya di kamu ci, kamu terlalu sibuk sampai gak ada waktu untuk aku, aku perlu kamu ada di samping aku, tapi aku gak bisa dapatkan itu dari kamu, maaf ci aku gak bisa terisin hubungan kita"


"ya udah kalau memang keputusan kamu itu, aku juga gak bisa ngelarang kamu, tapi perlu kamu ingat aku sayang sama kamu dan perasaan itu gak bisa hilangkan gitu aja"


"aku tau, tapi kita masih bisa jadi sahabat kan, karena kamu orang baik ci aku gak mau kehilangan orang baik seperti kamu dalam hidup ada"

__ADS_1


"oke fine kalau itu yang kamu mau"


telfon di matikan olah cia, ia tak tau harus berbuat apa tubuhnya terasa lemas hingga jatuh begitu saja di tepi ranjang. perasaan sedih kecewa dan bingun bercampur menjadi satu pasalnya hubungan mereka sudah mulai membaik akhir akhir ini tapi kenapa tiba tiba Renaldi memutuskan hubungan mereka.


cia hanya bisa duduk terdiam sambil melamun entah apa yang di fikirkannya saat ini, tapi jika orang lain akan menangis setelah putus cinta berbeda dengan cia, ia akan melamun sambil mengingat kejadian bersama Renaldi dan memunculkan banyak pertanyaan dalam fikiranya.


_____


keesokan harinya cia duduk tepat di samping semi yang sedang mengendarai mobilnya, sejak tadi pagi cia tak banyak omong dan terlihat seperti orang yang banyak fikiran, semi yang terus memperhatikan geraknya merasa heran karena enggak kayak biasanya. ada perasaan ingin bertanya tapi semi rasa waktunya belum tepat dan cia pasti belum mau cerita.


setiba di sekolah cia keluar dari mobil tanpa berpamitan dengan semi, semi yang melihatnya hanya mengerutkan dahinya bingung


cia berjalan memasuki kelas tapi kali ini bukan kelasnya melainkan kelas X IPA 3 ya itu adalah kelas cessa.


di lihatnya dari depan pintu cessa yang sedang duduk di bangkunya sambil memainkan rubrik yang ada di tangannya, cia berjalan perlahan mendekati cessa


"cess.." gumam cia begitu berdiri di depannya


"cia.." cessa yang pasti sudah tau kenapa cia kemari lansung menghentikan permainannya dan berdiri di sampingnya dan merangkulnya "kita ke luar dulu ya" ajak cessa.


cia mengguk dan berjalan mengikuti kemana cessa menarik tangannya, hingga sampailah keduanya di taman sekolah yang tidak jauh dari kelas


"sabar ya, dia bukan yang terbaik" ucap cessa sambil memeluk cia "eh tunggu dulu jangan jangan semalam Lo nangis ya" Dengan cepat cessa melepaskan pelukannya sambil memegang kedua bahu cia


"apaan sih siapa yang nangis, lebay banget"


"bagus deh " cessa tersenyum yang juga di balas oleh cia


semua bisa melihat cia yang tersenyum seperti bisa menghadapi masalahnya tapi tak seorangpun yang tau di balik senyumannya ada raga yang berteriak ingin menangis tapi tak bisa.


🌸🌸🌸🌸


sebelumnya author minta maaf kalau update ceritanya agak lama tapi makasih banyak semua yang udah mau baca cerita author😘😘


author sayang kalian❤️


jangan lupa votenya ya🤗

__ADS_1


__ADS_2