
"Lo.." ucap cia kaget "ngapain Lo di sini"tanya cia sedikit gelagapan, sekilas ia melihat ke sekelilingnya pintu jedela bahkan atas permintaannya gorden pun di tutup. Revan yang berjalan mendekati membuat cia semakin gugup
"kalau sakit mending pulang dari pada ngerepotin" cetus Revan
"stopp.." Lo mau ngapain dekat dekat, bentak cia
mendengar perkataan cia sontak tebal lansung terkekeh karena pasti cia akan berfikir revan akan mengambil kesempatan di situasi ini
"eh jangan Lo kira gue cowok sembarangan ya, dasar pikiran lo itu ya, gue cuma mau liat keadaan Lo doang"
"Lo gak jawab pertanyaan gue, Lo ngapain di sini?" tanya cia sekalu lagi
"ya istirahat lah, dari pada di kelas jamkos ribut gue gak bisa tidur mending di sini" kata Revan dengan gaya bicaranya yang begitu santai. mendengarnya cia merasa sedikit lega
terlihat Revan melirik ke arah jam tangan miliknya
"dah ya, gue mau balik, ntar kalau lama di sini di kira mau ngapa-ngapain lo lagi" kata Revan "daaa" sambungnya melambaikan tangannya ke arah cia sambil melangkah ke luar ruangan
melihat sososk itu yang kini sudah tidak ada lagi di ruangan itu cia menghela nafasnya
_____
Dengan langkah gontai cia berjalan m masuki mobil berwarna biru itu dan terlihat semi yang sudah ada di dalam sambil meminum sebotol air mineral
"hayy.. ecia fabela Kusuma" sama semi sambil tersenyum nakal pada cia
"Hem.." gumam cia setelah menutup pintu den segera duduk bersandar
"lemes banget" ejek semi dengan sedikit tertawa tapi tanpa di saut oleh cia "Oya kata Sherly tadi lo pingsan ya" kemudian semi tertawa
"semi gue mau pulang" rengek cia
"ya elah gak asik lu mah" kata semi sambil menuruti perintah cia, setelah itu keduanya pun langsung melesat cepat kembali ke rumah
klekk..
pintu kamar terbuka dengan cepat cia melempar tubuhnya ke atas ranjang dengan posisi tengkurap, setelah beberapa menit ia membalikan tubuhnya menghadap langit langit kamar
flashback
"Lo.." ucap cia kaget "ngapain Lo di sini"tanya cia sedikit gelagapan, sekilas ia melihat ke sekelilingnya pintu jedela bahkan atas permintaannya gorden pun di tutup. Revan yang berjalan mendekati membuat cia semakin gugup
"kalau sakit mending pulang dari pada ngerepotin" cetus Revan
"stopp.. Lo mau ngapain dekat dekat" bentak cia ketika Revan berjalan terus mendekat ke arahnya
mendengar perkataan cia sontak Revan lansung terkekeh karena pasti cia akan berfikir revan akan mengambil kesempatan di situasi ini
"eh jangan Lo kira gue cowok sembarangan ya, dasar pikiran lobitu ya, gue cuma mau liat keadaan Lo doang"
flashback off
"bisa bisanya gue punya pikiran kayak begitu" gumam cia sambil memegang kedua pipinya malu. dan baru ia sadari tubuhnya panas "badan gue panas" dan baru di rasakan kalau tenggorokannya kini terasa sakit
"besok upacara pembukaan Jagan sampai drop cia" batinnya sambil mengepalkan tangannya untuk memberi semangat pada dirinya sendiri
__ADS_1
tok.. tok.. tok... semi timbul dari balik pintu sambil tersenyum seperti menyapa cia.
"masuk aja" ucap cia sambil pinfah duduk di tepi ranjang
semi masuk sambil membawa nampan yang berisikan sepiring makanan, segelas air dan obat
"gue udah kabarin kondisi Lo dengan nyokap, terus di suruh minum ini" kata semi sambil menyodorkan sebuah piring kecil berisikan dua yah obat berbentuk pil. kemudian semi meletakkan nampan tersebut di atas nakas samping ranjang
"thanks ya Sem" lrih cia
"dasar bocah ak berubah ya dari dulu" kata semi sambil mengacak-acak puncak kepala cia "cepetan di makan tadi gue pesan online ada tesukaan Lo juga tuh telur asin, buruan di abisin gue keluar dulu"
setelah semi meninggalkan kamar itu, perlahan cia mengambil piring yang ada di nampan tersebut menghabiskan makanannya dan meminum obatnya, setelah selesai dengan gontai ia berjalan memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan diri
beberapa menit kemudian cia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk di kepalanya dan mengenakan kaos oblong berwarna putih dengan celana pendek selutut. setelah mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer cia memutuskan untuk istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk pertandingan
panas yang terik kini berganti redup, pukul 16.15 Sherly dan Tasya sudah ada di depan pintu apartemen cia sambil menekan bell sambil membawa buah dan sebuah kantong
" assalamualaikum cia.. cia..." panggil Sherly dan Tasya dari luar sambil mengetuk pintu
tak butuh waktu lama keluar sosok peria bertubuh tinggi yang berada di balik pintu
"waalaikumsalam" jawabannya singkat sambil memperhatikan keduanya
"cianya ada" tanya Sherly
"masuk" ucap semi cuek kemudian ia berbalik meninggalkan keduanya
"tu orang atau es dingin amat" ucap Tasya sambil berjalan masuk bersama Sherly
"udah deh males gue kalau Lo begitu" kemudian keduanya duduk di sofa ruang tamu. beberapa menit kemudian semi kembali
"lansung ke kamarnya aja"ucap semi dingin kemudian langsung menuju kamarnya
kedua sejoli itu pun menurut dan perlahan mendorong pintu kamar cia sambil sedikit mengintip
"ciaa" panggil Tasya sedikit berbisik
"masuk aja" jawab cia yang masih terbaring di ranjang sambil memainkan handphonenya yan
"Hay.. gimana udah baikan ?" tanya Tasya
"Alhamdulillah udah agak mendingan, udah minum obat juga tadi" jawab cia sambil bangkit dari tidurnya dan memposisikan tubuhnya sedikit menyandar
"ci.. tu kakak laki-laki Lo irit banget ya ngomongnya" tanya Tasya
"oh semi, dia memang gitu kalau sama orang baru aslinya baik kok"
"ohya ci ni kita bawain makanan ada buah masa kita bawain cemilan, kata nyokap gue kalau lagi sakit harus makan makanan yang bikin mood balik biar cepat sehat" kata Sherly sambil meletakkan barang bawaan yang mereka bawa di atas meja belajar cia
"thankyou banget ya jadi ngerepotin"
"enggak kok, harus di makan ya" kata Tasya yang di jawab anggukan dan senyum tipis cia
"Oya ci kita gak bisa lama lama ni soalnya gue harus jemput adek gue dan Tasya mau antar paketan pelanggan"
__ADS_1
Oya author lupa cerita kalau Tasya punya toko baju kecil kecilan yang ia rintis sendiri dan sekarang Tasya udah mulai banyak banget pelanggan karena Tasya juga menerima pesanan online hingga keluar pulau, walaupun hidupnya yang berkecukupan Tasya ingin memiliki bisnis sendiri dan tidak bergantung pada orang tuanya
"iya makasih ya, kalian kesini gue juga udah seneng" ketiganya berpelukan sejenak
"kita pamit ya daaa" cia membalas lambaian tangan kedua sahabatnya
Tasya dan Sherly berjalan meninggalkan apartemen cia dan menuju besmen tempat mobil mereka diparkirkan
tanpa mereka sadar handphone milik Sherly tertinggal di meja nakas milik cia
Ting tong.. suara pesan masuk
cia yang asik memainkan ponselnya sontak cia !menghadap ke arah bunyi tersebut
"ini kan handphone Sherly" cia meraih handphone tersebut dan terlihat ada sebuah pesan yang masuk dan tertulis nama 'revan' kembali cia tersenyum "lagi kasmaran sempat! sempat lupa sama handphone" ucap cia sambil menggelengkan kepalanya
di besmen Sherly terus meraba raba kantong celananya dan membolak-balik isi tasnya. Tasya yang hendak membuka pintu mobil heran melihat tingkah Sherly
"kenapa Lo" tanya Tasya heran
"kayaknya handphone gue ketinggalan deh, seingat gue tadi gue pegang"
"kebiasaan lu mah, yaudah cepatan ambil" kata Tasya setelah itu memasuki mobilnya, Sherly membuka mobil dan meletakan tasnya
"bentar ya" ucapnya setelah itu ia langsung berlari secepat mungkin
beberapa menit kemudian Sherly tiba di Apartemen cia, ia mengetuk pintu tapi pintunya tidak di kunci segera Sherly masuk menuju kamar cia
tiba tiba dengan cepat pintu kamar terbuka, cia yang sedang damai dengan novel yang ia baca berhasil di buat kaget. terlihat Sherly yang berdiri di depan pintu dengan nafas terengah-engah
sontak cia tertawa melihat sahabatnya itu.
"handphonenya atu teh" kata cia dengan logat Sunda
"untung aja ketinggalan di sini" ucap Sherly sambil berjalan mendekati handphonenya dan meraihnya
"ada pesan tuh dari si ehem"
"hah beneran" dengan cepat Sherly membuka handphone dan lansung tersenyum melihatnya
"aduh yang lagi kasmaran" ledek cia
"ih apaan sih ci, Oya Lo mau kontrak Revan gak" tanya Sherly
"untuk apa, penting juga enggak"
"ya Lo bantu gue menilai Revan itu kayak gimana, oke ntar gue kirim Tasya udah nungguin daaa" kata Sherly sambil berlari keluar kamar cia
cia yang melihat tingkah Sherly hanya menggeleng kan kepalanya sambil memegang kepalanya yang tak pusing
πΈπΈπΈπΈ
Hay.. hayy.. hayyyy..
makasih banget untuk yang udah sempatin baca cerita author ππ jangan lupa votenya ya supaya author makin semangat
__ADS_1