The Boy I Love

The Boy I Love
keegoisan akan merusak kepercayaan


__ADS_3

gerimis sejak pagi tak kunjung reda tapi tak sedikitpun mematahkan semangat siswa siswi yang akan berkompetisi


semua siswa di kumpulkan di tengah lapangan dengan mrmawa peralatan yang akan di gunakan sambil di beri arahan dari panitia Pramuka


"ingat kita di sini berkompetisi bukan adu nyali, saya tidak mau dengar kalau ada salah satu dari 0 yang bikin masalah dengan sesama anggota ataupun dari anggota luar, kita berkompetisi secara sehat jangan saling menjatuhkan ingat satu yang bermasalah kalian semua yang akan kena sangsinya" dengan wibawanya yang luar bisa kak Angga memegang toa sambil memberi sedikit arahan yang di damping panitia lainnya


"setelah ini lansung saja ke lokasi di sana ada kak Ilham yang akan mengarahkan tempat bermalam kalian, mengerti" lanjut kak Angga


"SIAP MENGERTI" jawab serempak semuanya


setelah bersiap siap membawa barang barang mereka satu persatu naik ke atas


yang awalnya hanya menggunakan sweater kini cia sudah di baluti syal, kaus kaki yang panjang dan menggunakan kupluk di kepalanya


cia membawa tasnya dan beberapa peralatan tenda dengan agak sedikit kesusahan tanpa di sadarinya dari kejauhan ada yang memperhatikan gerak-gerik mereka. Revan yang berjalan beberapa meter di belakang mereka terus saja memperhatikan gerak-gerik cia dan juga Sherly


"biar gue bantu" suara peria menghampiri cia dan mengulurkan tangannya, cia menatap orang itu dengan wajah datar dan berlalu begitu saja meninggalkan orang itu


"cia.. cia..." teriak Mario memanggil manggil cia sambil menyusulnya


sebenarnya sangat ingin di hati cia di bantu oleh Mario dan berbicara selayaknya tak ada masalah sama sekali tapi cia sadar tidak ingin menaruh hati pada kekasih orang, bahkan sampai saat ini Mario sama sekali tidak jujur sama sekali setelah kedekatan mereka beberapa Minggu ini


Flashback🌸


malam itu cuaca sangat cerah bintang bintang bertaburan membuat cia tertarik untuk duduk santai di balkon sambil memandangi langit yang indah itu


sambil berbaring cia asik membaca novel kesukaannya dengan di iringi lagu favoritnya di di putarkan di laptop dan sesekali ia mengikuti lirik lagu itu


dred... dred... dred... terdengar suara panggilan masuk dari handphone cia yang ada di atas ranjang miliknya, sejenak ia melihat ke arah handphonenya, meletakan bukunya dan berjalan mendekati handphone itu


Tasya.. 'tumben Tasya nelfon malam malam' tanya batin cia


"halo tas.."


"cie gue mau nanya nih"


"tinggal tanya aja kalik" jawab cia, ia sedikit berfikir ini pasti hal yang tidak biasa karena tidak biasanya Tasya seperti ini


"Lo ada hubungan apa sih dengan Mario" pertanyaan Tasya lansung membuat cia terdiam karena sebenarnya cia suka sama mario "iihh kok gak jawab, Lo jadian sama dia ya"


"enggak kok, gue gak jadian sama dia kita itu cuma teman "


"syukur deh kalau Lo sama dia cuma temen gue kira Lo pacaran sama dia soalnya tadi gue ngeliat dia sama cewek terus panggil sayang sayang lagi..." sontak cia bungkam tak bisa menjawab, panjang lebar Tasya berbicara bahkan tak di dengarkan fikiran kembali pada mario

__ADS_1


"ci.. cia.. cia..." teriak Tasya dari sebrang sana membuyarkan lamunan cia


"eh iya tas"


"Lo ngelamun ya jadi yang gue omongin Lo gak dengerin"


"enggak kok Tasya gue dengar kok gue cuma fokus aja dengerinnya" alasannya


"oh.. gitu, Lo memang pendengar yang baik ya kalau gitu udah dulu ya gue mau makan keluar bareng Abang gue"


"oh iya daaa" cia menutup telfonnya dan lansung menjatuhkan handphonenya diranjang tanpa sadar tubuhnya pun ikut terjatuh ke ranjang lansung ia memeluk lututnya sambil berbaring


Flashback off 🌸


cia, Sherly, Tasya, Salma, Veni, Keni dan Amel tiba di lokasi setelah meletakkan barang-barang mereka semua anggota dari SMA tunas bangsa maupun dari sekolah lain semua di kumpulkan untuk bergantian mengambil nomor undian


"masing - masing ketua kelompok maju untuk mengambil nomor undian" kata kak Ilham dengan menggunakan toa, kemudian satu persatu perwakilan kelompok maju dan mengambil bola yang berada di dalam wadah yang di pegang orang kak Jasmin


"jika semua sudah kebagian sekarang silahkan menuju nomor yang ada pada lahan yang sudah kami siapkan, waktu untuk mendirikan tenda 1 jam dan setelah itu semuanya mengganti pakaian menggunakan seragam Pramuka lengkap dan bersiap mengikuti upacara pembukaan Scout camping" ucapan kak Ilham di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh anggota


"sekarang silahkan menuju ke lokasi masing masing, pukul 9.30 saya akan mengumpulkan kalian lagi di sini mengerti"


"SIAP MENGERTI"


kemudian semua bergegas menuju lokasi masing masing, kebetulan kelompok cia dan temannya mendapatkan nomor 7 dan tidak terlalu jauh


"tapi sher.." potong tasya


"apaan lagi ci waktu kita ada satu jam cukup untuk ngelsain semua" ujar Sherly, sontak cia mengerutkan dahinya dan membuat Amel dan keni saling memandang


"sher.. kalau kita semua diriin tenda apa gak banyak makan waktu" cia pun berargumen


"iya sher benar kata cia" sahut Veni


"sekarang siapa yang ketua, gue kan sekarang lakuin perintah gue" bentak Sherly, sontak cia, Tasya, veni, Amel dan keni geram baru kali ini Sherly bersifat seegois ini


setelah itu Sherly meninggalkan teman-temannya dan berjalan menuju tumpukan barang barang dan mengambil tenda


"udah guys, turutin aja dulu" ucap keni sambil berusaha menenangkan teman temannya


"kok tu anak jadi batu gini sih" cetus veni


"udah lah sya, ayo" kata cia sambil merangkul firsya dan tersenyum memberikan semangat

__ADS_1


setelah mengganti Pakaya dengan pakayan lapangan cia dan Tasya menggali lubang untuk mendirikan tiang utama tenda Salma, Amel dan Freya membersihkan tenda Amel dan keni merapikan barang barang sedangkan Sherli asik memainkan handphonenya sambil tertawa tertawa kecil


"enak banget dia" gumam Salma yang di dengar firsya


"udah sal biarin aja kita kan punya tugas Masing masing" kata Veni dengan memberikan senyum kepada salma


waktu terus berputar, pendirian tenda ini memang sedikit lebih sudah mereka harus besar dan muatannya ada 7 orang, sangat banyak kesusahan yang mereka alami karena masih ada yang sibuk dangan handphone dan ada yang sibuk berteduh di bawah pohon.


matahari sudah mulai tinggi, waktu terus berjalan tersisa 30 menit tapi pasak tenda baru saja berdiri sedangkan kelompok lain sudah ada yang beristirahat


"tas.. tinggal setengah jam masih banyak yang belom selesai" kata Amel pada Tasya yang sedang mendirikan tenda, dengan sedikit ngis ngosan dan kerungat yang bercucuran


"benar kata Lo Mel" setelah itu Tasya berdiri dan mengumpulkan semua teman temannya


"guys.. semuanya kumpul bentar" cia yang tadinya sedang mengikat tenda Lansung menuju ke panggilan Tasya dan diikuti Salma juga lainnya


"guys waktu kita gak banyak lagi kalau kayak gini gak mungkin kita selesaikan tepat waktu kita ganti strategi aja kalau gini kita gak akan selesai tepat waktu"


"jadi maksudnya Lo ngeraguin cara gue" Sherly mulai kesel sambil menunjuk tasya


"bukan gitu sher.. waktu kita gak banyak kalau pun minta bantu kelompok lain belum tentu mereka mau" tukas Tasya dengan tegas


"udah deh lansung aja ke intinya gue capek nih" sahut Veni sambil mengusap keringatnya


"kalau capek semuanya juga capek, kalian aja kerjanya kurang kompak" bentak Sherly


"kok lu jadi ngegas sih, yang dari tadi banyak main handphone siapa" geram Veni sambil menunjuk Sherly


"ven udah" bisik Salma mengusap bahu Veni berusaha menenangkannya


"kalau berantem mulunkapan selesainya, tu liat 50% aja belom selesai" sahut Amel yang sudah geram


"udah gini aja jangan pikirin ego masing-masing pikirin beberapa hari kedepan" kata Tasya "yang punya ide keluarin ?" sambung tanya Tasya


sejenak suasana hening terlihat mereka yang sedang berfikir, walaupun wajah Sherly dan Veni masih terlihat emosi


"gini aja, mana sketsa tadi" gumam cia sambil mencari selembar kertas yang berisi sketsa tenda mereka dan lansung di beri oleh Sherly


"Tasya, dan Sherly lanjutin tenda, keni Amel dan Veni Lo bagian tenda dapur dan Salma ikut gue bangun gapura" cia memberi perintah


kali ini Sherly tak lagi lagi menjawab semua menuruti perintah dan langsung bergegas melaksanakan tugas mereka masing-masing. dengan malasnya Sherly pun mengikuti Tasya yang memperbaiki tenda


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa ❤️ nya ya


author sayang kalian


__ADS_2