The Boy I Love

The Boy I Love
Musik Titanic


__ADS_3

siang akhirnya berganti gelap, semua anggota yang mengikuti pentas seni di sibukkan bersiap siap karena pentas seni akan di mulai pukul 19.30 nanti


semua yang akan menampilkan pentas seni berkumpul di satu ruangan persiapan dan untuk bersiap siap yang nantinya akan di laksanakan di aula sekolah


di sisi lain cia duduk memeluk lututnya sambil memandang langit langit seperti yang sering ia lakukan di balkon kamarnya, di liriknya jam tangannya satu jam lagi pentas seni akan di mulai, sambil menunggu cia memutuskan mengambil mungkenah miliknya dan segera melaksanakan ibadah sholat magrib di mushola sekolah


sepulang dari mushola cia kembali duduk sambil memainkan handphone, sekarang lokasi Buper terlihat sangat tenang dan sunyi hanya ada beberapa orang yang ada di setiap tenda karena banyak yang mempersiapkan diri untuk pentas seni


"ciaa.." panggil Salma dan Veni yang berjalan mendekat sambil membawa beberapa kotak makanan


cia berdiri "dari mana aja gue di tinggal sendirian?"


"hehe tadi waktu kita abis dari toilet Alia minta bantu bersihin ruangan sekertaris lalu kita sholat jama'ah bareng, kebetulan pesanan nasi kotak panitia Dateng terus di suruh ambil katanya ambil juga untuk teman yang di tenda" kata Salma sambil melepaskan sepatunya memasuki tenda


"kita makan dulu baru ke acara pentas seni, buruan gue udah laper" dengan cepat Veni mencuci tangannya dan lansung memakan miliknya


"pelan pelan atau neng makanya " kemudian cia dan salma tertawa melihat Veni, segera ketiganya makan


acara pentas seni segera di mulai bahkan MC sudah berbica dan membacakan urutan acara. cia, Salma dan Veni duduk di bangku paling depan, ada juga teman teman cia yang lainnya dari SMA tunas bangsa, semua yang ikut sangat antusias dan bersenang-senang, ada yang membacakan puisi, menampilkan stand up comedy, dance kore dan lainnya


tiba saatnya penampilan dari SMA tunas bangsa yang akan menampilkan persembahan.


"selanjutnya Mari kita sambut persembahan dari sang tuan rumah yang menampilkan dua persembahan yang bertemakan suka duka Pramuka, dan persembahan yang pertama dari TITANIC COLLABORATION" suara MC terdengar nyaring dan membuat semua penonton berseru Keras antusias ingin segera menyaksikan


tiba tiba semua lampu di matikan membuat semua penonton terkejut dan sedikit panik dan bertanya-tanya, perlahan musik berjudul my heart Will go on di putar dan lampu panggung kembali di hidupkan dan sudah ada para penari yang mengambil posisi dan perlahan mulai menari dan sedikit di kolaborasikan dengan dansa dengan gemulai


...Every night in my dreams...


...I see you, I feel you...


...That is how I know you go on...


...Far across the distance...


...And spaces between us...


...You have come to show you go on...


...Near, far, wherever you are...


...I believe that the heart does go on...


...Once more, you open the door...


...And you're here in my heart...


...And my heart will go on and on...


...Love can touch us one time...


...And last for a lifetime...

__ADS_1


...And never let go 'til we're gone...


...Love was when I loved you...


...One true time I'd hold to...


...In my life, we'll always go on...


...Near, far, wherever you are...


...I believe that the heart does go on...


...Once more, you open the door...


...And you're here in my heart...


...And my heart will go on and on...


...You're here, there's nothing I fear...


...And I know that my heart will go on...


...We'll stay forever this way...


...You are safe in my heart and...


...My heart will go on and on...


begitu musik berhenti lansung di lanjutkan dengan instrumen musik yang berasal dari gendang kecapi gong dan juga angklung. beberapa penari yang berbeda keluar dengan kostum yang sedikit menyeramkan. kini suasana berubah menjadi tegang para penonton di buat terpukau, dengan gerajan tari yang membahayakan adegan berkelahi menggunakan pedang, menyembur api dan diakhiri dengan adegan yang sangat putus asa sambil meringkuk dengan instrumen menangis membuat semua penonton terbawa suasana bahkan ada mata yang berkaca-kaca


seorang sosok wanita muncul berkostum seperti bak putri kerajaan dengan Tiara kecil di rambutnya, terlihat sangaanggun dan elegan orang yang sudah tidak asing lagi bagi cia, siapa lagi kalau bukan Sherly yang sangat puitis


"berawal dengan tak sengaja


kami di pertemukan


berawal karena cinta


kami di persatuan


aku ibarat tanaman


yang tak akan tumbuh tanpa kalian


tanpa tanah tanpa air tanpa matahari


aku ingin berenang bebas seperti ikan di lautan


tanpa aku sadari


akan ada api yang menyerang kita

__ADS_1


sejauh apapun kau pergi


setinggi apapun kau tumbuh


luka mu akan sembuh


tapi akan berbekas" itulah sepenggal puisi yang di bacakan oleh Sherly dengan penuh penjiwaan


"inilah kamu dari SMA tunas bangsa di pertemukan oleh pendidikan di satukan oleh Pramuka, hanya sebesar biji kacang tapi pasti bisa tumbuh setinggi mungkin, " di sela sela Sherli mengucapkan kata persembahan seorang penari yang tadi datang dan merangkul Revan yang tertunduk dan membantunya bangkit lalu diikuti satu persatu penari juga masuk dan berbaris rapi menghadap penonton "walaupun sering di patahkan waktu akan mengobati semuanya, inilah persembahan dari kami Pramuka SMA tunas bangsa yang bertemakan suka duka Pramuka sekian dari kami terimakasih" dengan kompak mereka menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada penonton


seketika suara tepuk tangan yang meriah lansung memenuhi aula, bahkan penonton di buat berdiri saking terpukau oleh penampilan mereka


senyuman bangga, puas, terharu bercampur menjadi satu di wajah cia, dan juga senyuman itu di balas orang Sherly yang juga melihat kearahnya, dan tanpa di sadari Sherly, Revan juga membalas senyuman cia


_______


cia membawa sebuah kereksek berisi sayur yang sudah mereka beli dan Tasya membawa buah buahan karena setelah kegiatan siang akan ada makan bersama dengan kelompok yang lain tentunya dari SMA tunas bangsa. mereka hanya belanja di warung sayur yang tidak jauh dari sekolah, kalau kepasar akan memakan waktu lama


walaupun cia anak dari seorang pengusaha tapi ia sama sekali tidak mau untuk berbelanja di tempat seperti ini, sejak kecil ibu selalu mengajarkannya untuk tidak bersikap sombong! Lo


"toilet umum di mana ya ci gue kebelet pipis nih" kata Tasya setelah membayar


"ya elah tas mana gue tau" tiba tiab terlintas di matanya sebuah toilet yang ada di sudut pasar "tas itu tuh" tunjuk cia pada sebuah toilet umum yang sedikit kebelakang


"pegangin bentar ya" setelah memberi barang bawaannya Tasya lansun berlari menuju toilet


cia duduk di sebuah bangku kayu yang ada di samping warung itu sambil menunggu Tasya ia duduk sambil memperhatikan sekelilingnya, tiba tiba pandangannya terhenti pada seorang peria paruh baya yang banyak menjual mainan dan aksesoris


di atas bangku itu cia meletakkan barang belanjaan mereka dan menghampiri peria paruh baya tersebut


"silahkan di pilih mbak" sapa bapak itu dengan senyum ramahnya


sebelumnya cia menghampirinya hanya karena iba, cia memlirik semua dagangan bapak itu kebanyakan mainan anak kecil seperti robot robotan, bebek karet, miniatur hewan dan ada beberapa jenis aksesoris.


ia meraih sebuah gelang inisial berwarna hitam dengan inisial C


'lucu juga' batin cia


"itu sepuluh ribuan aja neng" kata penjualannya


cia meraih satu lagi dan mengeluarkan uang lima puluh ribu kepada penjual


"saya ambil dua ya pak" ucapnya setelah itu lansung berdiri dan berbalik


"neng kembaliannya" teriak peria paruh baya itu sambil melambaikan tangannya memanggil cia


"ambil aja pak, itu rejeki bapak " kata cia setelah berbalik menghadap penjual itu sambil tersenyum manis


"Alhamdulillah"ucap penjual itu pelan


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa vote ya 🌹


author sayang kalian☺️


__ADS_2