
hari demi hari cia lewati dia sangat suka di Jakarta, malam ini ia dan semi akan pergi ke suatu tempat yang cia juga tak tau tempat apa, sebenarnya cia tak ingin mengajaknya karena semi tau pasti cia akan jenuh tapi semi tau cia sangat takut sendirian di rumah dan cia pun tak keberatan ikut walaupun sudah tau ia akan sibuk dengan handphonenya
cia sudah siap dengan penampilannya yang elegan dan make up tipis ala dirinya malam ini. ya cia memang kurang suka berdandan dan bergaya yang berlebihan, bahkan malam ini ia hanya akan mengenakan sendal jepit yang yang dihiasi dengan gambar kepala kucing di talinya
cia keluar dari kamar dengan mengenakan kaus oblong putih polos dan rok kotak kotak selutut dengan rambut panjangnya yang sengaja di gerai. walaupun terlihat sederhana tapi sama sekali tidak memudahkan kecantikannya
saat cia tiba di ruang tamu di dapatinnya semi yang sedang duduk memainkan handphonenya sambil menunggu cia
"sem.. otw.." ucap cia dengan semangat sambil berjalan mendahului semi
"ya elah.. minta tunggu tapi ninggalin dasar bocah" cetus semi, setelah mengambil kunci mobilnya semi pun berjalan keluar menyusul cia yang sudah dulu meninggalkannya
sepanjang jalan cia terus melihat ke samping jendela, malam itu tak terlalu ramai jadi tidak macet dan memudahkan perjalanan mereka
beberapa menit kemudia mereka tiba di suatu cafe yang sudah ramai di datangi pengunjung, setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi semi dan cia turun dari mobil dan memasuki tempat itu.
"ehh bro.. " sapa semi pada segerombol teman temannya sambil bertos pada mereka satu persatu dengan cia yang di sampingnya
cia hanya menyapa mereka dengan senyuman karena dia juga bingung harus apa
teman teman semi yang melihat cia banyak yang mengolok-olok seperti "ehem.. bawa gebetan dia" "ehemmm" "aduh yang jomblo diam" "citciww" dan masih banyak lagi
"kok lu bawa cewek sih kita mau nongkrong bukan liatin Lo pacaran" ucap derdi dengan sedikit berbisik
"eh jangan salah faham dulu dong" ucap semi tegas
cia yang mendengar itu sontak memandang semi dan sejenak memperhatikan teman teman semi yang menatapnya dengan tatapan aneh membuat perasaanya menjadi campur aduk takut, malu dan canggung
"ni adek gue bukan pacar gue, enak aja Lo ngomong gebetan" sambung semi
mendengar pernyataan dari semi semua teman temannya tertawa kecil sambil menghangatkan suasana
"cakep juga sem" ucap Mario sambil mengangkat sebelah alisnya ke arah cia
Mario teman sekelas semi orangnya baik, perhatian bisa di bilang setia kawan salah satu idola di sekolah dia asli Jakarta, orangny cukup tertutup tentang masalah peribadi
"gue bawa dia kesini, karna gue gak mau ninggalin dia sendiri bukan untuk lu pada liatin" cetus semi
"ya elah adik Lo adik kita juga man santai aja kita mainin cewek liat juga kalik orangnya gimana" ucap Sofian sambil merangkul semi
"ya udah duduk ngapa gue udah pesenin minuman ni" panggil Arka yang duduk sambil mengangkat segelas minuman "tenang aja gak ada alkohol" sambungnya
mereka berlima pun duduk di bangku yang sudah di siapkan dan mengambil minuman yang sudah Arka pesan
semua mempersilahkan cia duduk dengan sangat ramah, melihat itu cia tersenyum ia senang teman teman semi tidak keberatan dengan kehadirannya
__ADS_1
setelah menghabiskan waktu di tempat itu hingga larut malam mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, setelah membayar minuman semi kembali ke tempat tadi untuk memanggil cia
"ayo pulang" ucap semi
keduanya langsung memasuki mobil, semi pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena suasana jalan yang sudah mulai sepi dan cia juga sudah sangat mengantuk
_____
dengan langkah gontai cia berjalan menyusuri lorong-lorong kelas, pagi ini mereka berangkat lebih awal dari biasanya karena semi ada tugas mendadak
suasana koridor kelas yang masih sepi hanya ada beberapa siswa yang sedang melaksanakan piket pagi di kelas mereka masing masing
entah pagi itu cia merasa kepalanya yang sedikit berat dan rasanya enggan untuk melangkah, cia berjalan mendekati tempat duduknya dengan berhati hati dan merebahkan kepalanya di meja dengan kedua tangannya yang di silang untuk menopang kepalanya sambil mencoba memejamkan matanya
Tring... Tring... Tring....
bell tanda belajar mengajar usai, setelah berpamitan dengan Sherly dan Tasya, cia berjalan menuju parkiran
setiba di parkiran sudah banyak kendaraan yang berlalu lalang menuju rumah masing-masing, cia berjalan cepat menuju mobil semi sudah tidak tahan ingin pulang dan beristirahat
tapi dilihatnya mobil masih kosong dan pintunya pun masih terkunci biasanya selalu semi yang deluan menunggunya pulang
saat ingin mengambil handphonenya untuk menghubungi semi tiba tiba sebuah pesan masuk
semi : kalau udah pulang bilang ya gue lagi main basket
sesekali ia memijat mijat kepalanya untuk meredamkan rasa sakitnya, sambil berjalan sambil melihat sekilas ke dalam ruangan yang ia lewati ada beberapa ekskul yang latihan di jam pulang sekolah
setiba di lapangan basket cia duduk di bangku yang terletak di tepi lapangan. di lihatnya semi dan tim basket yang lain sedang latihan dan anggota Cheerleader yang sedang memberi semangat untuk anggota basket
sepertinya semi menjadi salah satu yang di idolakan oleh anggota Cheerleader, ya secara kan semi ganteng tinggi keren pokoknya perfec deh
tak sedikit anggota Cheerleader yang memanggil manggil nama semi, sambil memunggu cia menyandarkan kepalanya, seketika pandangannya teralih pada mereka yang sedang pemanasan sebelum latihan bela diri tepat di lapangan sebelah lapangan basket
cukup banyak siswa yang mengikutinya tapi pandangan cia hanya terfokus pada sosok peria yang memimpin pemanasan tersebut
"kok kayak gak asing sih" ucap batin cia
tapi cia hanya berfikir, palingan juga ketemu waktu di jalan, tapi tak terasa seulas senyum terpancar di wajahnya tiba tiba pandangannya perlahan menjadi gelap hingga ia terjatuh tak sadarkan diri dari bangku, para pemain basket labsung berlari menghampirinya terutama semi yang selalu sigap
"semi dekat banget sama tu cewek, siapa sih?" gumam salah satu seorang anggota cheerleaders melihat semi lansung menggendong tubuh gadis yang tak berdaya itu
______
"udah deh besok jangan sekolah aja ntar gue yang minta izin" ucap semi sambil meletakkan obat dan segelas air di atas nakas di samping ranjang cia
__ADS_1
setelah tiba di rumah sepulang sekolah tadi, panas tubuh cia semakin tinggi bahkan saat hendak berjalan cia sempat terjatuh
cia mengambil obat dan air yang di bawakan oleh semi dan segera meminumnya
"besok gue ada kegiatan di sekolah, gue pengen ikut" ucap cia lirih
terlihat seperti semi yang berfikir sejenak, cia memang sangat aktif di organisasi sejak dulu tidak mungkin semi melarangnya untuk mengikuti kegiatan kali ini
"ya udah Lo istirahat aja biar besok gak lemes" kata semi setelah di Jawab dengan anggukan oleh cia semi pun berdiri dan keluar dari kaamr cia memberikan cia istirahat
keesokan harinya
pagi ini cia Sherly dan Tasya sudah bersiap siap karena hari ini adalah hari persiapan untuk melaksanakan kegiatan Pramuka yang aku di ikuti oleh beberapa sekolah tetangga
"ci.. gue denger dari semi katanya Lo sakit, beneran ?" tanya Sherly sambil menempelkan tangannya di dahi cia "eh beneran panas" sambung Sherly
"apaan sih lebay, gue gak papa" ucap cia sambil menepis tangan Sherly dengan lembut
"awas aja Lo pingsan nanti" sambung Tasya
di tengah keasikan ketiganya tiba tiba terdengar suara ketua dewan kerja Pramuka yang terdengar dari sound alaram sekolah yang siapa lagi kalau bukan kak Angga
'untuk seluruh anggota Pramuka dipersilahkan memasuki aula karena kita akan memulai rapat untuk persiapa kegiatan rutin yang kita laksanakan di ambalan' kira kira seperti itu lah pengumuman yang di sampaika
ketiga sekawan itu pun berlalu dari tempat itu dan berjalan menuju aula. setiba di aula semua sudah di tata rapi oleh anggota senior, Anggota kelas sebelas duduk di sebelah kanan dengan satuan terpisah dan anggota kelas sepuluh duduk di sebelah kiri dengan satuan terpisah
setelah rapat membagian tugas dan peserta semua di persilahkan keluar untuk mempersiapkan masing masing, cia Sherly dan Tasya terpilih sebagai peserta jadi mereka di suruh untuk mempersiapkan sangga dan kompetisi yang akan di ikuti
panas yang terik membuat semua berkeringat dan haus, sekarang sudah pukul 12.15 semua anggota di persilahkan untuk istirahat dan solat Zuhur dan akan melanjutkan kegiatan selesai solat ashar
setelah sholat berjamaah di mushola sekolah cia kini duduk di tepi mushola sambil menunggu Sherly dan Tasya yang shalat belakangan darinya
sambil menyandarkan kepalanya cia merasa sangat nyaman kulitnya yang sudah di basahi oleh air wudu di tiup oleh angin sepoi-sepoi yang terlintas, rasanya sangat tenang
tak sengaja cia memandang tiga orang peria yang sedang bercakap-cakap dari kejauhan, salah satu dari mereka tentu cia mengenalnya siapa lagi kalau bukan kak Angga tapi kedua orang yang lainnya ia sama sekali tidak mengenalnya
'kok kayak gak asing sih' batin cia, kembali ia memperhatikan peria itu
"itu kan.." gumam cia pelan. setelah mengingatnya cia pun ingin itu adalah peria yang pernah ia lihat di mall bersama kak Angga dan saat sedang latihan bela diri saat cia menunggu semi bermain basket
'oh rupanya satu sekolah dan satu angkatan juga kelihatannya' batin cia
tak lama kemudian Sherly dan Tasya kembali sambil mengusap ngusap mukanya yang masih lembap oleh air wudu.
______
__ADS_1
tungguin terus episode selanjutnya ya..
coming soon 🌸