The Boy I Love

The Boy I Love
party fido


__ADS_3

hari pertandingan tiba, tim basket SMA tunas bangsa sudah bersiap siap di balik lapangan, tapi semi baru saja tiba di parkiran


berjalan melalui banyaknya orang orang yang akan menonton mengenakan baju basket sambil membawa tas Selempang yang di sangkutkan di bahunya, dengan pesonanya semi berjalan sesekali merapikan rambutnya sangat mencuri perhatian terutama bagi kaum wanita


tak lama kemudian para pemain memasuki lapangan dan peluit panjang itu pem berbunyi tanda permainan di mulai suara riuh lansung menyelimuti seisi lapangan


ditemempat lain di sebuah kamar apartemen suara musik melow yang bersumber dari laptop di atas meja memenuhi ruangan itu cia berbaring setengah bersandar di ranjangnya sambil memejamkan matanya


cia tak suka olahraga makanya tidak pernah ikut menonton pertandingan semi


dred.. dred.. benda pipih di nakas sebelahnya bergetar


"hallo.." gumam cia


"hayy.. " suara yang sudah tidak familiar lagi di telinganya


"siap siap ntar gue jemput ya" melonjak kaget cia lansung terduduk


"mau kemana Lo ?" tanya cia basa basi sambil melirik jam tangannya


"udah ikut aja gue otw ya" Tut.. telfon di matikan


menghela nafas malas cia meletakkan kembali ponselnya dan bangkit dari tempat tidur


tak butuh waktu lama Revan sudah tiba di loby dan lansung menaiki lift menuju apartemen cia sedangkan di sisi lain Cabita cantik sedang duduk di sofa sambil menggeser geser layar ponselnya. tidak butuh waktu lama cia sudah siap sambil menunggu revan datang


Ting Tong.. suara bell


pintu terbuka dan sudah menampilkan Revan yang berdiri sambil tersenyum, penampilannya membuat cia sedikit bingung karena mengenakan sepatu dan kostum olahraga


"udah siap"


ia hanya menjawab dengan anggukan sedikit ragu tapi akhirnya tetap ikut sampai akhirnya mereka tiba di sebuah lapangan badminton ada beberapa orang yang sedang bermain dan ada sebagian orang yang ia kenal


"duduk di sini dan tunggu gue main " Revan mendudukkan cia pada bangku di sebelah lapangan, setelah meletakkan tasnya di samping cia, Revan berlari menghampiri teman temannya seorang melemparkan raket padanya untuk bermain, sekilas ia tersenyum sambil melambaikan tangan membuat cia tersenyum senang


senyumnya selalu terpancar melihat Revan yang bermain sambil dengan pandai keringat yang mulai membasahi rambutnya, membuat pandangan cia tak lepas padanya


berawal sangat dingin gue kenal dia sebagai orang yang selengean, awalnya cuma mau bantuin dia dekat dengan salah satu teman gue entah mengapa makin ke sini gue makin nyaman ada di dekat dia, pribadinya gak begitu buru


hampir dua jam mereka menghabiskan waktu di lapangan akhirnya memutuskan duduk di taman kota


"bentar ya gue beli minum" cia pergi membelikan air untuk Revan yang duduk mengusap keringatnya menggunakan handuk kecil


tak lama cia datang dengan sebotol Oren jus untuknya dan sebotol air mineral untuk Revan


"nih minum" ia meletakkan air mineral di sebelahnya lalau meminum Oren jus miliknya


"sebenarnya gue gak terlalu minat olahraga sih" gumam cia


"keliatan banget" Revan berdecak


"haa.." cia tak mendengarnya dengan jelas dan menyuruh Revan mengulanginya


"enggak, Oya habis ini mau ke mana lagi gue anterin deh ke mana aja Lo mau" alih Revan


"gue gak pengen ke mana mana lagi sih, pulang aja kali ya" jawab cia


"Lo betah banget ya di rumah" kata saat hendak meneguk air


"gue malah heran dengan orang yang gak betah di rumah"


tak sengaja pandangan cia terhenti melihat pemandangan indah di sampingnya, leher jenjang Revan yang tengah meneguk air, entah apa yang ada di pikirannya saat itu wajahnya merona segera ia menepis fikiran itu jauh jauh dan lansung menundukkan kepalanya


"Oya malam Minggu ada acara gak, gue dan anak anak yang lain mau bikin party kecil kecilan sekalian birthday party fido di pantai dekat sini siapa aja boleh, ikut sekedar refreshing aja sih" cia masih diam seperti berfikir, walaupun revan tau cia tidak terlalu suka bergaul dengan orang baru "Lo boleh ajak teman-teman Lo siapa aja" lanjut Revan


"entar deh liat"


"ya gue gak maksa sih tapi berharap banget Lo ikut"


"kenapa ngarep banget gue ikut?" tanya cia sambil tertawa


"ya teman-teman gue pasti pada sibuk dengan pasangan masing masing ya setidaknya kan ada Lo ya nemanin gue" tatapan Revan membuat cia terdiam entah perasaan apa itu membuat jantungnya berdetak kencang cukup lama seperti itu membuat cia mnjadi gugup


"u..udah sore b..balik yuk, ntar semi nyarin gue soalnya gue gak ada bilang dia" kata cia terbata bata lansung membawa tasnya berjalan


Revan tertawa dengan gaya coolnya melihat tingkah cia yang salting seperti itu


setiba di depan pintu apartemennya, Revan berpamitan lansung pulang. tanpa mereka sadari pintu sebelah sedikit terbuka dan ada dua pasang mata yang tengah memperhatikan


setelah Revan pergi cia membuka pintu melirik isi rumah belum ada tanda tanda semi disana, segera cia mengunci pintu lalu bersandar di belakangnya sambil memegang dadanya yang berdebar-debar


'ada apa dengan gue' batin cia


Ting.. tong.. suara bell membuyarkan lamunannya


"siapa lagi sih" ia berdecak pelan, saat ia melirik dari lubang pantau di pintu ternyata Salma dan kisya, dengan cepat ia mengganti sepatutnya dengan slipper hariannya berlari ke dalam melempar tasnya ke sembarang arah


sebelum membuka pintu ia menarik nafas dalam-dalam agar terlihat seperti tak terjadi apa apa dan membuka pintu dengan sedikit kikuk


"oh hayy" sapa cia cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


dengan cepat Salma menariknya ke dalam sedangkan kisya mengunci pintu


"apa apaan sih" tak ada jawaban dari mereka berdua "what" gumam cia pelan keduanya terus menatapnya dengan tajam seperti ingin mengintrogasi beberapa kali cia bertanya tapi tak di jawab satupun


kembali cia mengingatbkejadian hati ini tak ada yang salah tak dan tidak ada berbuat salah dengan mereka berdua, tapi tatapan kejam dari keduanya tak kunjung surut membuat cia takut


"ciee ada yang punya gebetan baru uwwwuu" goda Salma sambil merangkulnya


"emm ada yang gak jomblo lagi sal" sahut kisya dengan muka yang di imut imutkan


ia menghela nafas kesal, ternyata mereka datang hanya untuk mengolok oloknya


"iiihh apaan sih gue gak pacaran dengan dia" bantah cia sambil melepaskan rangkulan teman temannya


"jalan bareng olahraga bareng, jangan gengsi ci lagian Revan lumaya sih" kata Salma

__ADS_1


"iya ci tinggi, putih, cool suka olahraga idaman gak tuh"


"terserah kalian deh kalau mau ambil aja" cia pasrah dengan apa yang teman temannya katakan sambil berjalan ke dapur mengambil segelas air putih "Oya kalian ada di undang ke birthday party fido ?" tanya cia


"ada kenapa emangnya bukannya satu sekolah dapat undangan ya?"kata Salma


"Lo ikut ?" tanya cia sekali lagi sambil menghampiri salma


"tumben banget Lo nanyain party" tanya kisya dengan mulut yang penuh dengan cemilan cia yang ada di atas meja


"gue sih Dateng kapan lagi coba Kaman geratis" lalu tawa ketiganya pecah memenuhi seisi dapur


"tapi guys gue gak bisa datang soalnya Sabtu Sore itu jadwal keberangkatan gue ke Jogja karena hari Senin Abang gue wisuda"


"kan ada Salma ikut aja gak papa kali ya" batin cia sambil melamun mengingat kejadian di taman


salam mengangkat bahunya dan di jawab dengan kisya yang mengangkat bahunya berbicara dengan isyarat mereka bertanya tentang cia


"CIAAA..." teriak kisya sontak mengagetkan cia


"woii gue gak tuli kalik" balas teriak cia sambil menutupi telinganya


"apaan sih yang Lo lamunin kayak banyak pikiran aja Lo, awas ntar setres tau rasa lu" ejek Salma sambil berjalan ke sofa


"iya setres gue punya temen otaknya pada gesrek semua" kata cia sambil memicingkan matanya pada dua orang itu lalu meletakan gelas yang dari tadi ia Pengan


"walaupun gesrek gini gini setia sama ecia fabella Kusuma yang moodyanan banget" kata kisya duduk di samping Salma sambil membawa toples cemilan


seketika senyuman itu tidak bisa cia sembunyikan untungnya kedua sahabatnya itu fokus pada TV yang baru saja di hidupkan oleh Salma, walaupun mereka baru kenal beberapa bulan tapi sudah bisa saling memahami, perlahan cia berjalan mendekati keduanya dari belakang


"makasihhhh" teriak cia dengan manja sambil memeluk duanya dari belakang lalu ketiganya saling berpelukan


_____


hari keberangkatan kisya akhirnya tiba, Salma sudah rapi sangat awal karna harus mengantar kisya ke bandara selepas dari bandara baru akan ke party fido


"Sem Lo gak pergi ke party fido ?" tanya cia yang masih mengenakan baju sekolah padahal sudah menjelang sore sambil meminum segelas air es Boba


"enggak deh gue gak suka kumpul di keramaian dengan orang asing" kata reva sambil memindah mindah Chanel TV "kalau mau pergi cepetan mandi cia itu baju udah bau naga" kata semi sedikit lebih keras, cia hanya berdecak kesal lalu kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap


"Oya pantai itu dingin jangan pake baju yang terlalu terbuka dan jangan lupa minum obat" semi mendekatinya lalu menaruh tangannya di puncak kepala cia


"siap pak bos" katanya sambil mengangkat tangannya seperti hormat


cia lalu kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. karna ia tak terlalu suka menggunakan riasan yang tebal hanya sedikit polesan fondation maskara, lipcream dan blush on merah jambu tipis di pipinya dengan dres selutut berwarna mocca, walaupun dandanannya terlihat sederhana tapi cia terlihat sangat cantik


hampir satu jam ia bersiap siap tapi lalu mendengar seperti orang berbicara di depan


"ngomong dengan siapa tu orang" gumamnya pelan, setelah siap dia berjalan keluar


"mau gue anter ?" tanya semi ketika baru saja cia keluar dari kamar


"gak usah de.." pergerakannya perlahan berhenti saat menyadari siapa yang duduk bersama semi


"kenapa dia" batin cia


"gak papa ni kalau cia dengan Lo ?" sambung tanya semi


"ya elah adek lu adek gue juga kalik, gimana ci ?" panggil Mario sekali lagi


"ya udah kalau gitu titip ya awas aja sampai lecet"


"tenang aja ayo ci" ajak Mario tapi cia malah dia tak berkutit Sedikitpun


"jangan.. harus cari alasan apa nih, kalau gue menghindar terus dia pasti curiga, wake up cia.. Lo gak boleh menghindar terus, ingat perlakukan selayaknya teman aja, jangan gr jangan baper " cukup lama ia berpikir membuat Mario mengerutkan keningnya bingung


"ciaa.." panggilnya lagi


"eh iya iya ayok" ia tersentak


"ya udah ayok" Mario bangkit sambil meraih kunci mobilnya


"haa.." cia baru menyadari perkataannya


"waduh.." batinnya singkat


"eh bentar ada yang ketinggalan" cia verlari ke dalam kamar, sebenarnya sudah tidak ada yang tertinggal tapi ia kembali ke depan cermin besar di kamarnya sambil mengatur nafasnya


"huhh.. biasa aja cia" ucapnya pada diri sendiri


setelah lebih tenang dari sebelumnya cia keluardan pergi bersama Mario, selama perjalanan hanya keheningan yang ada cuma yang tidak tau mau ngomong apa sedangkan Mario tak enak karena sadari tadi cia hanya duduk diam sambil menatap keluar jendela


sampai di lokasi, setelah memarkirkan mobilnya, Mario turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk cia


"thanks" gumamnya


"you're welcome" dengan penuh senyuman


"Oya Mario, ntar pulang Lo deluan aja"


"kenapa ?" Mario mengerutkan keningnya "semi taunya Lo berangkat sama gue jadi pulangnya sama gue juga"


"deluan aja gue mau pulang bareng teman-teman gue" cia mulai sedikit risih bahkan semi saja tidak pernah mengekang dia seperti ini


"bukan gitu cia ini masalah tanggung jawab, ini masalah tanggung jawab karna semi gak ada Lo tanggung jawab gue"


"apaan sih ni orang sok cere banget, gue malah risih jadinya" cia mengumbat dalam hatinya


"terserah Lo deh males gue ribut, tapi awas aja Lo awas ikutin gue atau gabung dengan teman teman gue" sambil menghentakkan kakinya kasar cia pergi meninggalkan Mario sendiri


sambil menggerutu kesal cia berhenti di antara mobil mobil yang lain berniat menelfon sama


"angkat dong sal" Tut..Tut..Tut.. sama sekali tidak ada jawaban dari Salma


tanpa ia sadari kaca mobil di sebelahnya perlahan turun dan nampak peria yang sedang memperhatikannya sambil tersenyum


"kenapa mbak kok mukanya di tekuk gitu"

__ADS_1


" astaghfirullah.. " sontak cia kaget menabrak mobil di sebelahnya "aawww..." rintihnya, dengan cepat Revan keluar dan lansung membantunya sambil tertawa


"gitu amat haha" tawa Revan makin menjadi


"apaan sih Lo kaget gue tiba-tiba ada muka di samping gitu" celoteh cia sambil memukul pelan pundak Revan


"lagian ngaain tu muka di tekuk Mulu"


"gue lagi nyariin Salma tadi katanya mau ketemuan di sini tapi belom ada " cia sengaja tak menceritakan tentang Mario "semoga aja deh dia gak biat gue dengan Mario" batinnya


"oya.." Revan berhenti berbicara


"ada apa.." tanya cia bingung, tapi semakin lama cia semakin bingung dengan tatapan Revan yang semakin aneh "kesambet lu, udah deh gue mau masuk" saat ingin berjalan Revan lansung mengikutinya lalu merangkulnya


"gue liat Lo keluar dari mobil Mario lo" bikis Revan, sontak cia menghentikan langkahnya menatap Revan tajam


"upss.. sorry Mario marah ya" Revan melepaskan rangkulannya lalu mengangkat kedua tangannya


"Van please deh gue gak pacaran dengan dia dan gue gak suka sama dia" cia berdesak kesal lalu pergi mendahului Revan, sedangkan Revan malah tersenyum kegirangan menatap cia


"put Lo di sini juga" sapa cia pada putri yang duduk sambil memneguk segelas Oren jus


"cia.. ya iya lah fido teman sekelas gue mana bisa gak datang murka ntar dia"candanya lalu tertawa


"ngomongin gue nih" tiba tiba fido datang dengan di dampingi Sherly


"hayy guys.. " sapa Sherly yang menggandeng lengan fido


"makin lengket aja Lo sher" tegur cia


"haha tau aja Lo, Oya btw happy birthday ya di" cia mengurutkan tangannya


"thanks ya ci udah Dateng" fido membalas uluran tangan cia


"harus ikut sampai selesai ya, soalnya banyak persembahan dari teman teman gue, Revan juga ada"


"hah.. Revan" cia tertawa


"kalau gitu gue kesana deluan ya udah di tungguin"


setelah fido pergi tak lama Salma tiba dan lansung bergabung dengan cia dan putri, suara MC sudah terdengar para tamu undangan lansung mendekat ke panggung utama, persembahan nyanyian, tarian bahkan ucapan selamat ulangtahun satu persatu telah selesai saat istirahat MC mempersilahkan para tamu mencicipi hidangan


"ci anterin gue ke toilet ayok" bisik Salma sambil menarik tangan cia


"ya udah ayok"


sambil menunggu Salma dari luar cia terus melirik kesebuah ruangan yang ada segerombolan orang


"itu pasti ruangan untuk persiapan" batin cia


tiba tiba saat cia tengah fokus mempersiapkan, revan keluar dan lansung mendapatinya berdiri mematung di sana


"ngapai Lo" tanya Revan langsung menghampirinya


"ngunggin Salma" jawab cia


"gue tau Lo gak terlalu suka keramaian ke dalam aja kalau mau" Revan menarik tangan cia


"tapi, Salma" cia menghentikan langkah keduanya


"ya udah ajak sekalian aja"


setelah Salma keluar mereka pergi ke ruang perlengkapan, hanya ada beberapa orang saja karena acara sudah di mulai


"Hay kak novi" sapa Salma pada Novi, kakak kelas yang mereka


"hayy" jawabannya


cia dan Revan duduk di depan meja rias yang bersebelahan sedangkan Salma duduk di seberang mereka di sebelah kak Novi


"wig siapa nih" cia meraih wig wanita berwarna coklat di sebelah Revan


"oh itu mau di pake mereka untuk seru seruan di panggung tapi gak jadi gak ada yang pede" jawab Revan


"kayaknya lucu deh tapi gimana pakenya" ia meraih wig itu dan asal pakai di kepalanya


"Lo ngapai" cia terkekeh


"ci gimana sih yang benar" sambil terus berusaha merapikan wignya


"iya iya sini gue bantu " walaupun tak henti hentinya terkekeh melihat Revan tapi cia tetap membantunya


cia mendekatkan tubuhnya dengan Revan, karena Revan lebih tinggi darinya membuat cia harus berusaha, sambil duduk cia memasangkan wig itu, tanpa sengaja pandangannya teralih pada Revan yang terpejam, alis yang tebal, hidung mancung rahang yang jenjang membuat ia merona, jantungnya berdetak cepat


"kenapa ini" batin cia, segera ia mengalihkan pandangannya


"udah.." dengan cepat cia membalikan badannya sambil memegangi dadanya, jantungnya berdetak begitu cepat


"kemana jadi begini dan kenapa akhir akhir ini sering seperti ini" batin cia


"kalau gue cewek pasti cantik haha" Revan terus bergaya di depan kaca dan menyadari kalau cia tak mendengarkan ia berbicara


"cia Lo kenapa" Revan memutar bangku cia dan tak sengaja refleks menggenggam tangannya membuat cia kaget dan jantungnya berdetak lebih kencang


"Lo kenapa ?"tanya Revan tapi cia masih diam mematung menatapnya


tak sengaja Revan melirik tangan mereka berdua yang saling bergandengan awalnya ia tersenyum tapi senyum itu pudar ketika melihat pergelangan tangan cia yang penuh dengan kemerahan


"cia tanagn Lo" wajah nya pucat membuat Revan panik "cia are you oke" tanya Revan sekali lagi


"gue.. gak papa, cuma alergi biasa aja kok bentar juga sembuh" gumamnya pelan


🌸🌸🌸🌸


hii readers jangan lupa untuk vote, like, dan shere sebanyak mungkin, kqrna satu jempol dari kalian adalah semangat author 🌹🌹


author sayang kalian πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2