The Boy I Love

The Boy I Love
anabul


__ADS_3

sekitar pukul 10 pagi semu sudah beres dengan semua barang barangnya dan akan lansung menjemput cia, tapi setiba di sana hanya bik Atun dan tukang kebun yang ada di rumah


"pagi pagi sekali non cia udah pergi den gak tau kemana" kata bik Atun "tapi non cia ada titip pesan nyuruh den semi bawa barang barangnya di kamar" lanjut bik Atun, semi hanya mendengus pasrah dan lansung ke atas mengambil barang barang cia yang ada di kamarnya


"gak mungkin berangkat deluan, apa joging tapi cia kan mageran, dasar bocah" celoteh semi dalam hatinya kemabali melirik jam tangannya tidak biasanya cia seperti ini karna dia selalu on time masalah waktu


dengan malas semi membawa tas dan lansung menaruhnya di bagasi belakang lalu berniat masuk untuk menunggu cia tapi tiba tiba ia tersentak langkahnya lansung berhenti saat mendengar sesuatu


"mau kemana lagi Lo " teriak cia dari dalam mobil sambil membuka kaca mobilnya, semi kaget dan lansung menghampirinya


"Lo ngapain di situ ?" tanya semi bingung


"lah kan mau balik begek cepetan deh"


"maksud gue sejak kapan Lo ada di mobil tadi bik Atun bilang Lo pergi dari pagi" semi menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Lo mau naik atau gue tinggal ni banyak tanya banget" cia mengomel dan terus menekan klakson mobil, setengah berlari semi memasuki mobilnya


"udah bilang sama orang rumah?" tanya semi sambil memasang seatbelt


"tenang aja"


mobil berjalan dan keduanya pun pergi akhirnya pulang ke Jakarta, tak sengaja di simpang komplek keduanya berpapasan dengan mobil om Ardi, cia sangat mengenal mobil itu tapi ia hanya diam sambil menatapnya


"pas banget om Ardi pulang" gumam semi sambil menyetir tapi cia tak mendengarkan apa yang di ucapkannya hanya terus menatap keluar jendela


setelah beberapa hari berlalu di Jakarta semi di semakin sibuk karena beberapa hari lagi pertandingan basket akan akan di mulai


cia berbaring di sofa sambil membaca novel dengan musik slow yang di putarnya, jika orang lain akan mengantuk mendengarnya tapi cia berbeda ia akan merasa tenang jika seperti ini


sepulang sekolah Salma kisya dan cia sudah janjian untuk memasak di rumah cia dan semua bahan Salma dan kisya yang akan belanja


Ting..tong.. suara bel


pasti salma dan kisya, segera cia membukakan pintu tapi cia tercengang melihat bawaan mereka berdua, bukan belanjaan yang penuh tapi cia terfokus pada mahluk berbulu yang saat ini di gendong oleh kisya


"CANTIKKKK BANGETTT..." cia histeris ingin mengambil kucing itu matanya berbinar tapi kisya lansung mengelak


"enak aja nyelonong nyelonong nih bawak" kisya malah memberinya kantong belanjaan yang penuh. cia m natap kisya kesal tapi kisya hanya tertawa sambil berjalan ke dalam, Salma yang melihatnya tersenyum sambil menahan tawa


Salma dan cia lansung kedapur cia memotong sayuran dan Salma membersihkan udang dan ayam sedangkan kisya lansung naik ke kamar mandi untuk memandikan Kucingnya

__ADS_1


"kok bisa sih pulang pulang bawa kuncing nyolong di mana lu" tanya cia sambil memotong bawang


"Lo tanyaani aja sama kisya lagian gue juga gak terlalu suka sama kucing" jawab Salma, lalu cia berhenti memotong bawang ingin menyusul kista ke kamar mandi tapi langkahnya terhenti karena kisya sudah lebih dulu keluar membawa kucing yang di balut handuk


"cia hairdryer di mana ?" tanya kisya


"itu di kamar cari aja" kisya membawa kucing putih itu ke kamar cia dan mengaringkan bulunya


saat sedang sibuk memasak terdengar suara laki-laki yang tidak asing di telinga cia tapi kali ini suaranya tak hanya satu, sekilas cia mrlirik ke ruang depan tapi mereka sudah tidak di sana dan suaranya gaduh berpindah ke kamar semi


makanan sudah hampir masak kisya datang sambil menggendong kucing kecil itu, tanpa cia sadar kinu kisya sudah berdiri di belakangnya


"cia kucingnya cantik ya" timp lkisya, sejenak cia memperhatikan kucing itu tapi tak kembali pada masakan yang sedang di masaknya


sejak kecil cia sangat suka pada kucing tapi tau papa selalu melarangnya memelihara hewan di rumah


flashback


saat itu akhir pekan om Ardi dan Tante Amira akan pergi ke Aceh Untuk urusan bisnis beberapa hari, cia kecil yang masih berusia 4 tahun bersama dengan kakaknya memutuskan untuk tinggal bersama nenek di puncak


"daa ma pa" darian melambaikan tangannya pada mobil yang mulai berjalan


"iann..di cuci dulu" kata nenek dengan lembut


"udah bersih kok nek udah Ian lap di sini hehe" jawab darian dengan mulut yang penuh sambil menunjuk bajunya yang di gunakannya untuk mengelap buah, nenek hanya menggeleng sambil tertawa melihat tingkah cucunya itu


"nenek kucing" teriak darian sambil menunjuk seekor kucing kecil yang tidak bisa turun dari atas pohon, cia yang dari tadi pendiam kini berteriak kegirangan mendekati kucing itu, kucing kecil yang terlihat kotor dan kurus


"nenek mau itu" tunjuk cia kecil pada kucing kecil itu


"biar nenek ambil" baru nenek ingin melangkah lansung di hadang darian


"biar kak Ian aja nek" setelah itu ian berlari ke dalam rumah nenek sedikit bingung di buatnya tapi lalu di buat tertawa karena Ian kembali dengan membawa sebuah bangku untuk mengambil kucing itu, untungnya pohonnya tidak terlalu tinggi dan sampai untuk di raih darian


setelah mendapatkan kucing kecil itu mereka membawanya pulang, membersihkannya dan m mberunya makanan, tidak tau siapa pemiliknya tapi cia terus membawa kucing itu bersamanya ia sangat menyukainya, sejak itu cia sering berbicara dan menyapa orang orang di sekelilingnya, tapu pada saat papa dan mama mereka menjemput mereka papa tidak mengizinkan membawa kucing itu dan terpaksa di tinggalkan dan di rawat oleh nenek membuat cia dandarian sering mengunjungi nenek, tapi pada saat cia berumur sebelas tahun kucing itu mati karena sudah tua


flashback end


semua makanan sudah siap berbaris rapi di meja makan cia mengajak semi dan dua temannya itu untuk bergabung bersama, makan siang saat itu menjadi sangat ramai,mereka makan dengan di selingi tawa dan candaan receh


saat sudah selesai makan dan selesai beres beres Salma dan kisya memutuskan untuk pulang sedangkan semi dan kedua teman temannya harus kembali ke sekolah untuk latihan persiapa pertandingan, baru saja menutup pintu cia sudah di kagetkan oleh kucing kecil yang mengelus kakinya

__ADS_1


"iih kamu itu bikin kaget aja" cia menggendongnya dan membawanya duduk di sofa "kisya lupa pasti nih" gumamnya pada dirinya sendiri, cia meraih ponselnya dan lansung menelfon kisya, padahal rumahnya sebelahan tapi yang namanya cia magernya akan mengalahkan apa pun


"hallo sya.. "


"hallo kenapa lagi cia" suara dari sebrang telfon


"Lo gamina sih kucing Lo ketinggalan nih"


"ya elah itu untuk Lo kalik ci gue gak ada waktu untuk ngurusin dia, memang sengaja gue bawa buat Lo"


"hah.. beneran nih sya" dengan kegirangan cia menatap kucing kecil itu


"gue dengan Salma pernah dengar dari semi kalau Lo itu pecinta kucing yang terlalu over kebetulan waktu kita kepasar ada kucing itu cantik banget tapi kotor, Salma bilang bawa aja untuk Lo"


"kisya Salma i love you so'much" di sisi lain kisya dan Salma yang mendengar itu malah bergidik geli


"udah deh gue masih ada kerjaan" alasan kisya lalu mematikan telfonnya padahal bukan banyak kerjaan tapi karna malas aja ngeladenin cia yang kayak begitu


saat malam tiba cia berbaring bersama kucing barunya di ranjang sambil dengan diiringi musik kesukaannya, rasanya benar benar tenang, cia berbaring menghadap kucing kecil itu sambil mengusap puncak kepalanya


dredd.. dredd.. ponselnya yang ada disebelahnya berdering


saat ia melihatnya ternyata itu video call dari Revan, sontak membuat cia lansung tersenyum dan merapikan rambutnya dengan cepat


"hayy..." sapa cia dengan gembira


"tumben banget cerah tu muka ?"


"hari ini gue seneng banget, coba Lo liat deh"cia mengalihkan ke kamera belakang


"sejak kapan Lo punya kucing ?"


"kucing ini di bawain sama salma dan kisya "


percakapan video call malam itu menjadi sangat panjang banyak hal yang cia ceritakan mengenai hari ini hingga larut malam


🌸🌸🌸🌸🌸


jangan lupa like, vote dan komen ya🌹


author sayang kalian 🤗

__ADS_1


__ADS_2