
peria itu terus saja memandangi wanita yang ada diseberang sana, senyumannya tak lepas dari wajahnya, sambil duduk di tanah yang hanya beralaskan dedaunan
fido duduk di depan tenda, teman temannya yang lain semuanya sudah bersantai dan ada yang menyiapkan makanan siang.
dari belakang Bagas datang lansung menepuk pundak fidu dan duduk di sampingnya
"fokus banget" sontak fido di buat kaget
"eh elu gas" balas fido sambil tersenyum
"fokus banget liatin siapa sih" tanya Bagas
"biasalahh"
"cewek terus.." bgas lansung mengalihkan pandangannya, fido tak menjawab dan hanya membalas dengan senyuman
tanpa sengaja Revan yang baru keluar dari tenda mendengar pembicaraan mereka berdua sontak langkah terhenti
"udah lah gue gak mau ikutan ngebucin bareng Lo, gue kedalam ya" Bagas bangkit dan setelah berpamitan ia lanseng memasuki tenda dengan cepat Revan lansung menghampiri fido
"ya elah ada yang lagi naksir cewek nih" timpai Revan, Ia lansung duduk sambil tertawa dan menyandarkan tangannya di bahu fido sambil mengejek fido
"apaan sih Lo Dateng Dateng"
"haha kayak gue gak tau Lo aja, yang mana dih ceweknya" tanya Revan sambil menoleh kedepan seperti mencari
"entar juga Lo tau" jawab fido
"jadi kapan Lo mau nembak dia, keburu di ambil orang" goda refan sambil tertawa
"entar udah selesai Scout camping gue tembak di depan Lo ya"
"oke, awas aja Lo kabur" ledek Revan
"kabur, bukan tipe gue" haha keduanya tertawa bersama
__ADS_1
di sela kesibukan mereka Bagas memperhatikan sekelompok gadis yang sedikit ke usaha mendirikan tendanya. seketika timbu ide di fikiran Bagas untuk membantu mereka tapi di lihat kembali di dalam tenda ada yang sedang memasak dan beristirahat, kembali Bagas berjalan kebelakang tenda ada dua orang temannya yang sedang memasak air dan yang satunya hanya memperhatikan
"mar Lo gak sibuk kan?" tanya Bagas pada mario
"kagak sih, tugas gue motongin kayu bakar udah beres" jawab Mario
"ikut gue bantuin anak cewek bangun tenda ya kasian belom kelar"
"beneran yok deh cepetan" dengan semangat Mario lansung merangkul Bagas
"gimana gak senangat mau liat sweetienya dia" ejek teman mereka yang sedang memasak air
"apaan sih Lo"
"yasudah buruan"keduanya langsung meninggalkan tempat itu dan berjalan ke depan
"loh Van, Fido mana?" tanya Bagas
"oh itu tadi di panggil sama kak Ilham"
" tapi gue.."
"udah ikut aja" Mario lansung merangkul Revan dan menariknya ke arah tenda yang perempuan
"guys kita bantuin ya" sontak cia dan teman-temannya lansung berpaling ke arah suara itu
cia tercengang melihatnya Mario yang berdiri di samping Bagas yang juga melihat ke arahnya tangannya yang tadi sibuk mengikat simpul gapura kini mulai bergetar, perasaannya campur aduk saat ini cia belum siap bertemu dengannya, Mario pun terus memandang cia dengan keringatnya yang sedikit mengucur
Revan yang dari tadi terus melilik mencari sosok Sherli tak sengaja melihat pemandangan itu, ada dua pasang mata yang saling bertemu, sesekali ia melirik Mario bahkan keduanya tak berkedip dan Bagas yang dari tadi berbicara sama sekali tak dihiraukannya.
Revan mengerutkan dahinya ia merasa ada yang aneh antara keduanya, diliriknya Bagas yang sudah mulai membantu mereka berkerja
"mar Lo di belakang aja ntar gue yang di depan" sontak Revan membuyarkan lamunan Mario
"oh oke" sekilas Mario memlihat cia dambil berjalan kebelakang sedangkan cia hanya menunduk tak ingin lagi membalas pandangannya
__ADS_1
"heh bengong aja, kerja !" sontak sergahan Revan menyadarkan cia, ia lansung mendongak dan melihat siapa itu
"Van" hanya itu yang keluar dari mulut cia sedangkan Salma masih sibuk dengan sampulnya
"sini gue aja" dengan cepat Revan mengambil sampul yang ada di depan cia dan tidak butuh waktu lama ia sudah menyelesaikannya dan setelah itu ia membatu Salma yang juga ada di sebelahnya
sering kali Sherli mengintip kegiatan Revan tapi juga selalu melirik kanan kiri seperti mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan fido
ngomong ngomong soal fido, fido salah satu teman Revan yang udah akrap banget dan mereka juga tinggal sama sama di sebuah apartemen
"guys bentar lagi udah mau kumpul, bagi tugas dong dua orang masak air+siapin peralatan masak" ujar Tasya
"gue sama keni aja deh" Salma bangkit sambil mengangkat tangannya
"mar Lo bantuin mereka aja" sambung Bagas, setelah mengiya kan ketiganya pergi Salma membeli air untuk di masak siang ini, keni menyiapkan kompor portabel yang mereka bawa dan Mario memotong kayu bakar untuk memasak air
sambil mendirikan gapura Revan dan cia sama sama menahan tiang gapura, matahari yang mulai memancar membuat semua meringis silau tapi Revan yang tinggi cukup melindungi tubuh cia dari matahari membuat ia tak merasakan silau, cia tertegun melihat Revan yang masih mengikat puncak tiang itu dengan kaki berjinjit, untungnya ada Reva kalau cia pasti gak bakalan nyampai, entah sejak kapan cia memandanginya tapi cukup lama untuk cia memperhatikan setiap inci wajahnya yang tampan, rahang yang kokoh dan leher yang jenjang itu
"rupanya dia gak seburuk yang gue pikirin" batin cia bersuara
"hati hati kecantol entar haha" tawa Bagas terdengar membuat lamunan cia buyar, sedangkan Revan yang tak mengerti apa apa hanya terdiam kaku sambil melirik cia
akhirnya semua selesai mereka di beri waktu 15 menit untuk beristirahat sambil menunggu Sherly dan keni membeli minuman Revan, Mario dan Bagar masih asik duduk di tepi tenda bersama dengan cia dan teman teman yang lain. semuanya bercanda canda dan tertawa tapi tidak dengan cia yang dari tadi hanya memaksakan senyumnya Dangan beberapa kali melirik Mario
Revan yang sadari tadi terus saja memperhatikan cia yang terus melirik Mario sedangkan Mario sibuk dengan Bagas dan yang lain. Revan menyunggingkan sebelah bibirnya lalu dergeser ke sebelah cia
"jangan di liatin terus atuh neng" goda Revan sedikit berbisik, cia yang tersentak kaget lansung kembali datar sekilas melirik Revan dengan tatapan tajam dan tidak menghiraukannya
'gila nih cewek gue ngomong gak di jawab sama sekali' batin Revan dengan cepat dia mengalihkan pandangannya
🌸🌸🌸🌸🌸
jangan lupa votenya ya
author sayang kalian 🌹🌹
__ADS_1