
seminggu berlalu, hari hari cia di lewatinya cukup menyenangkan di karena walaupun cia cessa dan Putri betbeda kelas tapi yang jelas yang baru cia juga mendapatkan teman yang menyenangkan
hari hari yang di lalui cessa dan Putri juga cukup menyenangkan bahkan cessa tidak segalau seperti saat pembagian kelas karena teman-teman di kelasnya juga bisa menerimanya dan sikap bobroknya itu bahkan cessa dan Putri sangat di senangi di kelasnya
kini cia duduk di bawah pohon samping sekolah sambil membaca novel, sudah beberapa hari ini tempat itu menjadi tempat favoritnya untuk membaca karena suasananya yang tenang membuat cia bisa membaca dengan tenang
"ciaaa.. " panggil seseorang
mendengar namanya di panggil cia menolehkan kepalanya ke arah suara tersebut lalu tersenyum
"di cariin rupanya di sini" ucap gadis cantik itu sambil berlari kecil ke arah cia
Serlya sakira seorang gadis cantik asli Jakarta dia adalah salah satu teman sekelas CIA yang sangat akrap dengannya dan Tasya Nadinea yemi gadis cantik berginsuk asli Jakarta yang juga teman dekat cia di kelas
walaupun baru beberapa hari tapi ketiganya sudah bisa saling melengkapi kata orang kalau udah ketemu yang satu frekuensi pasti cocok hehe..
mereka bertiga akrab karena organisasi satu organisasi di sekolah dan sudah saling berkenalan sesak saat pertama kali cia memasuki kelasnya
"tumben banget nyariin gue " tanya cia
kedua gadis itu pun ikut duduk di tekat cia mengan nafas yang sedikit memburu
"kita kirain Lo kabur, soalnya tadi banyak yang bakur" ucap Serly
"gila ya pikiran lu pada suudzan sama gue, kabur untuk apa " celoteh cia
"ya siapa tau kan"sambung Tasya
cia menutup novelnya dan menaruhnya di sampingnya
"Oya kenapa nyariin gue?" tanya cia
__ADS_1
"itu tadi kata kak Angga besok siang ekskul Pramuka udah di mulai" ucapa Serly
"oh oke" ucap cia singkat "
Tring.. Tring.. Tring..
suara bell masuk pun berbunyi cia bersama kedua temannya beserta siswa lainnya pun kembali ke kelas masing masing. peroses belajar mengajar terus berlangsung seperti biasa guru yang membelikan materi dan Tugas sedangkan siswa lainnya menyimak dan mengerjakan tugas yang di beri.
berjalannya waktu kini cia dan semi sudah di sibukkan dengan perlengkapan Pramukanya saat ini, sebenarnya semi pali males untuk ikut kegiatan apapun tapi kali ini cia yang memohon padanya karena cia masih tak begitu banyak mengenal teman sekolahnya
wajar saja cia susah untuk move on dengan sahabat sahabat lamanya karena cia salah satu yang susah banget bergaul dengan orang baru, bukannya sombong tapi dia sedikit pemalu padahal aslinya receh banget
" entar pulangnya jam berapa sih" ucap semi dengan wajah betenya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang cia
"emm.. agak sorean sih biasanya" jawab cia sambil merapikan seragmnya di Depan cermin besar di kamarnya
sambil menunggu cia bersiap semi hanya berbaring di ranjang cia sambil memainkan handphonenya sambil sesekali ngedumal tak jelas
cia hanya sekilas memandang semi dari pantulan di cermin. setelah bersiap siap keduanya pun langsung berangkat menuju sekolah menggunakan mobil sport semi.
setiba di sekolah semua siswa di kumpulkan di lapangan untuk di beri arahan untuk melaksanakan kegiatan
semua siswa baru berbaris dengan rapi di lapangan begitu juga dengan siswa kelas sebelas dan dua belas yang berbaris di barisan paling kanan dan menghadap ke samping ke arah podium.
dari samping barisan datang seseorang yang menggunakan seragam Pramuka lengkap dengan segala pangkat dan tanda tanda kecakapan untuk yang menempel di bajunya, peria gagah itu berjalan menuju podium, sorota semua mata tertuju padanya. mungkin usianya sekitar 30an tapi masih terlihat tampan dan berwibawa.
langkahnya terhenti tepat di podium yang menghadap ke seluruh siswa. mungkin ada sebagian yang sudah mengenalnya dan ada juga yang belum mengenalnya termasuk cia dan teman temannya, di tambah lagi peria itu tak pernah terlihat saat sekolah.
"assalamualaikum semua" ucap peri itu dengan senyum ramahnya
"waalaikumsalam warahmatullahi wa barakathu" jawab semua siswa
__ADS_1
"mungkin ada dari kalian yang belum mengenal saya jadi saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. nama saya Ardi karismawan saya bekerja di suatu perusahaan di Jakarta wajar jika kalian jarang atau bahkan belum pernah melihat saya di sini, dan di SMA ini saya menjabat sebagai pembina Pramuka kalian, senang bisa berjumpa" ucap peria itu sambil tersenyum ramah
kemudian peria itu bergeser ke samping sambil dan di ikuti juga oleh peria muda yang berjalan ke arah podium yang sudah tak asing lagi di mata siswa SMA ini yaitu Angga sang ketua OSIS
"selamat siang semua" sapa Angga sambil melambaikan tangannya "sebelum kita memulai aktivitas kita kami akan memperkenalkan struktur kepramukaan yang ada di sekolah ini" sekilas Angga melirik teman teman seangkatannya dan mengguk pelan seperti memberi isyarat untuk maju
seluruh siswa kelas sebelas dan dua belas pun maju kedepan dan kembali berbaris rapi tanpa aba-aba
"perkenalkan nama saya Angga jabatan saya adalah sebagai ketua dewan kerja Pramuka di SMA kita " perkenalan pun terus di lanjutkan oleh senior senior Pramuka yang lain
entah apa yang ada di pikiran cia saat ini tapi pandangan nya saat ini terus tertuju pada seorang Angga, banyak kalimat yang timbul dalam Benatnya salah satunya kalimat memuji sosok Angga bagamana tidak sat sekolh ia menjadi ketua OSIS dan saat Pramuka ia menjadi ketua dewan kerja
kegiatan terus berlangsung sampai tiba saatnya untuk semua siswa beristirahat. cia, Sherly dan Tasya kini tengah asik duduk di kantin dengan minuman dinginnya dengan di selingi canda dan tawaan mereka
"guys.. Lo liatkan tadi Kak Angga ganteng banget kan" ucap Sherly histeris untungnya kantin sedang sepi
mendengar perkataan Sherly barusan cia hanya tersenyum simpul, pasalnya semua pasti tau kak Angga kan idola ciwi ciwi di sekolah selain dia ketua OSIS, kak Angga juga punya paras yang tampan bagaimana tidak jadi sorotan di sekolah
"eleh lu mah semua juga di bilang ganteng" ledek Tasya sambil meneguk minumannya
"ya elah sya itu beneran ganteng" kata Sherly
"biasa aja kalik, lagi pula kalau dia ganteng atau enggak memangnya dia mau ama Lo yang mirip kucing garong" ledek Tasya
Sherly yang cemberut sambil memasang wajah kasihannya cukup membut kedua temannya itu tertawa
di tengah tawa ketiga Kawan tersebut tiba tiba muncul segerombolan pemuda yang tampaknya kakak kelas yang datang memasuki kantin, seketika suasana kantin menjadi ramai dan ketiga gadis cantik itu pun mengecilkan suara tawa mereka dengan sesekali menutup mulutnya
tiba tiba sosok yang tadinya sedang di bicarakan ketiganya lewat di samping ketiganya, sontak perlahan tawa di wajah cia mulai menjadi senyuman sambil memandang kak Angga lewat
sedangkan Sherly malah jadi salting dan pura pura meneguk minumannya. saat cia melirik ke samping yang benar saja Angga dan teman temannya duduk di bangku yang berseberangan dengan mereka, diam diam cia memandang gerak gerik Angga dari dia memesan makanan hingga dia duduk di seberang mereka, candanya tawanya membuat cia tersenyum manis tanpa di sadari siapapun, sebelum kedua sahabatnya mengetahuinya dengan malu malu cia menundukkan kepalanya.
__ADS_1