The Boy I Love

The Boy I Love
kenapa ?


__ADS_3

siang itu semi di sibukkan dengan batang batang persiapannya yang akan ia bawa kara nanti sore di akan kembali ke Bandung untuk beberapa hari, karna makan mencampurinya gue hanya duduk di depan tv menonton siaran stenup comedi sambil makan memakan cemilan


hanya meliriknya untuk sesekali saja sudah cukup lagian dia hanya pergi untuk tiga hari


"yakin gak mau bawa mobil nih Sem ?" tanua gue


"mager gue.. biar aja naik kereta biar bisa tiduran


setelah semua barangnya siap semi keluar sambil membawa barangnya, gue yang menyadari semua akan membuka pintu lansung beranjak dari sofa lansung menghampirinya


"semm"semi menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap gue


suasana hening, gue berdiri di depan semi, terlihat wajahnya yang memberikan senyuman tapi tak bisa menenangkan pikiran gue saat ini


"jangan bilang dengan papa sama Mama apa yang udah terjadi kemarin" entah kenapa rasanya ingin menangis dan gue lebih memilih memalingkan wajah dari hadapan semi karna tak ingin semi mengetahuinya


"tenang aja" jawabnya sambil mengelus puncak kepala cia "gue gak akan bilang siapa-siapa, kalau gitu gue berangkat ya"tubuh itu berhalah berjalan dan hilang dari balik pintu, gue hanya bisa diam terpaku sambil menatap pintu yang tertutup


baru saja ingin pergi ke kamar tapi ponsel gue di atas meja berbunyi dan saat melihat nama yang tertulis di layar sontak membuat mood gue hancur, tanpa menyentuhnya gue hanya mematung menatap ponsel itu hingga berhenti hingga ponsel itu berdering untuk kedua kalinya perlahan gue duduk di sofa dan meraih ponselnya itu


"halo"


"di mana kamu cia" bentak orang dari seberang telfon


"di rumah tadi cia lagi di kamar mandi" kata gue dengan terbata bata tapi tetap menjaga tutur kata


"kalau sampai darian datang ke Jakarta bilang sama papa, dasar anak kurang ajar darian" gue hanya mematung tak bergeming sedikitpun, setelah beberapa saat akhirnya terlfon di matikan tak ada jawaban atau pertanyaan yang gue lontarkan saat itu


untuk gue hal seperti ini udah biasa dan kali ini tanpa di jelaskan juga gue udah bisa menebak apa peasalahanya


untuk menenangkan pikiran saat ini satu satunya adalah musik, setelah memutar musik yang ada di ponsel gue hanya berbaring di sofa, pandangan kosong tapi fikiran gue terus ke mana mana


sampai akhirnya malam tiba nanya orang yang berlalu lalang bahkan ada sebuah keluarga yang duduk di ruang tunggu untuk menjenguk kerabatnya


tepatnya di rumah sakit gue hanya bisa mengikuti kaki melangkah entah harus ke mana. berjalan keluar rumah sakit dengan tatapan kosong


'kalau kamu gak sayang sama diri kamu sendiri gimana kamu bisa sayang dengan orang yang ada di sekitar kamu' kalimat itu masih saja terngiang di kepala gue

__ADS_1


sekarang gue belom kepengen untuk pulang ingin mencari tempat yang tenang dan memutuskan untuk mengikuti kemana kaki akan melangkah


_____


di sisi lain suara tiga pemuda itu bahkan sampai memenuhi ruangan bersorak dan berteriak dan di selingi tawa yang pecah


sambil mengutakatik stik PS dan pandangan yang terus pada layar monitor, Revan, fido dan Angga yang tengah asik memainkan PS duduk bersila di depan monitor dengan beberapa makanan ringan yang berserakan di lantai


"KIRI KIRI GAA BANTUIN GUE" teriak fido pada layar monitor


"TEMBAK DEPAN GAA JANGAN LENGAH" balas Revan


"HAJAR, MAMPOS SERANG TERUS" "DIKIT LAGI FIDO" "JANGAN TERAK TERAK BUDEK DI KUPING GUEE..." "AWAS VAN DI BELAKANG LO" "AMBIL POINNYA GUE SERANG MARKAS" "Viktory" "YAAAAAEEEEE" ketiganya lansung melompat kegirangan dan bersorak ria dengan gayanya masing masing


"haus juga udah teriak teriak" kata fido ngos-ngosan sambil merangkul Angga dan Revan


"yang punya pacar baru traktir minum dong" tersentak Revan lansung terdiam


"oke.." fido bangkit dan mengambil jaketnya "tunggu lima menit gue balik"


"gaya aja lu" Revan tertawa


tak terasa hari sudah gelap cia berjalan memasuki jalan perumahannya, hanya di temani suara jangkrik yang selalu bernyanyi di setiap malam


"hallo.." suntak wajah cia berubah panik dan lansung berbalik berlari setelah mematikan telfon


berdiri di pinggir jalan mondar mandir tak lama akhirnya taksi yang ia pesan tiba di hadapannya, segera cia menuju lokasi yang di terimanya tadi setelah telfon mati, sampai akhirnya taksi itu berhenti di depan sebuah bar


dengan cepat cia lansung berlari memasuki bar menembus kerumunan orang-orang yang asik berjoget, bau alkohol yang menyengat sempat menghalang cia tapi ia tak akan goyah mencari seseorang


banyak pasang mata yang memperhatikannya tapi tak di hiraukan, bagaimana tidak di perhatikan seperti itu kebanyakan cewek yang datang ke bar menggunakan pakaian seksi dengan belahan disana sini dan sepatu haihils tapi ia hanya menggunakan sepatu kets putih celana panjang, baju kaus putih polos yang di balut cardigan


pandangannya terus berpindah pindah kemana mana tapi tak menemukannya sampai tiba tiba matanya tertuju pada sebuah meja matanya sontak membulat dan detak jantungnya menjadi tak karuan


_____


Revan : "heyy.." Revan menatap ponselnya sambil tersenyum hingga beberapa menit berlalu pesan Revan sudah masuk tapi tak di baca sama sekali

__ADS_1


"online tapi kenapa gak di bales" gumam Revan pelan


"kenapa Van ?" tanya kak Angga


"ga handphone Lo aja sinyal gak ?"


"ada memangnya kenapa ?"


"gak deh" 'gak biasanya' batin Revan, ia memutuskan pergi ke kamar untuk menelfon cia


dredd.. dredd.. dredd.. panggilan pertama, kedua tak di anggkat


"cia k Napa sih ?" Revan bingung


dredd.. dredd.. panggilan ketiga


"hallo Van" gumam cia pelan


"Lo gak papa kan ci?" tanya revan setelah ia ada menyadari musik dugem di tempat cia


"guee......."


Revan berlari keluar sambil meraih jaketnya Dengan terburu buru, Angga yang menonton TV sambil memakan keripik kentang itu tak bertanya apa pun tapi melihatnya melong sampai Revan benar benar keluar


"ke mana tu anak ?" tanya Angga pelan


di loby sempat bertemu dengan fido tapi saking terburu buru ya Revan tak menjawab pertanyaannya malah pergi begitu aja


"Revan kenapa ?" tanya fido pelan


🌸🌸🌸🌸


guys menurut kalian siapa nih yang nelfon cia barusan dan apa yang terjadi ya... jangan lupa komen di bawah👍


ikuti terus cerita selanjutnya jangan sampai ketinggalan ya..


jangan lupa votenya ya 🌹

__ADS_1


author sayang kalian 🤗


__ADS_2